Komunitas Penulis Indonesia
Search:   
Home    Search    Groups    Chat     Events    Games     Direktori     Invite    Help Signup    Login

CINTA SELALU INDAH - letter in reviews
17:14 on 10/3/2008


Tak satu pun dari kita yang berharap akan kehilangan. Apalagi kehilangan seseorang yang kita cintai sangat. Seseorang yang mungkin selama ini selalu kita butuhkan dan selalu bersama kita. Seseorang yang bahkan telah berani mengambil langkah untuk menjalani hidupnya bersama kita. Seseorang yang kemudian pergi meninggalkan sejuta cerita indah yang pernah tercipta dan juga sewujud hasil cinta yang yang akan selalu ada di hadap kita, untuk kita pelihara dengan segenap rasa, tanggung jawab, serta kekuatan yang awalnya bersama. Sakit, sedih, putus asa, lemah, dan segala yang terburuk dari perasaan kita lainnya. Karena di saat yang sama kita juga tetap merasakan indahnya cinta dalam kenangan. Jangan tanyakan, aku sangat pernah akrab dengan kehilangan dan kenangan itu.

 

Dan ketika kita sedang dalam keadaan itu, tiada lain yang kita inginkan dan butuhkan selain perhatian. Seberapapun egoisnya kita sebagai manusia, sebagaimanapun individunya kita bersifat, sebesar apapun kita ingin bersendiri, tetap sebuah perhatian lah yang akan sangat kita butuhkan saat kita keluar dari semua kesendirian itu. Bahkan jika mungkin, perhatian dari seseorang yang dapat dijadikan sebagai pengganti dan bersosok sama, tak jarang kemudian menjadi dambaan. Mengapa pengganti..? Mengapa bersosok sama..? Karena terkadang keegoisan hati kita yang tak mampu melawan logika. Dalam benak, kita teramat sadar bahwa seseorang yang telah pergi untuk selamanya itu memang sungguh-sungguh telah tiada dan tak mungkin lagi termiliki, namun segala perasaan di hati kita yang masih  membutuhkannya, membuat kita tak mau melepaskan sosoknya begitu saja.

 

Dan bayangkan, betapa bahagia jika kemudian dalam hidup kita yang sedang kehilangan itu, benar-benar hadir seseorang lain yang mampu melengkapi kekurangan kita akan kebutuhan itu, dan dapat mengisi kekosongan itu. Terlebih ketika seseorang yang baru itu juga bisa memberikan cinta yang tulus. Maka terdekaplah bahagia itu. terlelap dalam lagu-lagu cinta yang baru, tenggelam dalam puisi-puisi kasih yang dalam dan indah, serta larut dengan arus yang selalu bisa mendebarkan degup jantung kita, yang mungkin merupakan bagian hidup yang sangat diidamkan oleh siapapun. Sekali lagi jangan tanyakan, karena aku juga sangat pernah bersahabat dengan bahagia setelah kehilangan itu.

 

Semua berjalan indah. Sangat indah. Hingga kemudian seseorang dengan cinta yang baru itu dengan segenap keberaniannya mampu mengungkap sebuah kebenaran, yang mungkin akan menyakitkan bagi kita yang sedang kembali belajar bercinta. Sebuah pengungkapan kebenaran yang terjadi bukan karena kita sedang berbuat kesalahan. Sebuah pengungkapan kebenaran yang bukan merupakan hukuman. Kebenaran yang seharusny adapat terlihat lebih awal. Kebenaran yang kemudian menyadarkan kita bahwa ternyata keadaan tak lagi membuat kita bisa untuk saling mencinta. Tak boleh lagi untuk saling berbagi kasih. Keadaan, dan hanya keadaan lah yang mengikatnya begitu. Kecewa, sedih, marah, rendah diri, dan sekali lagi kita rasakan segala perasaan yang terburuk. Ya, kali ini pun aku akan tetap katakan bahwa aku juga pernah bergumul dengan galau itu.

 

Dan saat itu, sekali lagi karena egois kita, menginginkan untuk tetap bahagia, kita mungkin akan memutuskan untuk tak pedulikan keadaan yang tak membolehkan itu. Egois yang berteriak, "Aku sedang membutuhkan kekuatan itu..!". Kekuatan yang telah diberikan oleh cinta yang baru. Karena saat itu kita merasa bahwa hanya kekuatan itu yang dapat bantu kita untuk tetap miliki semangat bertahan dan jalani hidup selanjutnya. Kekuatan itu yang ingin dipertahankan dengan segala kemanjaan hati kita yang sedang melemah. Maka bertahanlah kita tetap pada cinta itu, dengan segala pengorbanannya.

 

Berhari, berminggu, berbulan, berjalan pasti melangkah bersama dalam harapan-harapan yang untuk kita mungkin adalah hakiki, tanpa pedulikan orang mencaci bahwa harapan itu tak mungkin tergenggam dan hanya semu belaka. Dan akhirnya, jika kita telah sampai pada suatu waktu di mana kita ingin melepaskan harapan-harapan itu, mungkin adalah karena kita baru tersadar dari nurani yang tertidur sesaat, seperti saat kita sedang bermimpi. Karena mimpi itu begitu indah dan nyata, dan kita bahagia terlena di alamnya. Kita akan merasakan ingin benar-benar terbangun dari mimpi itu, dan ingin kembali menapaki hidup yang senyatanya. Mungkin kurang lebihnya, akan dapat terwakili dengan kata-kata berikut ini ;

 

Cinta tak akan menyakiti, tak 'kan pernah sanggup

Cinta itu selalu begitu tulus dan indah

Dan ku tak ingin ingkarinya, sehebat ku tak ingin nodainya

Menyakiti siapapun, yang ada di luar lingkaran cinta sekalipun

...tak 'kan juga tercipta, tak seharusnya ada

Kekuatan cinta yang sesungguhnya...

...adalah ketika seluruh keliling kita pun berbahagia

...dan merasakan sejuk indah birunya cinta kita

Dan ketika cinta itu membuat mereka luka..

...maka benarkah itu cinta..?

Cinta itu bertumbuh dari hati

Seperti juga kita 'kan nikmatinya dengan hati

Dan kita tercipta dengan hati

...yang indah, suci dan bersih menyempurna

...karena kita adalah manusia

Maka jika kini ku pergi, bukan karena inginku tapi harus ku

Karena meski berat ku, namun tetap indah untukku

Karena ku masih manusia yang utuh miliki nurani itu

 

Ya, ini cerita tentang kita. Keterlenaan kita pada indah cerita. Kebersamaan kita dalam merajut asa hakiki yang menurut mereka semu belaka. Kekekalan mimpi kita yang katamu sangat mungkin untuk diraih. Dan hingga kini, tentang ketersadaranku bahwa cinta kita menyakiti. Kasih, maafkan jika ku kini harus pergi dan akan relakan kau pergi. Dengan cintaku, harap dan doaku selalu bersamamu, untuk segala terbaikmu, dan agar kau berbahagia dengan segala kesempurnaan yang t'lah dimilikinya. Dan jangan pernah lagi ada rasa yang akan menyakiti di antara cinta kalian. Kasih, kupastikan bahwa ku 'kan bahagia dan baik-baik saja di sini, dengan syahdu cinta baruku, dengan cinta siapapun buatku, dengan senyum tulusku, dengan percayaku bahwa kau masih cintaiku, dengan tangis bahagiaku, karena cinta itu kapanpun selalu indah. Terima kasih 'tuk segala indahmu

 



| Jangan Asal Copy Paste



Free Web Hosting with Website Builder

Comments (12)
Anonymous - 13:17 on 14/6/2008  [ message ]
TB : Yapp..agree.. terkadang memang harus merelakan apapun demi seseorang yg qta cintai, tetapi buatku "kebahagiaan orang lain" tdk trmasuk dlm kategori "apapun" itu. Dan...agree juga, cintailah cinta dgn apa adanya. Agree bangettt! And this is how I love "the love" on the way it is.. Inilah caraku mencintai cinta itu..
Eh btw, lu kok ga prnah Ol lagi sih bro?! Thanx anyway..
TB - 14:10 on 22/4/2008  [ message ]
cinta itu apa sech! kadang kita harus merelakan apapun demi seseorang yg kita cintai, tapi ingat cinta itu permainan hati dan pikiran. benci itu bukan musuh dari cinta tetapi benci itu adalah suatu proses pendewasaan dan pembelajaran bagi cinta supaya cinta bisa lebih bijaksana dan semestinya. cintailah cinta dengan dengan apa adanya
mamakey - 08:41 on 11/3/2008  [ message ]
- Erwin : Bahagiaku adalah manakala semua orang di sekitarku berbahagia dan tak ada yang terluka. Makasih ya, Win..
mamakey - 19:18 on 10/3/2008  [ message ]
- Ismanto : Hmmm...jangans elalu mengalah pada keadaan? Maksudnya?? Kayaknya kali ini harus deh, Is... Hhhghhh...
Ismanto - 19:10 on 10/3/2008  [ message ]
cinta tidak menyakiti tapi salah satu ikhlas. jangan selalu mengalah pada keadaan fey. cinta tetep cinta walaupun tak memiliki bukan?
mamakey - 19:06 on 10/3/2008  [ message ]
- Ismanto : Iya, Is...apalagi kalau sampai cinta itu akan menyakiti orang lain. Hmmm...lebih baik aku yang mengalah dan berkorban dengan sakitku karena tak bisa memiliki. Tapi tetap indah kok. Makasihya, Is...
Ismanto - 18:58 on 10/3/2008  [ message ]
Maka jika kini ku pergi, bukan karena inginku tapi harus ku

Karena meski berat ku, namun tetap indah untukku

Karena ku masih manusia yang utuh miliki nurani itu

ini yang aku suka fey. sangat dalam artinya, sampai aku terdiam sejenak membaca tulisan fey.
cinta itu memang bukan keterpaksaan.
mamakey - 18:48 on 10/3/2008  [ message ]
- Nunee : Terkadang cinta itu abadi, Mbak. Semoga begitu. Karena buatku begitu...

- jenggot : Iya, meskipun cinta itu sudah berupa endapan, tetap indah. Seperti cintaku pada mendiang suamiku, Van.

- gie : Hmmm..."memanteraimu".. I love that word..! Thanx, gie..!

- myzan : Hadduuuhh..! Kamu bener bangeettt..!! Cinta emang ga pernah salah, ga bisa dipersalahkan. Thanx ya, Zan..!
myzan - 18:33 on 10/3/2008  [ message ]
love is nver wrong..
ayuyojana - 18:30 on 10/3/2008  [ message ]
berjalanlah, kasih. aku tak memberatimu lagi. karena seperti katamu, engkau tetap akan pergi, kini atau nanti. bergeraklah, raihlah kegembiraanmu. yakinlah, dari tiap sujud sempurnaku, akan tetap lahir doa-doa terbaik tempaan ribuan tahun, yang memanteraimu, menjagamu, agar tetap bahagia, seperti saat sebelum engkau denganku berjumpa....
jenggot - 18:03 on 10/3/2008  [ message ]
indahnya cinta sampai kapanpun tetap indah.
Nunee - 17:43 on 10/3/2008  [ message ]
Cinta tak abadi seperti apapun yang ada di dunia ini ya Mbak!


IndoBanner Exchanges

Copyright 2008, Penulis-Indonesia Inc. All Rights Reserved
FAQ | Terms of Service | Contact Us | Open Banner


Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis