 |
|
|
|
|
 |
 |
Mamaku.... (cerita arka)
15:11 on 2/9/2008
Nah itu dia mamaku
Menurutku dia perempuan paling cantik, dia memang tidak seperti bintang iklan yang sering kulihat di iklan XL atau yang suka main di sinetron kesukaan si bibi yang selalu menemaniku. Apalagi kalau sudah cerewet dan marah-marah melihatku susah makan atau tidak menuruti perkataanya mesti matanya melotot, sedikit mendelik dan kata-kata mengalir deras dari bibir tipisnya. Tapi itulah mamaku..aku suka bilang padanya "mama cantik tapi cerewet" dan ketika kulihat bibirnya cemberut kutambahkan kata-kata dalam kalimatku."tapi cerewetnya demi kebaikan." dan dia akan tersenyum memeluk dan mencium pipiku, padahal kata-kata itu juga aku contek dari omongannya saat dia lagi marah-marah....hihihii.
Mamaku kalau kerja dari pagi sampai lewat magrib, kadang-kadang juga malam. Aku sering merasa kesal kalau mama terlambat pulang karena aku tidak bisa tidur di pelukannya. Mama bilang aku manja tapi aku cuma ingin ada di dekatnya saat mau bobo. Kalaupun ada mama seringkali aku malah memilih tidur agak jauh darinya, untukku yang penting dia ada.
Dulu ketika mama masih satu rumah dengan Papa, mereka sering berantem. Pada suatu sore yang gelap,saat itu kebetulan mati lampu, aku melihat mereka berantem dan papa menampar mama. Setelah itu kudengar mama menangis, dan papa pergi. Keesokan harinya kuceritakan pada bu guru kalau aku melihat mamaku ditampar , entah mengapa bu guru tampak risau mendengar ceritaku.
Mama juga dulu sering menangis hingga lingkaran di matanya menghitam. Mama lebih sering pulang malam, bahkan pernah saat kuterbangun tengah malam, dia tidak kutemukan di kamarnya, hingga aku menangis sepanjang malam dan mama baru pulang dini hari. Mama jarang tersenyum, bahkan kalaupun aku ingin mengajaknya berjalan-jalan cukuplah kita berjalan-jalan dari rumah ke sebuah supermarket lalu pulang lagi dengan berjalan kaki, saat itupun pikiran mamaku tampak mengembara. Aku suka heran dan kesal padanya hingga aku lebih sering menangis, rewel dan marah-marah pada si bibi dan kakak perempuanku. Kakak perempuanku pun sama saat itu dia sering tampak muram dan sedih. Dia juga suka membentak-bentakku dan si bibi hingga akhirnya kami berdua menangis.
Kami lalu pindah ke rumah kakek, mama masih sering terlihat muram , namun kami jadi lebih banyak menghabiskan waktu bersama. Mamaku suka mengajak ngobrol kakak perempuanku, Aku tidak mengerti tapi mama sering mengajak kakakku ngobrol berdua di kamar.Lucunya setelah ngobrol kadang kulihat mereka berdua menangis dan mama membenamkan kepala kakakku di pelukannya.
Malam itu jika tidak salah kudengar mamaku berkata bahwa mama sekarang resmi pisah dari papa. Aku lalu bertanya kenapa mama mesti pisah dari papa. Lalu mama berkata bahwa mama suka berantem kalau lagi sama papa dan mama gak mau berantem lagi. Aku terdiam sejenak lalu aku bilang "iya ya..papa kan dulu pernah tampar mama.." Entah mengapa ada air mata mengalir di pipi mamaku ketika itu .Dia hanya memelukku dan berkata "iya itu dulu".
Sejak itu, mama lebih sering tersenyum dan mengajak kami bermain. Mama sering mengajakku dan kakakku tidur bersama di tempat tidurnya yang sempit. Biarpun berhimpit-himpitan aku dan kakakku senang sekali tidur bareng mama.
Makin hari kami makin dekat, mama sering mengajak kami ngobrol dan bercerita. Terutama setelah mama memperkenalkan kami pada seorang oom yang berbeda sekali dengan papaku, tapi oom ini selalu senang mendengar cerita kami dan bercerita pada kami. Dari oom ini aku dikenalkan pada macam-macam jagoan, kalau dulu yang kukenal hanya superman, spiderman dan batman, kini aku kenal jagoan-jagoan lainnya, dan tidak semuanya itu badannya berotot.
Tubuh Oom ini kurus, tapi suatu ketika saat kita sedang jalan-jalan di hutan, kami melewati jalan yang licin dan terjal, dia menggendongku, lalu dia menarik tubuh mamaku yang hampir jatuh terpeleset. Sekarang aku percaya kalau pahlawan dan jagoan memang tidak semuanya berotot besar. Aku sangat senang jika dia ada. Mata mama selalu berbinar jika kami bermain dan tertawa-tawa bersama oom ini. Walaupun dia tinggalnya di luar kota dan kami jarang ketemu, tapi tiap hari aku ngobrol dengannya di telepon dan aku tidak mau melewatkan kesempatan ngobrol dengannya biarpun kadang aku bingung mesti ngobrol apa, tapi satu hal yang pasti aku tanyakan padanya.."hallo oom, lagi ngapain, dimana?" dan dia akan menjawab pertanyaanku dan bercerita padaku tentang apa yang sedang dia kerjakan.
Aku dengar mama mau menikah dengan oom ini, aku senang karena mamaku akan lebih sering tersenyum, kata bu guruku kalau yang sudah menikah bisa hamil dan punya bayi kecil. Aku akan menjadi kakak...horeee.... Aku sudah bosan jadi yang terkecil di rumah ini. Bahkan sudah kuberikan beberapa nama yang nantinya akan bagus untuk calon adikku. Terpikir juga olehku untuk punya adik kembar. "Mama aku mau adik kembar.."kataku . Mama cuma bilang "iya..doain aja ya.."
Aku senang melihat mamaku tersenyum, aku senang dekat dengannya. Aku ingin punya adik kecil, dan bermain bersama adik kecil.Aku juga ingin oom itu ada di dekatku bahkan pernah memintanya menginap di rumahku, tapi kata mama nanti aja lain kali. Aaah.. kapan ya??? Aku juga pengen ikut ke kotanya Oom ini dan jalan-jalan di sana, biarpun kata mama di sana tempatnya panas dan berdebu tapi kayaknya asyik deh..apalagi ikut muter-muter naek motor sama dia.
Aku juga pernah bertanya langsung sama mama.."mama nanti mau nikah sama oom? Mama balas bertanya "emang ab mau oom jadi ayah ab..?" Aku jawab "Iya.." Mama lalu tersenyum dan berkata dengan mata menerawang " Iya..doain ya sayang"
doain ya...(mamanya arka).
| 
|
|
|
|
Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis
|