
ku terus pandangi nyala lilin kemerlip
seperti jiwa terkurung rapat
menjadi orang yang menghancurkan diri
ku terus pandangi nyala mentari menyengat
seperti jiwa terbakar lepas
menjadi tekateki kehidupan bagi orang yang memikirkannya
sendiri
ku terus pandangi laju kehidupan yang cepat
seperti jiwa tersesat dalam hutan belantara nan luas
menjadi sering berubah prinsip
dunia sering menipu kita
adakah kita sadari bahwa kehidupan ini adalah mata rantai
terus menerus sambung menyambung
ku terus pandangi nyala lilin yang hampir habis
menerbitkan gelap dalam kamar ini
ku terus pandangi pandangi nyala mentari yang kian menyengat
menenggelamkan bumi tempat kita berpijak
ku terus pandangi laju kehidupan yang kian cepat
menciutkan jiwa
yang bergoncang dalam retakan
: puisi
adakah kita sadari hidup penuh perjuangan
setiap detik
setiap menit
setiap langkah
setiap gerak
setiap napas
adalah baitbait menguraikan tekad
dan kehidupan semakin jauh
dunia makin keriput
adakah kita perhatikan dan pikirkan langkahlangkah kita
(karanganyar,300707)
|
