
Desah degup ini bahkan tak lagi mampu
Mencerna nyata ataukah ini semu
Siluetmu hadir kembali bersama debu
Yang sekuat tenaga ku tiupnya dulu
Senyata hati yang bersenyawa mendayu
Menyambutnya meski hanya dengan kelu
Yang t'lah tergantikan oleh berjuta indahmu
Dan suara yang kurindukan dari gelakku
Bisikan yang dulu terbang bersamamu
Menjauh dan memang bukan untukku
Kini seakan berbuah hentakan melagu
Janji pun terucap bersama lirih rindu
Semu, maya, atau fana tak lagi peduli ku
Seutas janji bahagiakan tanpa deJavu
"di sini selamanya ku 'kan temanimu...
...dan memilihkan gaun pengantinmu"
* perhaps this would be my last poem for him.. i dunno..
|
