Komunitas Penulis Indonesia
Search:   
Home    Search    Groups    Chat     Events    Games     Direktori     Invite    Help Signup    Login

Bagaimana Menentukan Judul yang Enak?
13:35 on 12/2/2008


Judul kok enak, apa ia bisa dimakan? Tidak juga, tapi ternyata tingkat enaknya sebuah judul menentukan terbeli atau tidaknya sebuah buku. Maka tidaklah heran jika kemudian terdapat penerbit yang seenaknya sendiri mengutip dan menjiplak judul penerbit lain, demi meraih sebuah judul yang enak. Penerbit penjiplak itu kadang tidak mau tahu betapa tidak enaknya mencari judul yang enak itu. Mereka tidak mau tahu betapa mencari judul harus dengan kudu berdebat lama, merancang ide dan mempertahankan argumen. Mengolah kata per kata, tanya sana tanya sini, browsing sana browsing sini, demi sebuah judul yang enak didengar, dilihat dan dirasakan. Dengan mudahnya hanya melihat apa yang laris di pasar, kemudian merubah sedikit kata dan jadilah judul jiplakan atau plesetan yang diharap juga masih enak.

Tapi apakah kemudian judul semacam itu menjadi tetep enak? Enggak juga. Cita rasa jiplakannya menjadi sangat kental, bahkan malah sangat berlebihan rasanya. Hal ini menunjukkan betapa si penjiplak tidak punya cukup kreativitas untuk menentukan judul yang beda dengan buku yang sudah beredar sebelumnya. Otak kanan dan otak kirinya tidak balance, ransangan di otak penghasil kreativitas tidak ada sehingga kreativitas mandul tak berproduksi. Karena bila seseorang sudah keenakan menjiplak, ia tidak akan mudah berlepas diri darinya. Karena memang menjiplak itu enak. Saya ulangi lagi, menjiplak memang enak.

Ngomong-ngomong tentang enak, memang buku yang enak akan menghasilkan duit yang enak juga. Laba bersihnya membanjir seiring order buku yang terus mengalir. Cash and Carry, meminjam istilah rakyat Porong Sidoarjo yang sedang merasa tidak enak karena semburan lumpur Lapindo. Cash bayarnya, dan silakan carry your book.

Lalu bagaimana menciptakan judul yang enak? Tentu saja rumusannya bisa sangat macam-macam. Bahkan saya pikir setiap penerbit punya cara tersendiri untuk memilih judul-judul yang bernas tersebut. Memang tidak bisa dipola sama, karena setiap penerbit punya gaya mereka sendiri-sendiri. Jadi agak lucu juga kalau ada sebuah penerbit yang bisanya cuman “ngekor ngetop” sebuah penerbit lain. Setiap program dan setiap terobosan penerbit kompetitor menjadi bahan acuan untuk menjiplak dan meniru. Kalau begini cara silakan ketik C spasi D, Cape de…

Sebuah penerbit kadang kudu punya team khusus yang bertugas menentukan judul. Tentu saja orang yang dipilih masuk team itu adalah orang yang dipercaya dan dianggap mumpuni dalam hal ide dan wawasan penjudulan. Meskipun bila akhirnya sebuah judul keluar dan orang di luar team itu mencemooh itu bukan urusan team tersebut. Apalagi kalau yang mencemooh adalah orang yang memeng tidak update wawasan dan garing dalam ide dan pengetahuan. So, let it be. Tinggalkan mereka yang nggak bisa diajak berlari, duh  bahasanya ya…

Mari kita jujur dan berlatih untuk bisa kreatif dengan otak kita. Menjadi penjiplak memang gampang, tapi meruntuhkan kredibilitas kita sebagai praktisi buku.

 urhanshadiq

masih pagi, di kantor ngruki



| Jangan Asal Copy Paste



Free Web Hosting with Website Builder

Comments (0)


IndoBanner Exchanges

Copyright 2008, Penulis-Indonesia Inc. All Rights Reserved
FAQ | Terms of Service | Contact Us | Open Banner


Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis