 |
|
|
|
|
 |
Writers Comunity and Writing resources, news and discussion for authors / writers, editors, and publishers

 |
02:59 22/7/2008 -
3 comments
- [ post comment ]
jika republik rakyat china manganut paham politik liberal dan bukan paham komunis?
sepertinya kutub selatan dan utara kemungkinan besar akan lebih cepat menguap.
|
 |
02:54 22/7/2008 -
3 comments
- [ post comment ]
apakah sebetulnya yang menjadi pertanyaan terbesar dalam sejarah umat manusia itu?
bukan sekedar pertanyaan basa-basi,sungguh2 permintaan akan jawaban...
|
 |
02:50 22/7/2008 -
2 comments
- [ post comment ]
bertanya tentang tuhan mencari tahu siapa kita lewat alam lewat cinta lewat sabdanya dalam jiwa semoga kita tidak terperdaya...
dikutip dari gumaman seorang kawan
|
 |
16:38 14/4/2008 -
4 comments
- [ post comment ]
nah yang satu ini cerita kemaren pagi. alkisah, hari itu saya dan sekitar 30 jutaan pemilih di tatar pasundan, menyemarakkan pesta politik alias pilgub untuk yang pertama kalinya!wow keren kan?!. seperti biasa hari itu saya saya bangun setelah matahari agak tinggi -kebiasaan idiot yang sukar dienyahkan!,sepertinya saya masuk dlm klasifikasi bang rayasmoro untuk jd kaum pilonian dlm hal ini(pinjem istilahnya bang) -padahal semua orang tahu bahwa pagi hari itu sungguh indah!cm sayang, saya jarang sekali melewatinya,hehe!mungkin saya tidak masuk dlm semua orang itu. cukup melanturnya Gun!!! balik lagi ke soal pesta politik. syahdan, pagi itu saya mendapati kenyataan yang hanya terjadi ketika lebaran tiba. yaitu, suasana yang nyaris sepi ! walah!!! ini keajaiban!!! saya baru ngeh sama penyebab situasi ini setelah adik saya menyodorkan satu lembaran putih ber-cap KPU. oalah ternyata pilkada toh yang jadi sebab musababnya. hmm, ikut nyoblos apa enggak ya?saya bertanya2 dlm hati. setelah melalui berbagai macam fiqri bazuri alias perang pikiran yang dibuat2,ya maksudnya untuk lebih mempertegas kesan dramatis hari itu saja sebetulnya. singkat cerita saya memutuskan untuk menyalurkan aspirasi politik saya. dengan langkah kaki yg panjang2 dan pasti,sampailah saya di lokasi TPS yang berjarak hanya sepelemparan mata saja dr rumah saya, tepatnya bangunan SD di seberang jalan. setelah menyerahkan surat undangan mencoblos dan mendapatkan no urut 14,saya duduk manis dibangku yang tersedia bersama warga se-RW. setelah sedikit basa-basi dan hahahihi dengan kang datuk-bujangan lapuk berumur 43tahun tetangga saya yang kebetulan mendapatkan satu angka persis setelah saya,akhirnya nama hadi gunawan solihin dipangil juga. santai saja saya berjalan menuju meja panitia untuk menerima kertas suara, masih dengan sikap santai dan kontrol diri yang nyaris sempurna saya melangkahkan kaki menuju ke bilik suara,dengan maksud tidak lain dan tiada bukan adalh demi untuk memilih gubernur saya. setibanya di bilik suara baru saya menyadari bahwa saya belum punya jagoan untuk dipilih!!!waduh gimana ini ya?mendadak kontrol diri yang mengagumkan serta sikap santai yang memesona itu sirna seketika berganti dengan wajah konyol diiringi ucapan spontan yang tidak kalah konyolnya"aduh lieur euy,milih mana nya (aduh pusing nih,pilih yang mana ya)?"dhadapan masyarakat RW04 yang terhormat!!!bayangkan betapa malunya saya saat itu. tentu saja para hadirin sedikit syok kekhusyuannya berpolitik terinterupsi oleh ketololan saya. ada yang bereaksi dengan tersenyum,menggelengkan kepala,tertawa,bahkan melotot marah pada saya, ada juga yang bereaksi dengan langsung membentuk kelompok paduan suara dadakan yang hanya mengenal satu nada"huuuuuuuuuuu....."tetapi, kang datuk si bujangan tua itu bereaksi sepersekian detik setelah kegaduhan berakhir dengan mengatakan"wah lamun lieur mah kudu buru2 diubaran, jang(wah kalau pusing harus cepet2 diobatin nak)!"katanya. saya hanya tersenyum bingung menanggapinya."pan eta ubarna aya didinya dicekelan ku hidep(kan itu ada obatnya dipegang sama kamu!!)"lanjutnya. setelah sadar apa maksudnya saya langsung tertawa dan serasa mendapatkan pencerahan!!! tentu saja kalau kita pusing harus diobati dengan obat sakit kepala!!!tanpa ragu2 saya akhirnya mencoblos no 3,pasangan cagub-wagub ahmad heryawan-dede yusuf alias pasangan HADE. tapi setelah dipikir2...saya dan warga tatar sunda lainnya kan tidak cukup hanya diobati pusingnya saja sama dede yusuf dan pasukan oranye-kuning/bodrex-nya. lagipula pasangan no3 ini sudah melakukan kecurangan dalam pemilu,mereka mendahului kampanye jauh sebelum pilgub diadakan. bayangkan saja,mereka berkampanye sejak tahun 1990an di televisi(iklan bodrex-red,hehehe!!!). setelah beberapa detik berdiri mematung dalam kebingungan di bilik suara dan diteriaki khalayak ramai supaya bergegas memutuskan. akhirnya saya coblos saja semuannya!soalnya saya juga butuh rasa AMAN alias agum gumelar-numan abdul hakim dan peran DA'i alias danny setiawan-iwan r sulandjana(baca-agama) dalam hidup saya.hehe..setelah kekeputusan itu saya kemudian melipat kertas suara dan memasukkannya kedalam kotak suara, lalu mencelupkan jari manis tangan kiri (ah, kapan ya jari ini dihiasi cincin,hehe)saya ke botol tinta sebagai tanda sudah ikut memilih. aaahhhh,akhihrnya beres sudah seremonial saya hari itu di pesta politik tahun ini. dan, saya merasa puas hati telah menyelesaikan hak dan kewajiban saya. "semoga beruntung bapak2 cagub-wagub"saya berseru dalam hati sambil tersenyum geli. itulah teman2 cerita saya kemarin, maaf sekali atas kosakata dan tata bahasa yang amburadul. maklum, saya kan cuma seorang egois yang berani2nya ngaku2 seorang penulis amatir. ibaratnya saya ini bagaikan mutiara berkualitas paling rendah yang terpendam dalam lumpur yang ada dikandang babi yang bau minta mapun yang bercampur kotoran dan belatung. dan ternyata, setelah diangkat dan dibersihkan dari lumpur serta digosok. walhasil ternyata saya bukan mutiara tapi batu kali!!!hahahaha.. sekian dan terima kasih!!! nb-kapan ya camat bisa dipilih langsung?padahal semuanya udh dipilih langsung?
|
 |
12:34 8/4/2008 -
8 comments
- [ post comment ]
samar saja sebenarnya suara itu raungannya tak lagi buas hanya tinggal kejayaan masa silam yang tersisa mangsa meledeknya dengan kaki lincah daging tak mampu lagi dia koyak yang ada.. hanya berebut usus busuk dengan lalat hijau yang menjijikkan oh.. alam benar-benar menunjukkan kekuasaannya yang kuatlah yang bertahan hidup
|
 |
09:47 2/4/2008 -
9 comments
- [ post comment ]
apa kabar kawan?oh tentu kau tak keberatan kupanggil kawan, aku merasa tidak harus memiliki keharusan untuk bertanya terlebih dahulu tentang kesediannmu. aku tahu pasti besar sekali hasratmu untuk kupanggil kawan. hampir seumur hidupmu kau mendambakan hubungan yang harmonis denganku, tampaknya kamu beranggapan bahwa aku adalah kunci sukses hidupmu yang menyedihkan itu. terserahlah apa anggapanmu, tak perlu aku berkeberatan, tak perlu pula aku berdebat denganmu tentang fungsi diriku. apalagi sampai aku harus mengoreksi kekeliruanmu. aku tercipta bukan untuk itu semua,biar saja pengalaman yang menanganinya.
kawan, seumur hidupku aku selalu menjalankan tugas2ku dengan sangat baik. aku tidak pernah sekalipun mengalami kegagalan. aku mencintai sekaligus membenci diriku karena itu. aku tahu karena rasio keberhasilanku yang seratus persen itulah kau sangat memujaku. aku berperan sama sempurnanya dalam lakon kebaikan dan keburukan. tak pernah aku perduli sebab apa aku ditugaskan ataupun akibat apa yang akan timbul dari kehadiranku. disaat yang bersamaan aku bisa berperan sebagai dewa penolong bagi dua orang bayi yang kelaparan dan malaikat kematian bagi seorang ibu muda yang sedang hamil.
selamanya aku tidak mungkin untuk mengambil sikap atas sesuatu hal. itulah kutukanku itulah takdirku itulah deritaku. aku hanya bisa mematuhi apa yang diperintahkan kepadaku. kemandirian adalah suatu kemustahilan bagiku. kawanku, aku dan kau adalah satu kesatuan, aku membutuhkanmu karena tanpa kehadiranmu aku tidak akan pernah ada. begitupun kau tanpa aku hanya akan menjadi manusia primitif yang lugu.
kaulah yang menciptakan aku, kau selalu memberi bentuk yang berbeda kepadaku, aku pernah menjadi garam, cangkang kerang, batu-batuan, logam-logam mulia, dan kertas. bentuk apapun yang kau beri padaku tugasku tetap sama. melayanimu dengan sempurna.
kawan, selama kau hidup selama itu pula aku ada. kematianku ditentukan oleh kebinasaanmu.
kawan, tidak mungkin bagiku bisa dikuasai oleh ruang dan waktu. aku adalah udara, aku akan selalu ada dimanapun kau berada. kau tidak akan bisa menyingkirkan udara dalam hidupmu. ketidakhadiranku dalam sendi2 kehidupanmu adalah bencana besar. namun, kurasa sedikitpun tak pernah terlintas dalam benakmu untuk menyingkirkanku bukan?itulah perbedaan yang teramat nyata diantara kita. kau selalu menginginkanku karena kau tahu kau tak bisa melakukan apapun tanpa aku. sedangkan aku, betapapun kaulah mengapa aku ada, tak pernah aku menginginkanmu.
ingatlah satu hal kawanku yang malang, aku hanya bisa hidup di dunia logika. selama kau berada di alam logika selama itulah aku berguna untukmu. aku tak berdaya sedikitpun di alam nurani.
oh tuhan yang maha kuasa...putuskanlah rantai yang mengikat ini.
|
 |
23:35 6/3/2008 -
7 comments
- [ post comment ]
Aku percaya terhadap pengetahuan, tetapi aku lebih percaya terhadap nurani.. Ketika nurani dibutakan oleh kilauan intelektualitas yang semakin terang benderang , ketika itu pula kita mulai melupakan orang2 yang telah berjasa kepada kita. Saya bukan bermaksud untuk mencela ke-intelektualitas-an yang dalam pencapaiannya itu telah banyak sekali mengorbankan waktu, mengorbankan tenaga, bahkan terkadang pula mengorbankan nyawa. Yang saya ingin sampaikan hanyalah bahwa intelektualitas yang kita miliki saat ini tidaklah kita capai sendiri, dan intelektualitas itu juga selamanya tidak berdiri sendiri. Intelektualitas yang berdiri sendiri tidak berarti apa2 serta akan kehilangan fungsi utamanya sebagai salah satu alat pencapai kebahagiaan. Pernahkah kita dalam buaian rasa bangga terhadap ilmu pengetahuan yang kita miliki(untuk sementara) mengingat masa2 ketika kebodohan dan ketidak tahuan begitu eratnya memeluk?pada masa ketika rasa ingin tahu adalah api semangat kita. bukankah pada masa2 itu kita sangat tergantung kepada para “guru” kita? Ketika rasa ingin tahu itu selalu memunculkan pertanyaan2 yang tak henti meminta jawaban, kita terkurung dalam bingung dan terhempas oleh dahsyatnya daya ledak milyaran sel-sel otak yang bahkan belum terhubung dengan sempurna. Bukankah pada saat itu kita berlari dan menabrak pintu ilmu ”guru2” kita untuk meminta jawaban? Alangkah indahnya masa2 itu. Dalam usia yang begitu muda kita menyerap berbagai pengetahuan dengan antusiasme yang besar dan tak kenal lelah. Setiap tetes pengetahuan yang dapat kita tampung, kita bagikan dan percikkan kembali ke sekitar kita. Sesungguhnya pada saat itulah kita benar2 telah menjadi makhluk yang memiliki nurani dalam mencari ilmu. Mungkin Seperti itulah nurani ilmu pengetahuan, bahwa kita tidak hanya menyerap ilmu dan kemudian terjebak oleh rasa ingin tahu kita sendiri. Mungkin sejatinya memang nurani ilmu pengetahuan adalah ketika kita membaginya dengan orang lain bukan ketika memiliki ilmu pengetahuan. Seringkali dalam balutan ilmu pengetahuan, kita mengurung diri dengan begitu egoisnya dari lingkungan, kita melangkah dengan kaki yang berjingkat seolah kita takut bahwa jubah kecerdasan kita akan ternoda oleh kumalnya tikar kebodohan. Alangkah naifnya diri ini, seolah kita tidak menyadari bahwa jubah ini disulam dari potongan tikar2 itu. Lantas jubah itu kita lapisi dengan cat emas pendidikan. Namun sayang, sepertinya kita juga lupa bahwa cat itupun pada akhirnya akan luntur oleh derasnya hujan usia yang menerpa, dan itu terjadi tanpa sedikitpun kita akan mampu untuk mengingkarinya. Bahkan dengan payung ilmu pengetahuan manusia yang paling sempurna sekalipun. Sepertinya kita memang harus menapaktilasi perjalanan hidup kita sendiri. sungguh suatu hal yang sangat menjijikkan jika kita merasa diri kita memiliki pengetahuan yang lebih baik daripada orang lain. Tidak sadarkah kita bahwa menganggap orang lain lebih bodoh berarti menganggap diri kita sendiri bukanlah seseorang yang memilii nurani ilmu pengetahuan. Sungguh suatu kejahatan yang teramat mengerikan terhadap kemanusiaan jika kita menggenggam ilmu pengetahuan itu hanya untuk diri sendiri. sungguh suatu ketololan yang luar biasa jika kita merasa bangga dan menjadi sombong dengan ilmu penegtahuan kita ini. Sekarang mari kita bertanya kepada diri kita sendiri, apakah pengetahuan ini benar2 milik kita?dengan cara apakah kita apakah kita mempertanggungjawabkan ilmu pengetahuan itu?dan pertanyaan yang teramat penting adalah:apakah kita memiliki nurani ilmu pengetahuan? Celotehku,2008
|
 |
22:36 3/3/2008 -
6 comments
- [ post comment ]
AKU AMBIL KOREK API, AKU NYALAKAN, NYALA, KEMUDIAN PADAM, ANGIN BERTIUP KENCANG, KUAMBIL LAGI, DAN KUNYALAKAN LAGI, NYALA LAGI, DAN KEMUDIAN PADAM LAGI, TERUS SAJA AKU LAKUKAN, SEKALI-KALI TAKKAN BERHENTI,
|
 |
21:20 3/3/2008 -
4 comments
- [ post comment ]
jam 2malam tadi aku terbangun dari tidurku yang tidak nyenyak, diatas kasur yang tidak empuk,di kamar yang tidak wangi, dan ditemani nyamuk2 yang sekalipun tidak pernah ramah kepadaku. tapi aku bangun bukan karena serba ketidaknyamanan itu. aku terbangun oleh sesuatu yang lebih mengerikan dari sakit bisul yang tumbuh di pantat! tidak lain dan tidak bukan aku terbangun karena serangan sakit gigi!!!penyakit menahun yang sudah kurasakan sejak jaman SMA dulu. karena sakit inilah sudah lebih dari 2minggu aku tidak bisa lagi menikmati pagi bersama secangkir kopi hitam. dan sebagai gantinya, selama 2minggu ini aku selalu menyeduh teh untuk menemani hari-hari sialku. ah sebetulnya tidak semestinya aku mengatakan hari-hari sial. karena bagaimanapun juga dengan adanya penyakit ini setidaknya aku bisa memberi sedikit waktu untuk ginjalku mengeluarkan kerak2 nikotin ditubuhku. atau, dengan hinggapnya penyakit ini bisa berarti semacam rem dalam hidupku. rem agar aku memberikan istirahat untuk tubuhku sendiri dari rutinitas. tapi sayangnya rem ini berupa sakit gigi!!! alangkah indahnya jika rem itu berbentuk jerawat saja!!!oh,tapi tunggu dulu. aku sama sekali tidak berbesar hati terhadap penyakit ini, hampir semalaman aku hanya merutuki nasib sialku saja.
untungnya, selama masa merutuki kesialan itu aku masih memiliki sedikit kesadaran untuk duduk manis didepan komputer, setidaknya menulis beberapa tulisan jelek. mesin tik sengaja aku pinggirkan sejauh-jauhnya. takkan tahanlah aku mendengar bunyi taktiktuknya yang pasti dalam setiap bunyinya syaraf2 gigiku tambah menggeliat. terus terang kalau meggy z mengatakan lebih baik sakit gigi daripada sakit hati, aku sedikitpun tidak akan mengiyakan. omong kosong itu. aku pernah sakit hati ditinggal kawin perempuan idaman tapi aku juga sering diserang sakit gigi, jadi aku tahu persis bahwa sakit gigi itu lebih sakit tuan dan nyonya!!! nah, selama didepan komputer itu, jari2 gempal ini terasa berat sekali untuk digerakkan. tahu kenapa? karena aku hanya mengetik dengan tangan kananku saja, lebih tepatnya dengan tiga jari saja. hanya telunjuk,jari tengah, dan jempol saja yang aku pakai mengetik. sedangkan tangan kiri, aku tugasi untuk mengusap2 pipi kiriku yang tampaknya sedikit bengkak.
sebetulnya yang aku tulispun tadi malam bukanlah sesuatu yang fenomenal. aku hanya menuangkan beberapa ide dan tema untuk cerpen,novel atau esai di masa depan. lumayan banyak juga ide2 yang kutulis tadi malam. aeh juga sebetulnya dalam kondisi seperti ini ide2 itu keluar dengan lancar. apakah aku begitu berbakat?(tentu saja tidak kawan!hehe). setelah penderitaan selama kurang lebih 1jam. akhirnya rasa sakit itu mereda. aahh terima kasih tuhan atas nikmat ini. serta merta aku menyiapkan jiwa dan raga dengan konsentrasi penuh untuk merealisasikan salah satu ide yang sudah aku tuliskan tadi. tema yang aku pilih yaitu tentang desa. setelah lewat 10menitan ternyata aku hanya mampu untuk merangkai satu paragraf saja.hmmm...bagaimana mungkin ini bisa terjadi?!padahal ketika rasa sakit itu mendera aku merasa akan mampu merangkai sebuah karya yang utuh(perlu diketahui bahwa karya yang utuh/baik adalah karya yang selesai), tetapi nyatanya aku terjebak dalam kebingungan.
ketika kita berbicara mengenai desa, maka ingatan kita akan langsung terbayang kepada objek2 seperti sawah yang hijau membentang,kokok ayam di pagi hari,para petani,anak kecil bertelanjang dada bermain di tanah yang becek atau berdebu,udara yang bersih,air yang jernih,dan lain-lain sebagainya. seringkali dalam benak kita, kita membayangkan bahwa kehidupan di desa begitu damai dan tentram, betapa kita sangat mengidamkan kehidupan seperti itu.
hanya sampai disini saja yang bisa aku uraikan dalam kata-kata tentang tema desa ini. kebingungan yang aku rasakan karena aku menyadari bahwa ternyata tema desa ini harus aku renungkan lebih mendalam, aku tidak boleh gegabah dalam menuangkan pikiranku. karena pertanyaan besar muncul dalam benakku. apakah desa itu?sebelum aku mulai menulis kembali, aku harus mejawab pertanyaan ini.
aku mulai undur diri dari depan komputer dan merebahkan badan di kasur. komputer tetap aku nyalakan, masih dalam program microsoft words, winamp sengaja aku aktifkan dan aku memasukkan playlist lagu2nya iwan fals. sambil merebahkan badan, aku terus berpikir mencoba menjawab pertanyaan besar yang tadi muncul. berturut-turut lagu2 iwan fals menggema di kamarku yang gelap. pertama , aku mendengar lagu ibu dinyanyikan(lagu ini selalu yang paling pertama aku putar kalau aku mendengarkan iwan fals, hal ini demi alasan sentimentil, karena ibuku sendiri wafat sejak aku umur tujuh tahun),-ribuan kilo jalan yang kau tempuh,,lewati rintangan untuk aku anakmu,, ibuku sayang masih terus berjalan,, walau telapak kaki penuh darah penuh nanah,,seperti udara kasih yang engkau berikan,,tak mampu ku membalas,,ibu,,-kemudian lagu umar bakri,kemudian hatta,kemudian sugali,kemudian mata ndah bola pingpong,kemudian kesadaranku hilang sebentar....dan aku dengar samar2 lagu desa..-entah bagaimana caranya,,desalah masa depan kita-..sampai disini kesadaranku pulih sepenuhnya dan aku segera melompat dari kasurku langsung menuju kedepan komputer. aku hapus paragraf yang belum aku selesaikan tadi dan aku ganti dengan tulisan besar :
DESA ADALAH MASA DEPAN KITA
CELOTEH DIGUN 2008
|
 |
12:08 24/2/2008 -
15 comments
- [ post comment ]
aku cinta negeriku. setiap kala negeriku mencintaiku. namun... kadang kala aku cinta negeriku. cintaku pada negeri, seperti aku mencintai air ketika haus, maafkan aku hai negeri, maafkan kami,
|
 |
10:29 24/2/2008 -
7 comments
- [ post comment ]
peluru-peluru berdesing di udara. dia berjalan ragu. dia merangkak. dia merunduk. gemetar dia mengokang. tak mampu membidik dia menarik pelatuk.tubuh terjengkang. gemetar menghebat. tubuh kecil tergolek. darah bersimbah. peluru-peluru berdesing di udara. lalu sepi.
sorak sorai para serdadu.
tubuh-tubuh bergeletakan. darah dimana-mana. dimanakah kekalahan. dimanakah kemenangan. mengapa harus ada. hancur karena dua itu.
|
 |
01:20 21/2/2008 -
9 comments
- [ post comment ]
aku mencoba menggenggam pasir dengan kuat, tetapi semakin kuat genggamanku semakin berbanyak butiran pasir itu terlepas dari genggamanku.
tengah malam 01:00
Hari ini saya menulis menggunakan mesin tik! bayangkan itu. mesin tik di era dunia yang hampir semua sendi kehidupannya tak mampu untuk melepaskan diri dari ketergantungan akan mesin elektonik. bukannya saya mau menyombongkan diri, lagi pula apa pantasnya saya meyombongkan diri dengan mesin yang maha berat itu. saya hanya ingin bernostalgia dengan masa lalu ketika saya masih belajar mengetik, menggunakan 2jari telunjuk, dan mencari huruf2 dengan mata kepala, menyusuri satu persatu barisan huruf di mesin itu. yang saya tulis bukanlah sesuatu yang hebat, hanya sebuah esai tentang wacana lingkungan hidup. Tetapi, sensasi yang saya rasakan sangat ajaib, saat jari jemari saya yang hampir semuanya seperti jempol ini beradu dengan tuts-tuts yang luar biasa keras itu, ketika pita hitam mesin tik itu tersangkut, ketika ada salah ketik yang tidak bisa dihapus dan hanya mungkin untuk ditumpuk oleh huruf baru, atau ketika jari-jari ini terasa mulai sedikit ngilu karena sudah terlalu lama dimanjakan dengan papan ketik komputer yang lunak. saya menikmati semuanya dengan hati yang girang. pernahkah anda menulis sesuatu dan hati anda selalu gembira ketika menulis? kalau pernah, anda pasti tahu bagaimana perasaan saya. undescribeable! fantastis! suverb! dahsyat! Namuni sadarkah anda hanya segelintir orang saja yang masih aktif menggunakan mesin tik saat ini?salah satunya yang saya kenal adalah guru saya(saya tidak akan mengatakan guru semasa sma, karena sekali menjadi guru kita sampai kapanpun akan tetap menjadi guru bagi kita), beliau sampai saat ini masih menggunakan mesin tik, untuk mengetik soal2 ulangan, tugas, materi pelajaran. tetapi saya tahu pasti alasan beliau memakai mesin tik itu bukanlah karena tidak mampu untuk membeli seperangkat pc, karena notabene beliau masih tetangga dekat saya dan saya sering ke rumahnya. dan bayangkan, dirumahnya memang ada komputer! terkejut? jangan! alsan beliau sedrhana saja sebetulnya, dia masih menggunakan mesin tik karena sudah terbiasa dari dulu. Saya sampai terkagum-kagum bukan karena sikap konsisten beliau tetapi takjub akan kuatnya efek yang bernama kebiasaan. karena kebiasaan orang akan rela melakukan hal-hal yang boleh dikatakan cara yang tidak masuk akal. misalnya saja, saya jika pulang kerumah dari warnet yang ada didepan sekolah sma saya dulu selalu mengambil jalan yang memutar, kenapa? karena saya terbiasa lewat jalan itu sejak sma(lagipula jalan yang terdekat harus melalui kompleks pemakaman! bukannya takut bung cuma saya malu saja lewat sana). kebiasaan! mengejutkan bukan bagaimana hal tiu bisa sangat berpengaruh dalam kehidupan manusia?. nah, yang lebih menguatkan lagi akan hebatnya kebiasaan adalah kebudayaan. mengapa? mungkin anda semua mungkin juga tahu bahwa kebudayaan tercipta dari kebiasaan yang terjadi secara terus menerus!. Sekarang kembali ke nostalgia saya dengan mesin tik tua itu(kata ayah saya mesin tik itu buatan jerman,tapi entah apa merknya). setelah saya selesai menulis, saya terusik oleh satu pemikiran yang muncul secara tiba-tiba untuk membandingkan antara mesin tik tua dangan komputer. mungkin jika diukur dari efektivitas dan efisiensi, mesin tik jelas kalah jauh tetapi coba renungkan hal ini. ketika saya membaca hasil tulisan saya, saya terkejut ketika menyadari sedikit sekali kesalahan yang saya lakukan, baik itu dari soal salah ketik sampai pada keseimbangan ide dengan pemaparan. padahal kalau saya menulis dengan komputer biasanya saya sering sekali melakukan kesalahan, tetapi tentu saja kesalahan2 yang saya lakukan bisa langsung saya edit karena banyak sekali fasilitas ms word yang bisa saya gunakan untuk hal itu. hal ini membuat saya jadi berpikir atas keunggulan mesin tik. yaitu: bisa membuat kita lebih berhati-hati dalam merangkai kata demi kata. dan juga membawa saya pada keunggulan komputer, yaitu: bisa memfasilitasi kita untuk lebih lincah dalam merengkai kata demi kata. akhir kata, maaf sekali kalau anda semua kecewa dengan tulisan saya ini, toh saya hanya ingin membagi cerita yang saya alami hari ini, hanya sekedar berceloteh ria.
digun,08
|
 |
10:53 18/2/2008 -
6 comments
- [ post comment ]
puisi.. sangat banyak orang yang berurusan dengan dunia tulis menulis, maupun yang tidak akan merasa terwakili dalam menuangkan idenya bahkan perasaannya dengan jenis tulisani ini. orang yang jatuh cinta akan membuat puisi yang tercantik yang bisa dia ciptakan saat itu. yang sedang gembira,sedih,frustasi, dan segala euforia luapan perasaan manusia akan dengan mudah tercermin dalam puisinya. saya ingat dulu sekali ada yang mengatakan bahwa puisi adalah tulisan yang tidak akan pernah terkekang dengan hukum linguistik. dia bergerak begitu lincah begitu bebas, saya yakin sekali bahkan orang yang tidak bisa baca tulispun sangat mampu untuk merangkai puisi yang paling indah sekalipun. puisi bisa begitu tak terbatas karena dia sangat ideal untuk kita menumpahkan perasaan kita,dan sebagaimana perasaan manusia yang tidak bisa dikendalikan,puisipun memiliki sifat yang similar dengan perasaan manusia. kalau boleh saya mengibaratkan,posisi puisi dalam dunia tulis menulis bagaikan hati manusia. ialah yang menjadi jiwa dan ruh..bahkan menurut saya tulisan seperti novel.cerpen,esai,artikel,dll.adalah cara dari pengarangnya untuk berpuisi..
nah begitulah celoteh digun hari ini..
|
 |
10:35 18/2/2008 -
4 comments
- [ post comment ]
bertanya tentang tuhan mencari tahu siapa kita lewat sabda-Nya lewat alam lewat cinta dalam jiwa semoga kita tidak terperdaya
|
 |
06:15 8/2/2008 -
5 comments
- [ post comment ]
kemarin saya bertemu dengan kawan lama, kami membahas tentang tulisan/karya tulis. perlu diketahui teman saya itu, menurut saya memiliki perilaku yang langka dalam menulis, kenapa?karena dia tidak pernah menyelesaikan satupun tulisan dalam hidupnya. menurut dia, ketika dia menulis dia merasakan semacam rasa bersalah, dia menganggap bahwa membuat tulisan seharusnya seperti kita memiliki anak,kita melahirkannya,kita mendidiknya,membimbing,mengarahkan,memberitahu mana yng salah dan benar,dll. yang dia sesali dari dirinya sendiri adalah yang dia tahu dan merasa ahli adalah hanya melahirkan saja. lantas dimana tanggung jawab kita sebagai orangtua tulisan itu. kalau toh hanya melahirkan,akan menjadi tulisan seperti apakah nantinya?di merasa bahwa dia akan merasa sangat berdosa jika tulisan yang di lahirkan tidak akan seperti apa yang dia bayangkan.
tulisan bolehlah kita anggap sebagai makhluk hidup sebagaimana adanya kita.tulisan itu memiliki hukum kausal seperti kita,tulisan itu akan menjdi sebab dan akan menimbulkan akibat.yang seperti apa?.anda ingat novel legendaris karya Leo tolstoy,anna karenina?anna karenina jika kita cermat dalam memahami budaya dan sejarah rusia ( dan leo tolstoi sendiri) pada waktu itu, kita akan tahu bahwa tolstoy (seorang penganut russian orthodox) menulis novel itu sebagai kritik terhadap pola-pola perilaku sosial masyarakat rusia pada saat itu yang mulai menuju kearah liberal( digambarkan olehnya tentang anna karenina yang berani menentang arus untuk bercerai dari suaminya yang dideskripsikan sebagai seorang bajingan berkedudukan tinggi).yang terjadi kemudian saat ini adalah novel itu dipandang sebagai terobosan dalam isu emansipasi. artinya novel itu menjadi sebab yang menimbulkan akibat yang sama sekali berbeda dari apa yang dimaksud oleh pengarangnya.
seringkali kita membuat tulisan adalah untuk sekedar menuangkan ide yang bertumpukan dalam tempurung kepala kita(seperti yang saaya lakukan sekarang). kita merasa bahwa jika kita menulis sesuatu, kita telah menjadi manusia yang beradab,kita merasa selangkah lebih maju, dari budaya oral kebudaya literasi.bahwa kadar intelektualitas kita akan meningkat beberapa level,benarkah? tetapi kemudian dampak seperti apakah yang akan timbul dimasa depan dengan adanya tulisan itu?apakah anak kita itu akan menjadi seperti yang kita inginkan..
teman saya itu memiliki ketakutannya sendiri, dan sayapun tidak setuju dengan ketakutannya itu.bukankah sebagai makhluk hidup kita ini adalah rangkaian ketidaksempurnaan?bahwa kita memang belajar,danbelajar adalah bukti betapa dari ketidaksempurnaanlah kita memahami segalanya.begitupula tulisan itu, mereka berkembang dengan caranya sendiri.
pertanyaanya,apakah tulisan itu hidup ataukah kita menjadikan dia hidup?
maafkanlah saya yang lancang kawan2...
|
 |
16:03 7/2/2008 -
7 comments
- [ post comment ]
pagi.03:00..
alam masih sepi dari segala macam ingar bingar, sepi yang teramat kudus, sepi yang misterius. dan memang sungguh menakjubkan ketika aku menjumpainya, dan betapa ajaibnya saat-saat seperti ini, keajaiban yang entah kenapa menjadi ada.. hanya dalam kesepian inilah aku merasa seakan2 semua unsur semesta merasuki..yang terjadi kemudian adalah semuanya menjadi tidak berarti dan yang tersisa adalah rasa berdosa..terhadap masa lalu, terhadap masa kini, terhadap masa depan..
aku masih duduk berselonjor kaki diberanda surau samping rumahku, sudah hampir 2jam kurasa aku disini. secangkir kopi panas yang sengaja kubawa dari rumahku, untuk kusiksa menemani renungan maha hampakupun hanya tinggal tersisa ampas hitamnya yang pekat saja(memang pada nantinya yang tersisa dari kitapun hanya ampas saja...namun akan menjadi ampas macam apakah kita nantinya?). sungguh aneh mungkin apa yang kulakukan disini, surau...setiap malam yang sangat larut aku menegurmu, tapi tidak pernah aku berniat utuk memuliakanmu..aku hanya iba setiap kutengok dari samping pagar rumahku, kau selalu sendiri..kemanakah mereka yang dulu begitu rajin menemani malam2mu.. jangan kau kira rasa ibaku muncul dari rasa hatiku,tidak! rasa iba ini hanyalah alasanku untuk mengasihani diriku sendiri..kau hanyalah pembenaran dari kemalanganku..mungkin ketika kemalanganku telah habis masanya akupun akan meningglkanmu seperti mereka itu.saat ini yang ingin kulakukan hanyalah diam, mari kita tenggelam dalam laju khayal kita, karena hanya disanalah alam yang tiada batasnya. bukankah itu yang selalu kita idamkan?ketiadabatasan..
ketika aku masih sangat nyaman dalam buaian sudut ruang kontemplasi pikiranku, aku merasakan amarahku seketika menggelegak dan tampaknya tidak mungkin terbendung lagi saat menyadari adanya kehidupan lain yang menggangu harmonisasi yang tercipta antara aku dan surau dingin ini..
Dari jarak sekitar belasan langkah kaki orang dewasa aku melihat samar gerakan dalam gelapnya subuh, semakin dekat jarak antara aku dan gerakan2 itu, aku merasa emosi jiwaku seakan diaduk2 oleh suatu kekuatan yang aku tak mampu untuk melawannya. bagaimana tidak, amarah yang tadinya begitu buas kubiarkan menguasai seketika luruh dan kemudian berganti menjadi rasa haru yang teramat dalam(rasa haru yang kuakui membuat aku menyesali perasaan yang tadinya mencekal jiwa dengan amat panasnya). aku merasakan bahwa rasa haru ini seakan melelehkan kebekuan yang sedari tadi menelusup bukan hanya pada raga tetapi sampai sanubari.
aku melihat sesosok manusia dewasa dan seorang anak kecil yang bersusah payah menarik gerobak yang tampaknya sangat berat, semakin dekat jarak antara kami,aku tahu pasti bahwa mereka adalah penjual bajigur yang biasa berjualan dimalam hari. ketika manusia pada umumnnya tertidur lelap,orang-orang seperti ini terseret-seret mengayun langkah ditengah malam mencoba mencari nafkah. sebuah usaha pencarian yang sukar untuk dilakukan tetapi memiliki kebanggaan dalam prosesnya. kebanggan bahwa masih ada hasrat untuk mencari penghidupan dari cara yang halal. keharuan dan rasa malu kembali melingkupi sekujur diri demi menyaksikan hal ini. aku malu duduk dalam keegoisan dan melihat orang lain bekerja begitu keras. malu karena merasa hanya aku yang berhak untuk menikmati malam ini dengan renungan dan kesunyian. aku bersyukur masih memiliki nurani untuk merasa terharu atas hal yang terjadi disekitarku. mungkin saja rasa haru ini didukung oleh suasana sunyi yang aku ciptakan ketika aku terhanyut dalam lautan lamunanku,tapi aku tak perduli hal itu.
"tampaknya sebentar lagi sudah masuk waktu sholat subuh,ayi marbot disini?"tanyanya ketika dia sudah berada dihadapanku, setelah menyimpan gerobaknya didepan teras surau, sambil menyeka peluh( hanya seorang pekerja keras saja yang masih mampu mengeluarkan keringat dalam selimut malam yang membekukan)yang bercucuran didahinya yang hitam berkerut.bukan kerut yang menandakan kadar kepintaran yang tinggi,bukan pula kerut yang menandakan rasa kenyang akan kesusahan hidup. tetapi lebih merupa kerut yang penuh rasa damai dan cinta kasih.
"bukan kang"jawabku ragu.
"ooh"balasnya seraya menyiratkan setitik keraguan. mungkin dia heran melihatku di surau ini sendirian. dan akupun tidak berniat untuk menjelaskan,perhatianku sudah teralihkan oleh sosok anak kecil yang berdiri dibelakang bapak yang menegurku tadi. wajahnya tampak lelah namun memancarkan keriangan. menatap wajah anak itu,aku merasa kehangatan seperti menjalari rongga dada.
"topan, cik pangnyandakkeun kantong bapak kadieu jang.."rasa penasaranku terjawab,rupanya dua orang ini pasangan bapak dan anak. dengan segera anak kecil yang dipanggil Topan melakukan kewajibannya sebagai anak, mematuhi kehendak orangtuanya.
"muhun pak.."jawab anak itu.
"kapan terakhir kali aku melakukan hal itu?"bisikku dalam hati. rasanya apa yang selama ini kulakukan adalah menuruti kehendakku sendiri. mungkin yang menjadi salah satu ekstase tertinggi bagi seorang pendamba kebebasan seperti aku adalah menuruti kata hati.
"punten yi,sepertinya sudah masuk waktu solat subuh..apa disini ada orang yang biasanya menjadi muadzin?"bapak itu bertanya sambil mengeluarkan kantung plastik hitam dari tasnya yang dia terima dari anaknya.
"disini tidak ada yang seperti itu kang,siapapun bolah saja melakukannya.."jawabku.
"kalau begitu biar akang saja yang beradzan,ayi tidak keberatan?"kembali ia bertanya,mungkin ia mencoba bersikap ramah dengan bertanya terlebih dulu.
"ooh silahkan saja kang,toh di surau ini tidak pernah ada yang mengumandangkan adzan, jadi saya pikir akan sangat baik sekali kalau kang beradzan"jawabku sambil tersenyum. aku berusaha menjawab seramah mungkin yang aku bisa demi menjawab pertanyaannya. padahal dalam hati aku tertawa geli mendengar pertanyaan itu. untuk apa beradzan disurau ini,tidak ada satu manusiapun yang akan mau beranjak dari tempatnya tidur. sia-sia saja bapak berbuat hal itu. tetapi jawaban bapak itu sangat mengejutkanku,rupanya dia mengetahui apa yang sebetulnya aku pikirkan.
"ya mudah-mudahan saja kalau ada yang beradzan akan ada orang yang datang ke surau ini"tandasnya seraya tersenyum.
"ya mudah-mudahan saja"aku berusaha mengiyakan. walaupun sebetulnya aku tidak begitu perduli ada yang datang ataupun tidak,bagiku bagaimanapu keadaanya sama saja.
"hayu jang urang ablas heula"ajaknya kepada anaknya.
sesudah percakapan pendek yang terjadi antara aku dan bapak itu,akupun kembali menikmati kesendirianku. langit masih teramat gelap untuk manusia terbangun dari tidurnya, mungkin nanti ketika terbangun merekapun akan langsung bersiap2 untuk menjalani kehidupan siang harinya. bangun,beraktivitas,tidur..kebiasaan yang terus menerus terjadi seperti itu,adakah makna yang menjiwai siklus itu?.lamunanku melayang ke kejadian sebulan yang lalu,ketika aku memeluk tubuh hangat istriku,masih terngiang ditelingaku ucapan yang keluar dari mulut kecilnya.
"Aa harus ikhlas,semuanya sudah menjadi takdir yang maha kuasa".aku hanya diam saja,jawaban yang kuberikan adalah dekapan yang semakin erat,dekapan yang seakan-akan untuk memastikan bahwa tidak ada yang mampu untuk merenggut istriku dariku,tidak tuhan sekalipun. tetapi ternyata memang dekapan yang erat tidaklah cukup untuk melawan takdir tuhan. tiga hari kemudian takdir itu menunjukkan kekuasaannya. tiga hari kemudian pemilik mulut mungil itu dipaksa tercerabut dari dekapanku. dan sampai kini setiap pagi aku akan terduduk dipinggir pusara yang masih berwarna merah. menikmati buaian kenangan masa lalu.
"maafkan suamimu ini,keikhlasan itu belum bisa kudapatkan".setiap pagi hanya kata-kata itu yang mampu kuucapkan ketika aku berhadapan dengan gundukan tanah merah itu.
kehangatan itu masih bisa kurasakan walau kutahu pasti jasadnya sudah hancur termakan oleh ganasnya belatung.
disela lamunanku,sayup-sayup terdengar suara adzan mengalun dari mulut bapak tadi,sangat tidak merdu untuk didengarkan, jangankan untuk seorang pelatih olah vokal kelas dunia,untuk telinga amatir seperti akupun kualitas suara yang dihasilkan bapak itu ketika beradzan sungguh mengganggu. untung saja surau ini tidak memiliki fasilitas elektronik penunjang suara,setidaknya penderitaan yang kualami tidak terlalu hebat. tetapi aneh,setiap kata yang mengalir dari suara serak itu terasa sangat akrab bagiku. tanpa sadar akupun mengikuti irama dan rangkaian kata-kata yang misterius itu. irama dan kata-kata itu seperti sudah ada sebelumnya dalam diriku, mungkin saja karena ketika aku lahir dari rahim suci ibuku yang pertama kudengar adalah suara adzan ayah dikedua telingaku.
dalam suasana subuh yang masih teramat gelap dan dalam dekapan dingin yang menggigit aku mendengarkan kumandang adzan dengan perasaan yang riang,tidak ada kesedihan sama sekali, bahkan kesedihan yang hampir satu bulan melanda sejak kematian ragawi istriku tidak terasa sedikitpun. adzan ini dengan begitu anggun menyapu semua kabut kesedihan itu, tetapi air mata menitik dari kedua bola mataku. ini adalah air mata bahagia.
gema adzanpun telah selesai dikumandangkan, dan kesunyian kembali lagi, untuk pertama kalinya sejak kematian itu aku tidak terombang-ambing dalam lamunan pilu. hanya kedamaian yang aku rasakan. aku tidak mau mengganggu rasa damai ini dengan hal lainnya.
aku bergegas mengambil wudlu. membasuh semua dosa yang dilakukan panca inderaku. tetapi bagaimana dengan dosa yang dilakukan hati dan pikiranku?,bagaimana aku harus membasuhnya tuhanku?.
selesai berwudlu aku masuk kedalam surau ini, dan kali ini dengan keyakinan yang mendalam bahwa aku datang kesini dengan menanggalkan segala atribut duniawi.didalam surau kedua bapak dan anak memandangku sambil tersenyum dan mengangguk.
"sepertinya tidak akan ada yang datang lagi kang"ujarku.
"baiklah, kalau begitu"tukasnya, dan kemudian dia bersiap2 untuk melakukan iqamat.
"biar saya saja yang iqamat kang"aku menyelanya, dan ia mengangguk pertanda menyilakan. akupun melakukan iqamat untuk pertama kalinya dalam hidupku, biarlah iqamat ini menjadi tanda aku telah menutup kesedihan hatiku.
aku, dan pasangan bapak dan anak itu melaksanakan salat subuh yang paling khusyu yang pernah aku ingat. aku merasakan kekhusyuan itu sampai ke sekujur tubuh ini.
***
dan sekarang aku disini, dihadapan pusara istriku yang masih saja berwarna merah. aku hanya ingin mengucapkan satu hal saja. aku sudah mengabulkan keinginanmu.
"aku ikhlas"....
digun,2008
akang(sunda)-kakak ayi(sunda)-adik punten(sunda)-maaf muhun(sunda)-iya bajigur-minuman tradisional sunda yang terbuat dari(apa ya aku lupa lagi euy,hehehe!) hayu jang urang ablas heula(sunda)-ayo nak kita wudlu dulucik pangnyandakkeun kantong bapak kadieu jang(sunda)-coba bawakan kantong bapak kesini nak
|
 |
15:55 6/2/2008 -
2 comments
- [ post comment ]
entah apakah yang terjadi... semua berhenti kemudian menjadi kosong detak jantung bertalu-talu sekaratkah ini? kuharap... karena memang itulah adanya jiwa kita sekarat... ketika kita ingkar akan hidup.. renungan sebelum ajal adalah suatu keterlambatan.. renungkanlah semuanya sebelumnya..
|
|
|
|
Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis
|