
Pernah aku membaca di sebuah situs di internet..."Setiap tempat itu adalah unik"Cinta dapat ditemukan dimana sajaCinta akan datang kapan sajaSewaktu-waktu ketika kita tidak sedang memikirkan cintaDan ketika itu terjadi maka pastikan bahwa itu adalah cinta itu sejati...Saranku padamu,Pastikan juga bahwa cinta itu bukan hanya cinta lalu-lalang saja...Karena bila tidak, maka semuanya akan hilang diterpa angin----------- Minggu pagi yang cerah, burung berkicau riang di luar sana. Kudengar lagu-lagu yang didendangkan burung-burung itu lekat-lekat. Walau tak bernada dan tak kukenal lagu apa itu, tapi yang terpenting adalah sebuah lagu yang menyejukan hati. Sekarang ini aku sendiri di rumah, orang tuaku sedang ada urusan diluar, biasalah masalah pekerjaan. Sendiri di rumah kadang-kadang menyenangkan juga. Kita bisa melakukan semua hal yang kita sukai, mulai dari hal positif sampai hal yang paling negatif. Kita bisa menjadi diri kita sendiri tanpa harus takut-takut dilihat orang. Dalam kesendirianku ini aku mengenang lagi kisah-kisah cinta yang sudah kualami selama hidupku. Cinta tak tergapai, itu adalah kalimat yang tepat untuk diriku ini. Semua cinta yang pernah kutemui tak pernah bisa dan tak pernah mau untuk tinggal dalam diriku. Aku tak tahu mengapa, apakah aku terlalu jelek, ataukah aku saja yang tak mau menerima cinta yang sudah ditawarkan padaku. Sudah berkali-kali pertanyaan itu aku tujukan pada diriku, dan sampai sekarang ini masih belum menemukan jawabannya. Pernah sekali waktu aku menceritakan keluh kesahku ini pada seorang sahabat terbaikku, dan iapun mengatakan bahwa sebenarnya aku yang memang tak mau menerima cinta itu sendiri. Dan pada akhirnya dia menyarankanku untuk tak memalingkan hatiku bila bertemu dengan cinta. Tapi tetap saja ketika kutanya bagaimana caranya, maka jawabannya adalah jawaban yang standar, yang tidak bisa mengubahku pendirianku ini. Dan diakhiri percakapan akan terlihat kebimbangan dan kebingungan menanti di ujung sana. Kudengar lagi kicauan burung itu sambil melihat ke arah langit favoritku, birunya langit dan putihnya awan membuat diriku terbang melayang merasakan setiap kata-kata yang akan kutuliskan nantinya. Dan ketika semua kata-kata sudah terkumpulkan, kembali tinta bolpen tergores di buku puisi...---------Sudah waktunya untuk mendapatkan cinta sejatiTapi aku tak tahu dimana aku dapat menemukannyaDi mall,Di cafe,Di jalan,Di tempat les,Tak ada yang bisa memberitahu dirikuAku pernah berpikirSetiap pijakan yang kita buatDi situlah ada tempat di mana satu orang dari seluruh penghuni bumi ini akan menemukan cintanyaDan bila kita bisa menemukan pijakan yang tepat untuk kita, maka kita pun akan menemukan cinta kitaTapi ada bermilyar-milyar pijakan di dunia ini, dan tiap pijakan untuk satu orangBisakah aku menumukan milikku...Dan pikiranku pun memudar...Ditelan kebingungan yang tak pernah akan terjawab.--------- Tettttt..............Tettttt......... Bel rumahku berbunyi, orang tuaku akan pulang nanti malam, lalu siapa yang membunyi bel rumah. Kutaruh segera buku yang sedari tadi kupegang dan berlari turun tangga. Kulihat samar-samar dari jendela ada seseorang yang sedang berdiri di depan pagar rumah. Kuambil kunci rumah, kumasukan kunci pintu depan dan kuputar pelan-pelan sampai terdengar bunyi klik. Kubuka pintu dan melangkahkan satu pijakan ke arah depan. Pijakan tak terduga, seperti yang tadi kutuliskan, ketika tidak sedang memikirkan cinta maka itulah waktu dimana cinta akan datang. Wanita yang sedari tadi menunggu di depan pagar sedang memegang sebuah amplop persegi berwarna coklat. Wajahnya sungguh cantik dan walau aku tak kenal siapa dia tapi aku merasa bahwa dia baik. Kudekati dia pelan-pelan sambil mengeluarkan mimik bingung menanyakan ada gerangan apa dia sampai di rumah ini. Serta merta akupun juga melihat kecantikan yang dipancarkan olehnya. Sungguh sangat menyenangkan."Mas, boleh numpang tanya, rumah Bapak Sugono di sebelah mana ya?" suaranya merdu"Oh.... Rumah Pak Sugono ya, rumahnya nomornya sama dengan saya, cuma di ada digang sebelah." hatiku dingin mendengar pertanyannya."Terima kasih ya mas, makanya dari tadi saya cari-cari tapi kok rumahnya nggak seperti yang dideskripsikan boss saya."Karena tak mau kehilangkan cinta lagi, sebelum dia beranjak pergi menjauh aku segera menajaknya berbicara lagi."Kamu udah kerja ya, tapi kelihatan masih muda ya, cantik lagi.""Mas bisa aja, saya baru lulus kok, jadi memang kelihatan masih muda." jawabnya tersipu"Oh gitu. Tapi boss kamu jahat ya, masa wanita cantik sepertimu di suruh antar-antar, emangnya bossmu nggak ada karyawan lain ya?"Bukan gitu, amplop ini sangat penting dan nanti di rumahnya Pak Sugondo saya juga masih harus menjelaskan isi amplop ini. Udah dulu ya mas, saya buru-buru." beranjak pergi meninggalkanku"Sebelum kamu pergi boleh minta nomer teleponmu nggak?" sebelum terlambat pikirku"Mas, baru aja ketemuan, kok udah minta nomer telepon, nggak baik loh mas." diapun tertawa padaku"Yah... daripada hilang kesempatan. Boleh ya?" jawabku balik."Maaf ya mas, tapi saya tidak bisa. Lagian saya sudah punya pacar."Ditinggalkannya diriku sendiri di sana. Angin semilir menerpa wajahku dan satu hal telah kuketahui, ternyata pijakan tadi bukan merupakan pijakan milikku Kuambil lagi buku puisiku dan kembali menatap langit. Burung-burung sudah tak berkicau lagi, jadi yang tersisa hanyalah sebuah keheningan. Kuingat-ingat lagi kejadian tadi dan terasa sedikit sakit di hati ini. Tapi sudah tak ada lagi yang bisa diperbuat, dia sudah pergi dibawa angin. Dan sebuah puisi tercipta lagi.----------Sebuah pijakan yang salahTapi itu sudah lumrahSetiap orang pasti akan merasakan pijakan salah ituKini aku sendiri lagi dan sebuah cinta menyedihkan lagi untuk ditulisBisakah nanti aku menemukan pijakan yang tepatDan bisakah aku menemukan cinta yang tepatYang bukan hanya sekedar angin belaka...Yang bukan hanya sekadar angin lalu...Yang bukan hanya sekadar angin bohongan...Tapi bila kau bertanya apakah aku akan berhenti berpijak...Maka kan kujawab mantab, aku akan terus berpijakBila kau salah berpijak...Maka kan kujawab, aku akan mencari pijakan lain lagiBila kau tak pernah menemukan pijakanmu...Maka kan kujawab lagi, setiap orang punya satu pijakan untuk dipijakBila kau sudah menemukan pijakan yang tepat...Maka sudah pasti aku akan memijak cinta itu sedalam mungkin agar nanti tidak terlepas dari genggaman tangan.FIN
|
