ku terus pandangi nyala lilin kemerlip seperti jiwa terkurung rapat menjadi orang yang menghancurkan diri
ku terus pandangi nyala mentari menyengat seperti jiwa terbakar lepas menjadi tekateki kehidupan bagi orang yang memikirkannya sendiri
ku terus pandangi laju kehidupan yang cepat seperti jiwa tersesat dalam hutan belantara nan luas menjadi sering berubah prinsip dunia sering menipu kita adakah kita sadari bahwa kehidupan ini adalah mata rantai terus menerus sambung menyambung
ku terus pandangi nyala lilin yang hampir habis menerbitkan gelap dalam kamar ini
ku terus pandangi pandangi nyala mentari yang kian menyengat menenggelamkan bumi tempat kita berpijak
ku terus pandangi laju kehidupan yang kian cepat menciutkan jiwa yang bergoncang dalam retakan : puisi
adakah kita sadari hidup penuh perjuangan setiap detik setiap menit setiap langkah setiap gerak setiap napas adalah baitbait menguraikan tekad
dan kehidupan semakin jauh dunia makin keriput
adakah kita perhatikan dan pikirkan langkahlangkah kita
menunggu imaji yang tak kunjung tiba tibatiba hati ini membeku katakata masih banyak yang tersingkir :mengucap doa dalam keresahan :masih... banyak kata yang belum terungkapkan... selama waktu berlalu... ku rawat kenangan ini sampai kapan ada jawabnya ?
melewati senja yang menyesakkan... menghimpun malam yang tak berkesudahan... menghimpun luka yang masih nganga menusuk raga.... terasa begitu mendera... mendera hampa jiwa... terkulai menatap jauh mimpi yang terputus... terlalu lelah mengurai semua... sampai kini mata masih terpejam masih diam... terus menerus menerpa kegalauan ini... seakan hari esok adalah sebuah jawaban yang tak pasti... melewati masa yang terlalu cepat berlalu... kini pun tak sadar akan kehidupan...
terus mengalir...menikam sunyi menepis keraguan yang tak sempat di halau bahkan suatu ketidakmungkinan... masih mengurai kehidupan yang teramat asing bagiku sesuatu hilang sesuatu kembali... terus berpacu dalam ritme waktu yang terus bergulir... terus melangkah...tetap semangat
tinggal kepedihan yang belum terurai dengan sempurna masih mencari ketidaktahuan ini hati lelah menempuh jarak sajaksajak terangkum dalam kegalauan masih terekam jelas bayangbayang itu dan rintikrintik hujan telah habis ditelan musim yang kacau sampai malam aku masih terdiam menunggu musim kapan kembali lagi ?
karena itulah aku hidup karena itulah aku mengalir karena itulah aku dapat mencantumkan asa di langit biru nan cerah karena itulah aku bangkit dan terus berlari
rintikrintik hujan telah habis habis pula secarik imaji
buka pintu samudra bentangkan sayapsayapnya adalah kedamaian bersarang dalam otak bukan sembarang pena menghancur dusta malaikat kecil dibelakang kita hitam jadilah putih biar kedamaian dan kebahagiaan menyelimuti
buka dan ucapkan katakata terbaik hilanglah keraguan adalah kebahagiaan dambaan seluruh umat manusia menghancur nista jadilah hitam itu putih biar kita rasakan bagaimana kedamaian itu tercipta
buka jendela hati tebar wajah sejuk nan menentramkan
ku sayangi dia ku pergi kau kembali tertukar hari begitu cepat berganti pada hujan yang menemani ingat kenangan masa lalu terasing dalam rumah tua (inilah kisah)
katakan pada siapa ? bahwa aku begitu menyayangi hilangnya sosok teramat indah kau... kau... sampai hari mematahkan hati menyayat lirih pedih letih
malammalam mengarang kehidupan dan harapan hampir terus terbuang
aku tahu karena aku bukan pasif
pedihku kau berdusta dan hanyutkan ketidaktahuan manis hati dan harapan hampir terus terbuang karena semua yang telah pergi dan malammalam pun mengisahkan kesendirian tak terlukiskan
hanya malammalam mampu melukis ketidaktahuan manis hati dan harapan hampir terus terbuang
semilir angin menyiratkan keheningan malam ini sejalan langkah rapuhku cukup lama aku terdiam dalam kegundahan hati biarkan hati mengatakan sesuatu -tentang perasaan
aku mengerti risau ini adalah rindu dan jarak adalah kerinduan aku mengalun bagai alur aur menjelujur di dinding hati yang membaur sekian waktu ada yang rupa daundaun berguguran menyapu kerinduan ada seteguk rasa yang tertukar
bila jarak adalah pilihan yang terbaik maka hati ini adalah kapal yang menunggu bibir pulau yang indah
adakalanya waktu enggan bicara pada retak hati yang memanas
waktuwaktu terbiarkan dan aku meraung sejadinya bila waktu tiba dekat mata katakata enggan diungkapkan ada menuai penyesalan buang semua angan tak semestinya terjadi berpikir positif adalah harus bila tak ingin terluka biarkan waktu menjawab yang telah terjadi semua derita ini
waktu akhirkah segera tiba dan tak mengelak hapus semua angan itu mari bersiap hadapi segala kemungkinan jangan biarkan waktu terbuang begitu saja