Seakan salju yang menggumpal menutupi indah cerah savanna
Akan hilang meleleh tatkala mentari tersenyum menghangat
Segala luka, amarah, pendaman kesedihan yang pernah kau bawa
Pun hilang berganti sebuah rasa yang kini hanya sanggup memuja
Huna… adakah kau lihat ku membahagia bersamanya di sini?
Dapatkah kau dengar tawa yang kadang masih selingi gurau ini?
Mungkinkah sesekali kau hadir dalam hangat kami kini?
Seperti juga rindu yang selalu tumbuh untuk memelukmu lagi…
Aku hanya punya tujuh dari hampir dua puluh sembilan yang kau miliki
Namun itu adalah tujuh terbahagiaku
Aku hanya dapatkan satu dari tiga yang kita inginkan
Tapi dia adalah satu terbaikku
Ketika kini genap 29-mu yang bahkan tak sempat kau singgahi
Biar aku dan dia ‘kan banggakannya untukmu
29 yang sempurna…untuk pertama kalinya tanpamu
29-mu yang hanya kunikmati berdua dengannya
Tak kuharap yang bukan seperti ini walau lebih indah pun
Kaena terindahku t’lah kupastikan ketika bersamamu
Jika kini pun ku tak lagi bisa milikimu tuk bersamaku
Sepenuhnya ku tahu bahwa kau t’lah dapatkan indah abadimu
Seperti juga segala perasaan yang hingga kini masih bernaung
Seperti juga sebuah kebanggan yang kemudian memujamu
Seperti juga tengadah doa terbaik di hari ulang tahunmu ini
Tetap mengabadi tanpa batas fana, selalu untukmu dan menyebutmu…
(* Hunnaaa..! Kangeeennnn...!! Huhuhuhuuuu... )
|
