sampai saat ini saya masih di jakarta...jadi pasti kesulitan untuk bikin tulisan lagi....tapi saya harap bisa baca tulisan-tulisan lain dari kalian. terima kasih
Kayaknya waktu aku jadi dewan redaksinya gak pernah nulis politik kampus deh. Malah banyak bahas perilaku orang-orang sekitar yang kita klaim sebagai tulisan budaya, hehehe. Atau kalo ga gitu nulis hasil pengamatan kebiasaan orang-orang sekitar yang kita sebut Analisa Sosial. Sesekali ngerumpi buku karena habis baca cerpen atau novel, yang kemudian kita tulis besar-besar dengan klaim "Kritik Sastra", wahahahaha......
Ga banyak yang diceritain. Khan kamu sendiri udah bilang, paling di kampus ya gitu-gitu aja, dan malah cenderung curhat. Kalo dulu sih nyebutnya malah lebih sarkas lagi. Kawan-kawan nyebutnya sebagai (maaf) "onani". Disebut begitu karena kita rapat redaksi sendiri, nentuin tema sendiri, liputan sendiri, nulis sendiri, ngedit sendiri, lay-out sendiri, cetak sendiri, dan terakhir karena nggak laku kita baca sendiri, wahahaha....
Pastinya kamu yang lebih banyak punya pengalaman tentang jurnalistik.