Komunitas Penulis Indonesia
Search:   
Home    Search    Groups    Chat     Events    Games     Direktori     Invite    Help Signup    Login

Dalam Letih, Aku Terjaga
22:55 on 2/8/2008


Terjaga dalam letih. Sisa-sisa hari kemarin. Pagi, aku sudah harus mendengar mu bercakap tentangnya.Siang, mestinya indah. Tapi kamu tak kan pernah membiarkanku melihat hal itu sebagaisesuatu yang indah. Aku bilang itu indah. Kamu bilang itu bukan apa-apa. Aku bilang "terimakasih: kamu begitu lembut, dan penyayang, dan penyabar..." Kamu bilang: "aku tidak melakukan apa-apa."

Dan sore kamu sudah tak ada meski kubilang aku sangat membutuhkanmu: kau buat aku terjaga, lalu pergi begitu saja. Aku tidak meminta seluruh waktumu, melainkan hanya sekeajap... hadirlah untukku, pada saat aku benar-benar memebutuhakn kehadiranmu, meski hanya sekejap. Bukankah aku selalu hadir kapan pun kamu memebutuhkanku?

Sore yang berganti malam...berakhir dengan kekecewaan. Aku menunggui, aku menanti, aku menemanimu. Untuk kemudian kamu pergi begitu saja. Dan aku sendiri. Tidak tertarik untuk memikirkan apa pun atau melakukan apa pun. Aku mncoba meredam kesalku, aku belajar sadari bahwa memang tidak ada kamu di sisiku.

Jiwaku dipkasa menyadari bahwa aku sendiri, bahwa setelah dengan segenap kesabaran aku menungguimu dan menantimu...hanya demi bersama denganmu...pada akhirnya kamu tetap pergi...tanpa meninggalkan apa pun yang damaikan ku.

Aku sungguh terkelucak malam itu. Lalu aku menyapamu...entah untuk meredam hasratku yang selalu mendamba hadirmu, entah untuk mendapatkan damaiku, entah untuk mendengar kata-katamu yang indah: agar aku mampu tertidur, untuk mendapat penawar letih ku.....

Tapi yang kudapatkan justru pengingkaran-pengingkaran. Percakapan itu tak jadikan kesalku sore itu terobati, dan yang ada justru: aku mesti terpelanting lebih keras krn kamu terus ingkari semua yang telah terjadi... Kamu hanya ingin dapatkan inginmu dan tak peduli pada rasaku.

Kamu memang tak prnah memebri ruang sedikit pun bagiku....untuk membingkai kepingan-kepingan itu sebagai sebuah lukisan yang indah. Maka setelah segera letih yang kurasakan, aku justru tenggelam lebih dalam. Dan begitulah percakapan kita. Hingga pagi tiba.

Dan kini aku terjaga dalam letih. Sisa sisa hari kemarin.









| Jangan Asal Copy Paste



Free Web Hosting with Website Builder

Comments (5)
Agripzzz - 16:29 on 3/8/2008  [ message ]
Selamat beristirahat
manul - 09:16 on 3/8/2008  [ message ]
sayah tau sekali itu perasaannya, karena blum lama ini sayah ditinggal calon istri...hiks..hiks...
teringat kembali prasaan ku... :( thx bro...ini semakin membuatku semakin kuat :)
-penulis tanpa celana / freepants-
iadrea - 06:28 on 3/8/2008  [ message ]
Yang menyakitkan itu jika mengharapkan seseorang memperlakukan kita sesuai harapan kita dan kita tidak mendapatkannya..my suggestion...: dont hurt yourself....jangan berharap pada sesuatu yang tidak bisa diharapkan..:)
wandafururaifu - 05:52 on 3/8/2008  [ message ]
Pengingkaran-pengingkaran, tak hadir saat dibutuhkan ... is it a worthwhile relationship ...
Oson - 23:23 on 2/8/2008  [ message ]
Kamu hanya ingin dapatkan inginmu dan tak peduli pada rasaku...??
Arrgh...gh


IndoBanner Exchanges

Copyright 2008, Penulis-Indonesia Inc. All Rights Reserved
FAQ | Terms of Service | Contact Us | Open Banner


Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis