Komunitas Penulis Indonesia
Search:   
Home    Search    Groups    Chat     Events    Games     Direktori     Invite    Help Signup    Login

Tapi yang Ini Lebih Gak Jelas Lagi, Bung!
09:36 on 23/3/2008



2:53 AM. MY. KL. asrama. blok C. kamar nomor 7. kompartemen d.

apakah hanya psikopat yang melakukan itu: tertawa ketika seharusnya ia menangis?

tapi kadang2 aku melakukan itu dan aku bukan psikopat. aku hanya seorang mahasiswa malas yang suka menulis. setiap hari aku menunggu seseorang untuk membaca tulisan2ku. tapi tak ada. nihil pembaca. karena tulisan2ku absurd. sulit dipahami. dan membosankan. terlalu banyak run-once sentences. lagipula aku menceritakan tentang seseorang dan kesehariannya dan pemikirannya dan apapun tentang dia yang tak pernah kusebutkan namanya... semua itu bukan artikel dalam media cetak publik. tanpa pesan moral yang tersurat atau tersirat.

aku hanyalah penulis yang... entah idealis, entah egois. karena aku tak peduli pendapat para pembaca. aku menulis apa yang ingin kutulis. walaupun topiknya basi. walaupun isinya picisan. walaupun secara keseluruhan tulisan2ku hanyalah tumpukan sampah. lalu kenapa aku menulis? kenapa aku menulis? KENAPA AKU MENULIS?

aku tidak tahu.

menurutmu... kamu kira2 saja. apa yang akan seorang psikopat tulis? mungkin pesan teror. atau surat tentang isi hatinya. atau namanya. atau nama seseorang yang ia cintai. atau nama seseorang yang ia benci. atau nama seseorang yang lain di dalam dirinya.

aku tidak tahu. seharusnya aku bilang kepada dolly, "maaf dolly, ini sudah tanggal 22 januari 2008. dan saya mengantuk." tapi aku tidak tahu siapa itu dolly, kecuali dia nama domba betina yang dikloning yang hidup dari tanggal 5 Juli 1996 dan mati pada hari valentine di tahun 2003 lalu patung lilinnya dipamerkan di the royal museum of scottland. apakah aku harus mengatakan sesuatu pada edgar tentang enyo tapi aku benci nama itu karena dia mengingatkanku pada seorang cowok bernama nuki.

ocha bilang ia tidak jatuh cinta pada nuki. tapi aku tahu ocha menyukainya. kupikir mereka akan menjadi pasangan yang serasi. aku suka melihat ocha memainkan gitar hitam pemberian nuki dan memainkan lagu itu yang ditulis oleh nuki di selembar kertas yang kini sudah lecek dan mungkin juga sudah hilang.

lalu sue berkata, "ovi. tidurlah."

jarum panjang dan jarum pendek di jam gadget yang muncul di sudut kanan atas layar laptopku membentuk bidang yang tampak seperti sepotong pizza dan aku lapar. tapi pizza itu berwarna putih dan topingnya adalah 2 angka dan 3 garis2 sangat pendek berwarna hitam di antara 2 angka itu.

"ovi." kata sue lagi. "tidur. jangan selalu menyalahkan orangtuamu. seharusnya kamu bersyukur kamu bisa kuliah di universitas ini sekarang."



17 menit kemudian dia duduk di depan laptop yang menyala dan menyetel mp3 playernya seperti biasa. Ia membuka notepad dan mulai mengetik. Sebagai kalimat pembuka paragraf pertamanya, ia menulis, "Kenapa kita melakukan kesia2an?"



"Sebenarnya kita tidak melakukan kesia2an. Kita hanya menghibur diri kita sendiri. Mungkin karena dunia ini terlalu menyedihkan. Apalagi jika kau tinggal di Jabodetabek. Dari dalam mobilmu, kau bisa melihat anak2 mengamen, mengemis... dan ibuku bilang banyak di antara mereka sudah bukan perawan lagi. Mereka dijual sejak bayi.

Ketika aku SMP, setiap kali aku melihat mereka, aku pasti menangis. Aku ingin melakukan sesuatu untuk membuat mereka bahagia. Tapi ternyata... rumah singgah yang kupikir merupakan sebuah solusi yang cemerlang... bukanlah sesuatu yang membuat mereka bahagia. Mereka tak suka tinggal di sana. Karena mereka biasa hidup bebas tanpa peraturan. Pendidikan gratis bagi mereka bukan sesuatu yang menarik. Sudah bukan rahasia umum lagi bahwa orang2 terdidik pada akhirnya akan bergabung di jalanan bersama mereka. Karena sekarang, kita butuh uang untuk menghasilkan uang. Dan sepuluh ribu rupiah yang terkumpul setiap hari bukanlah uang.

Mereka hanyalah sekumpul benda untuk ditukar dengan sebungkus nasi campur sambal dan kerupuk. Sekumpul benda untuk menyekolahkan adik2 mereka agar bisa berhitung dan membaca. Sekumpul benda untuk beli obat batuk untuk Emak (padahal Emak sakit TBC). Sekumpul benda untuk bayar rumah kontrakan. Sekumpul benda untuk disetor kepada bos yang menyuruh kami mengamen atau mengemis di sini, di sini, di sini (menunjuk beberapa nama tempat). Sekumpul benda yang disembunyikan di dalam cup beha Emak agar tidak dirampas preman2.

Ketika aku SMA, aku mencoba untuk meyakini bahwa Tuhan itu Maha Adil. Kenapa Tuhan membiarkan orang2 miskin seperti mereka yang terperangkap di dalam lingkaran setan? Kusebut lingkaran setan karena... perhatikan siklus di bawah ini:

miskin > tak punya uang > tak berpendidikan > tanpa dasar agama > bodoh > ditipu > kerja pada calo > mengemis/mengamen/melacur/mencuri > setor sekian persen penghasilan untuk calo > bayar ini-itu > sakit (karena hidup yang jorok dan KURANG gizi) > (tetap) miskin > dst...

Tapi ada juga kisah nyata tentang orang miskin yang sukses lalu jadi orang kaya dan membantu orang2 miskin yang lain untuk memperbaiki kualitas hidup.

Bukankah sudah janji Tuhan bahwa Tuhan tak akan mengubah nasib seseorang jika orang itu tak mau mengubahnya? Dan bukankah sudah sangat jelas di dalam kitab suci dituliskan bahwa manusia harus saling tolong-menolong dalam kebaikan?

Manusia ditakdirkan untuk menjadi pemimpin di muka Bumi. Karena nasib Bumi ini dan isinya ada di kedua tangan kita. Setiap hal diciptakan karena punya fungsi masing2. Bahkan orang2 miskin. Bahkan serangga2 yang aku benci karena bentuk mereka yang menjijikkan. Bahkan sahabatku yang psikopat itu.

Ngomong2 tentang fungsi seorang psikopat... secara sederhana, psikopat ada agar psikiater, polisi, detektif, pengacara, hakim, penulis, sutradara, pemain film, musisi, pengusaha bioskop, penjual tiket, janitor yang kerja di dalam bioskop dll mendapat penghasilan.

Dan bagi saya pribadi, membaca buku atau menonton film tentang psikopat memang sangat seru dan menyenangkan."

Demikianlah ia menulis dan menyimpan tulisannya itu pada pukul empat kurang sepuluh menit dini hari. Lalu ia mematikan laptop dan mp3 playernya. Lalu ia merebahkan dirinya di atas kasur, membaca doa sebelum tidur dan memejamkan mata.


| Jangan Asal Copy Paste



Free Web Hosting with Website Builder

Comments (0)


IndoBanner Exchanges

Copyright 2008, Penulis-Indonesia Inc. All Rights Reserved
FAQ | Terms of Service | Contact Us | Open Banner


Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis