
Meskipun ia jarang berkumpul dengan teman2nya, mereka tahu betul kebiasaannya. Dia malas belajar tapi rajin menonton film (alasan kedua kenapa laptopnya runs-low, selain ia melakukan pelestarian dan pengembangbiakan virus, worm dan spam di dalamnya). Ia mengerjakan tugas2 dan ujian2nya asal2an, tapi sangat serius ketika menonton film. Alisnya selalu mengerut, matanya melotot, lehernya terjulur ke depan dan badannya agak membungkuk, seakan2 ia siap mengejar dan menerjang layar tv di hadapannya. Ia siap menangkapnya. Lalu menyimpannya baik2 bahkan mungkin akan ia bawa ke dalam kubur. Teman2nya asik bergosip ketika ia tenggelam dalam pikirannya sendiri. Ada sebuah kabel transparan yang menyambungkan benda berlayar tabung sinar katoda itu dengan jaringan otaknya. Dan sekotak kaca 17 inci pun berubah menjadi ruang penuh warna, gerak dan suara yang sinyalnya dikirim oleh radio dari satelit di orbit geosyncrhonous, diterima oleh antena tak kasat matanya, menembus lensa penglihatannya dan menggetarkan gendang telinganya.
Ada banyak film yang telah ia tonton. Ia KETAGIHAN menonton film2 action-thriller, terutama yang mengangkat tema tentang mafia, gangster, triad, yakuza, pembunuh bayaran, bounty hunter dan organisasi2 bawah tanah semacam itu. Ia termasuk fans antihero, yang tak mendukung FBI atau CIA atau polisi atau pemerintah untuk menghabisi para kriminal kompleks berbasis skema taktis itu. Dan ia hanya tertawa ketika ia menemukan tak ada sutradara Indonesia yang mengangkat tema semacam ini padahal negara itu adalah sarang penyamun. Markas besar dan pusat jaringan2 kriminalitas kompleks superjenius yang isinya psikopat semua.
Ambil saja UAN SMA sebagai contoh kecilnya. Sudah rahasia umum bahwa "mereka melarangmu menyontek tapi mereka menyuruhmu untuk bekerjasama". Atau Organisasi Produksi, Distribusi dan Penjualan Barang Bajakan dan Organisasi Gelandangan, Pengemis dan Bencong atau Undiscovered, Unlimited Hack/Crackers' Project in Progress sebagai contoh yang lebih major. Semua itu ada di Indonesia.
Seharusnya kita kembali ke topik utama blog posting kali ini, tapi saya lebih tertarik untuk bicara tentang jaringan2 kriminalitas kompleks superjenius yang kita singkat sebagai JJKKS. Hal ini membuktikan bahwa betapa cerdasnya otak2 manusia yang tinggal di arkipelago atau nusantara bernama INDONESIA ini. Saya sangsi tentang eksistensi JJKK yang sejenius dan sekuat ini di negara2 Asia khususnya Asia Tenggara lainnya. Seandainya ada, lupakan tentang itu. Jika kita bicara musuh, halooo... tetangga kita sedang melempari kita dengan panah api nih hoy!
Objection! PROVOCATING ACTION. Keberatan diterima. Ganti topik?
Bukan begitu... maksud saya, kita mampu mengalahkan "musuh kita yang satu itu". Jelas bukan fisik lawan fisik. Tapi sesuatu yang kita pelajari sejak zaman penjajahan dulu. Sesuatu yang klasik, tapi asik. Perang GERILYA. Underground movements.
Every face has its own dirty secret. Biarkan mereka pikir kita lemah dan sekarat. Biarkan mereka pikir diri mereka adalah pencuri yang terhebat. Tuhan adalah seadil2nya hakim.
|
