
Apa yang paling penting yang harus dimiliki sebuah perusahaan di era hybrid sekarang ini. Modal yang besar? Stategi yang tepat? Kerja yang efisien? Atau CEO yang jempolan?
Bagi Jeff Bezos, CEO amazon.com yang berwajah seperti pemain sirkus itu, dengan senyumnya yang bahagia dan kekanak-kanakan, yang terpenting yang harus dimiliki oleh sebuah perusahaan dalam menjalankan bisnisnya adalah sebuah keahlian mengetahui apa yang dibutuhkan oleh pelanggan.
Era hybrid yang semakin rumit serta daya beli yang terus menyusut mengharuskan perusahaan berkonsentrasi pada upaya menghasilkan, menjual serta mendistribusikan sebuah produk atau jasa yang memang benar-benar dibutuhkan oleh pelanggan.
Amazon.zom yang memulai operasinya dari sebuah garasi dengan meja yang dibuat dari pintu yang dibongkar, memegang teguh terus tagline CEO-nya yang mungil itu. Jargon “apa yang dibutuhkan oleh pelanggan ?” menjadi sebuah kata-kata yang harus selalu melekat pada setiap karyawan Amazon.com.
Pertumbuhan perusahaan yang terus meningkat, kekuatan akuisinya yang semakin sulit dibendung, semuanya seperti alir yag mengalir deras yang membuat kapal Amazon.com melaju sangat cepat. Kindle, sebuah alat yang revolusioner yang diharapkan memberikan pertmbuhan bisnis sebesar $1 miliar adalah salah satu dari sekian senjata Amazon.com dalam menggelembungkan kembali bisnis dotcom yang sempat meletus pada tahun 2001.
Kini Bezos yang terus ditekan Wall Street karena dianggap tidak memperhatikan keadaan saham perusahaan yang dipimpinya sedang sibuk menutup telinga dari semua pihak yang maragukan insting dan kemampuan bisnisnya. Pendiri sekaligus CEO yang sudah sangat teruji mental dan keahliannya ini bergerak dalam wilayah yang dinamakan inovasi. Ketika bisnis di Amerika sedang tertekan, dan pertanyaan-pertanyaan tentang biaya-biaya yang dikeluarkan untuk divisi berkenaan dengan inovasi mencuat, Bezos tetap bertahan pada pendapatnya bahwa di masa sulit, justru perusahaan akan semakin kreatif.
Bezos tidak gentar, ia tetap memilih untuk selalu berinovasi daripada duduk tenang sambil menunggu keadaan kembali pulih. Jelas, itu bukan tipe Bezos. Perumbuhan Amazon.com yang lincah tentu tetap akan dijaga Bezos.
Kini, perhatian sang CEO sedang tercurah habis-habisan pada sebuah benda yang bukan hanya sekedar gadget tetapi merupakah statement akan gaya hidup, Kindle. Ia dan timnnya sangat yakin, bahwa produk yang dihasilkan dengan support yang luar biasa dari database buku, majalah, blog yang terdapat pada Amazon.com, Bezos akan terus berjalan, menghirup udara yang penuh dengan inspirasi untuk melahirkan inovasi-inovasi spektakular lainnya.
***
Tulisan diolah dari berbagai sumber.
|
