 |
|
|
|
|
 |
 |
[opini] Semua Bisa Menulis, Tapi...
22:40 on 8/2/2008
Jules Verne (1828 – 1905). Si Penulis legendaris asal Prancis yang imajinasinya mengilhami penemuan kapal selam, bom nuklir, balon terbang dan perjalanan keluar angkasa. Dengan imajinasinya ia mampu menembus ruang dan waktu yang bahkan ia sendiri tak menyangka bahwa kapal selam hasil imajinasinya akan benar – benar ada setelah ia wafat. Jules Verne adalah pelopor cerita fiksi ilmiah.
Hans Christian Andersen (1805 – 1875). Pendongeng kelahiran Denmark ini berhasil membius anak – anak di seantero dunia. Tokoh – tokoh imajinasinya seperti Gadis Kerudung Merah, Putri Salju, atau Putri Duyung mampu membuat anak – anak bahkan percaya cerita – cerita itu bukan dongeng.
Karl May (1842 – 1912). Penulis Jerman yang sama sekali tidak pernah menduga bahwa karya – karyanya akan populer 100 tahun kemudian dan dicetak berulang kali di banyak negara. Ia pernah buta dalam waktu yang lama karena didera penyakit. Yang hebat banyak karya – karya Karl May ditulis ketika ia dipenjara. Selain itu ia diyakini mengidap skizofrenia.
Joanne Katlin Rowling (1965 – sekarang). Ibu cantik asal Inggris yang menyihir dunia melalui Harry Potter ini awalnya menulis untuk menghibur putri kesayangannya. Siapa sangka dunia penyihir yang ia tulis bisa menyihir dunia dan membuatnya menjadi milyuner.
Masih banyak lagi penulis – penulis hebat yang karya – karyanya begitu menggugah dan menginspirasi. Jika kita memahami biografi dari penulis – penulis itu akan tampak beberapa kesamaan diantara mereka.
Pertama, mereka yakin impian mereka akan terwujud. Meski yakin akan terwujud, namun mereka tidak pernah over expextation. Mereka yakin karya mereka layak dibaca, layak menjadi inspirasi, layak disebarluaskan, namun mereka tidak pernah membayangkan karya – karya mereka akan fenomenal dan bertahan sampai ratusan tahun. Aneh bukan?! Benarkah demikian? Kemungkinan besar ya, karena dengan tidak membayangkan bahwa karya mereka akan jadi masterpiece, mereka bisa terhindar dari kesombongan yang dapat memandulkan kreativitas dan imajimasi mereka. Mereka yakin dan menggantungkan impiannya setinggi langit. Karena tingginya setinggi langit maka bila jatuh toh masih di awan, masih lebih tinggi dari tanah, masih lebih tinggi dari cita – cita kebanyakan orang. Mindset seperti itu yang membawa pengaruh positif bagi diri mereka sekaligus tetap membuat mereka yakin akan jalan yang ditempuhnya.
Kedua, mereka tidak mendapatkan ketenaran dengan mudah. Mereka harus jatuh bangun berulang kali sampai akhirnya orang mengakui karya mereka. Bagi mereka kegagalan yang berulang – ulang adalah pondasi yang nantinya akan mengukuhkan impian. Dengan begitu mental mereka 3 kali lebih kuat dari orang biasa. Cara berpikir mereka 3 kali lebih jauh dan luas dari orang biasa. Itulah kenapa banyak penulis hebat sering dianggap aneh saat mereka melakukan hal – hal yang menunjang impiannya. Itulah kenapa mereka sering dianggap mengkhayal sewaktu memperkenalkan karyanya.
Ketiga, mereka membuka diri terhadap apapun dan selalu berpikir positif, bahkan terhadap sesuatu atau seseorang yang menghambat mereka. Mereka juga membuka diri terhadap karya orang lain. Tak ada tulisan yang mereka anggap jelek sekalipun itu tulisan sampah dan dibuat asal – asalan. Hal ini membuat pikiran mereka luas dan jiwa mereka kaya.
Tiga hal diatas menjadi bukti bahwa untuk mencapai sukses dan pengakuan luas memang tidak mudah. Ada orang yang dilahirkan dengan bakat menulis. Namun bakat hanya 20 persen mempengaruhi jalan hidup seseorang, 80 persennya adalah apa yang ia lakukan untuk mencapai cita – cita tersebut.
Jadi, semua orang memang bisa menulis. Tapi tak semua orang bisa menjadi penulis.
| 
|
|
|
|
Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis
|