
Sepertinya aku bisa mengerti perasaan Karen Eiffel yang telah delapan kali membunuh tokoh utama dalam tulisannya. Hanya saja kebetulan, Harold Crick ternyata fakta dan dia berhasil menyadarkan Kay dan aku bahwa... dia tidak pantas mati, setidaknya untuk saat itu. Orang seperti dialah yang kita butuhkan untuk Bumi yang semakin penuh ini. Aku tidak tahu pemikiran Tuhan tapi... kelahiran dan kematian bukanlah soal siapa yang pantas tinggal atau pergi. Hei, ini bukan American Idol atau sejenisnya. Semua itu adalah soal waktu.
Tapi dari film yang mengingatkanku pada posisi avatar Sang Bintang Jatuh (Diva) dalam trilogi Supernova-nya Dee itu, aku mendapatkan inspirasi baru tentang bagaimana aku akan menggunakan waktu hidupku. Selama ini, walaupun aku telah kehilangan banyak hal, tapi aku juga terus mendapatkan hal baru setiap detiknya. Apa yang telah terhapus dari wajahku adalah EKSPRESI, sehingga aku lebih membosankan dan tak tahu bagaimana memulai percakapan, mempertahankannya agar tetap menarik dan mengakhirinya dengan meninggalkan rasa tak puas dan rindu kepada teman bicara. Mungkin karena aku semakin dewasa, lebih realistis, lebih jujur dan depresi karena banyak hal...
Tapi aku tahu aku tak perlu menjadi orang yang dikagumi orang banyak untuk bertahan hidup. Kembali kepada paragraf satu dalam tulisan ini, ini bukan American Idol atau sejenisnya. Walaupun menjadi orang yang menggunakan lebih banyak waktunya untuk menyendiri, kupikir justru aku memiliki lebih banyak kesempatan untuk menulis jika itu adalah apa yang bisa kulakukan dan menurutku menyenangkan. Kenapa tidak?
Entahlah apa yang ingin kukatakan pada siapapun yang membaca tulisan ini. Sejujurnya aku bingung dengan penyampaian topik utama yang bertele2, berputar2 dan tak fokus ini. Maksudku, kenapa aku harus depresi karena undergraduate program yang bahkan belum kumulai, karena masa depan yang bahkan hanyalah satu frasa yang terdiri dari dua kata dan sembilan huruf... atau bahkan karena obesitas yang membunuhku perlahan2 ini?
Aku tak tahu kapan, di mana dan bagaimana aku mati. Dan lagipula dicabutnya nyawaku bukanlah urusanku. Itu urusan Tuhan dan malaikat maut. Jadi, seharusnya aku "menikmati" hidup.
|
