
Dia hanya bisa meratapi nasibnya. Orang yang selama belasan tahun mengaku amat sangat mencintainya sekarang pergi meninggalkannya dengan wanita lain. Sudah berhari-hari Dia mengurung diri dalam kamar, menangis dan hanya menangis walaupun air matanya sudah kering dari kemarin-kemarin, walaupun bibirnya terasa perih karena pecah-pecah kekurangan cairan. Puluhan kali Dia mencoba untuk kembali, tetapi sepertinya lelaki itu sudah tidak punya perasaan apa-apa lagi terhadapnya.
"Aku tidak boleh begini terus. Aku harus membalas dendam." bisik Dia kepada dirinya sendiri, "Dasar bajingan!! Akan kubuat kau menderita!!". Dengan lemas Dia bangkit dari tempat tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi yang terletak di ujung kamarnya itu.
Situs sebuah bank terkemuka di kotanya sudah menanti dengan manis di layar monitor komputer di hadapannya. Dia memasukkan sebuah nama untuk bisa masuk ke dalam situs tersebut, klik! Dia sudah terhubung dengan rekening sang pemilik. Dilihatnya sederet angka disitu, kemudian dicarinya fitur transfer. Dia mengetik sejumlah angka dan memasukkan nomer rekeningnya sebagai si penerima, klik! dan Dia melakukan itu beberapa kali sampai tertera sebuah kotak peringatan di layarnya bahwa dana yang tersimpan sudah habis. "Selesai." gumamnya dengan muka sedikit menyeringai, "Biar mampus kamu!!" Dia sedikit merasa beruntung dengan keputusannya dulu untuk mencatat semua nomer
pin kartu tabungan kekasihnya itu. Kemudian Dia mematikan komputernya dan kembali berbaring di tempat tidurnya sambil menangis.
|
