Pagi mengapa kau tak seindah dulu Menyapaku mesra Membangunkan segala keraguan diri Membuang segala penat yang terjadi kemarin Seandainya malam tak membuai aku Dengan mimpi-mimpi indahnya Aku mungkin akan terjaga Hingga kau menyapa Kau tak pedulikan aku lagi Membiarkan aku terbungkus dinginnya malam Disaat dulu ketika kau datang Kita nyanyikan kerinduan Tapi kini kau bisu Apa yang sedang menerpamu?
Sinar mentari menyapaku dengan mesra Memberi kehangatan sampai merasuki jiwa Seperti kala itu selalu kau hangatkan aku Dengan canda-canda kekanakanmu
Embun pagi ingatkan aku pada seseorang Merindukan sosok yang kucinta Mendambakan jiwa yang jenaka Itu dirimu... kasih
Namun mengapa sampai detik ini kau tak jua kembali? Mengendapkan rindu rinduku pada waktu Menyulamkan mimpi pada jaring-jaring asa Karena menunggumu....
Ku yakini pasti ada waktu dimana masa-masa indah itu akan kembali Sehingga dipagi yang lain Bukan hanya sinar mentari, dan embun pagi yang menemani, tetapi juga dirimu... kasih
Ada sinar terpancar dari kedua matamu Membuatku damai setiap kumemandangmu Ada kesejukan yang mengalir dalam do'amu Memberiku ketentraman saat jauh darimu
Sungguh engkau adalah kekuatanku Bagiku engkau permata dunia Bagiku engkau lentera jiwa Sungguh bangga aliran darahmu mengalir padaku
Setiap tetes keringat kau curahkan Detik demi detik tak pernah engkau siakan Hanya untuk berleha menghilangkan penat Katamu, Itu sama saja menyiakan anugerah-Nya
Engkau bimbing aku mengarah pada yang lurus Meski seringku berbalik berontak padamu Dengan kesabaran kau terus rengkuh aku Biar aku tetap ada di jalur yang benar
Mungkin sejuta kata terima kasih Tak bisa membalas segala pengorbananmu Mungkin pelimpahan harta Tak akan bisa mengubur segala dosaku padamu
Tapi mungkin kau yang suci selalu memaafkan Tetap menciumku dengan mesra Aku sungguh bangga menjadi buah hatimu Meski hidup kita berada diteriknya mentari
Garut, 31 Maret 2007
Anonymous - 08:53 on 19/6/2008
Bila senja menyapaku maka aku akan menghindari karena ku takut silaunya menembus hatiku lagi membuka kembali luka
bila malam datang ku kan biarkan sepi menemani bukan cahaya bintang-bintang karena semua akan mengingatkan duka