
Sebuah mobil kijang baru melintas dengan kecepatan sedang di jalan utama Ibukota. Di dalamnya terdapat dua orang wanita dan seorang pria yang sedang tertawa-tawa. Ana, wanita yang duduk di bangku sebelah pria yang mengendarai mobil, Rendy, pria yang mengendarai mobil, dan Olive sahabat Ana yang duduk di bangku belakang. Mereka bertiga baru pulang kantor dan berniat menghabiskan sisa malam itu dengan berkaraoke.
"Haa..udah jam 8 lewat 15, mati kita!! Tadi gw booking roomnya jam 8 nih." Ana sedikit menjerit demi melihat angka yang tertera di jam tangannya. "Telepon lagi aja, bilang kita aga terlambat gara-gara macet." celetuk Olive dari bangku belakang. Ana segera mengeluarkan telepon genggamnya dari dalam tasnya dan memencet nomer telpon tempat karaoke yang akan mereka datangi. "Halo, Mba.. Tadi saya udah booking atas nama Olive untuk yang jam 8, tapi kayanya kita aga telat nih. Masih kena macet."
"Bisa, Mba tapi cuma buat 1 jam aja. Soalnya karena ngga ada kabar dari tadi, jadi udah kita kasih buat yang booking selanjutnya." jawab Mba karaoke tersebut.
"Yaaa, masa cuma 1 jam sih, Mba? rengek Ana sambil terus berpikir alasan apalagi yang bisa dia buat supaya sang Mba karaoke itu mau memuluskan permintaannya.
Tiba-tiba, Randy yang dari tadi diam saja mencoba membantu Ana, "Tanyain, ada Pak Davy, ngga?" "Siapa Pak Davy itu?" tanya Ana kepada Randy. "Dia pemilik karaoke. Udah tanya aja, ada ngga?" pinta Randy. Ana pun merasa mendapat angin segar dan secepat mungkin menyampaikan pesan Randy dengan harapan sang Mba karaoke itu akan sedikit menciut dan meluluskan permintaannya.
"Pak Davy ada, Mba?" tanya Ana dengan nada sedikit tinggi dan terdengar sombong.
"Maaf, Pak Davy itu siapa ya, Mba?" tanya sang Mba karaoke tersebut.
""Itu lho, Mba..yang punya karaoke tempat Mba kerja itu." jawab Ana semakin sombong.
"Maaf, Mba..yang punya tempat ini namanya bukan Pak Davy." jawab Mba karaoke itu dengan kalemnya.
>?@#$%#......
Rasanya ingin saat itu juga Ana menutup telponnya dan selamanya tidak pernah datang ke tempat karaoke itu.
Tanpa memberi kesempatan Mba Karaoke itu menertawakannya dalam hati lebih lama lagi, Ana langsung melunak, "Ya udah..kalau begitu ngga apa-apa deh, Mba 1 jam aja." yang disambut dengan, "Oke, kami tunggu kedatangan Mba Olive ya."
klik.. Ana langsung menutup teleponnya. Sedetik setelah Ana menutup teleponnya, dia berteriak kepada Randy, "PAAK DAAVYY ITTUU PEEMIIIKK KAARRAAAOOKKEEE MMMAAANNAAA SSIIHHH??" dan Randy pun menjawab dengan tampang amat sangat tidak berdosa, "Gw ngga tau, yang gw tau Pak Davy itu pemilik sebuah tempat karaoke tapi ngga tahu nama tempat karaokenya apa."
"APPHHHAAAAA....???" jerit Ana dan Olive secara serempak.
"An, nanti kalau sudah sampai di tempat karaoke, tolong jangan panggil gw Olive ya...panggil aja Rambo. Gw tengsin banget nih, mana nama gw pulak yang di pake." lirih Olive.
Ana dan Randy hanya bisa tertawa ngakak mendengar permintaan Olive yang sepertinya keluar dari dalam hatinya yang paling dalam itu.
|
