Komunitas Penulis Indonesia
Search:   
Home    Search    Groups    Chat     Events    Games     Direktori     Invite    Help Signup    Login

Tak Pernah
21:27 on 17/1/2008


Hari ini,Musim telah berganti untuk kesekian kalinyaTak ada yang aneh dengan itu semuaHanya saja...Di dalam diriku...Aku merasa ada yang lain dengan itu semuaKemarin,Aku masih di hati seseorang yang kusayangiTapi dia menyuruhku untuk segera keluarAku pun tak bisa berbuat apa-apaHanya termenung menanti dia mengatakan bahwa itu hanya bohong belakaTapi,Semakin aku melangkah jauh meninggalkannya...Aku pun merasa semakin kecil dia akan mengatakan hal itu...Dan ketika aku menoleh, ternyata dia sudah tak ada, hilang sama sekali...--------------------------------------------------Hari ini aku bangun untuk melanjutkan hari-hariku seperti biasa, aku bangun dari tempatku tidur, sikat gigi, ganti baju, dan turun ke bawah untuk sarapan. Aku hidup seorang diri di rumah ini. Rumah yang kecil dan sederhana. Tak ada sanak saudara yang pernah berkunjung. Orang tuaku dua-duanya bekerja di luar negeri jadi mereka hanya mengirimkan uang saku kepadaku setiap bulannya, dan tentu saja akupun kurang dekat dengan mereka.Yang pernah berkunjung ke tempatku mungkin hanya teman-teman sekolahku dan wanita yang kusayangi. Wanita ini adalah cinta pertamaku, tak pernah terlintas di otakku untuk mencari wanita lain. Dia begitu anggun di mataku, kepribadiannya sungguh membuatku terpanah, dan tentu saja wajahnya yang cantik membuatku tak pernah lepas untuk memandangnya.Pertama kali bertemu dia, aku berpikir dia adalah wanita yang sama sekali tidak menarik untuk dijadikan pacar. Wanita bawel yang suka marah-marah, sensitif sekali dan tak pernah mau untuk melakukan hal-hal yang berat-berat. Layaknya tuan putri yang sombong.Pertama kali aku mengenalnya di sebuah kereta yang menuju Surabaya, waktu itu penumpang sangat ramai dan sesak. Dan tak tahu dari mana, aku bertabrakan dengan dia, tasnya jatuh dan diapun marah-marah dan memaki-maki padaku. Aku yang bukan tipe pria yang suka marah-marah, apalagi pada seorang wanita hanya bisa diam dan memungut tasnya yang terjatuh. Kukembalikan dan meminta maaf padanya. Dia mengambil tas dari tanganku dengan kasar dan mengucapkan 'Terima Kasih'. Saat itulah aku menyadari bahwa dia bukanlah wanita yang jahat seperti yang pikirkan. Dan seperti kata pepatah yang pernah kudengar, Even You Are In BattleField, Love Can Bloom. Walau kau berada di medan perang, cinta dapat bertumbuh. Dan walau pertemuan pertamanya kurang menyenangkan, cinta masih tetap dapat bertumbuh.***************Kini itu semua hanya kenangan belaka. Jam sekolah sudah berbunyi, aku duduk dibangku paling belakang yang dekat dengan jendela. Kubuka tas sekolahku, mengambil buku dan pulpen. Menatap keluar jendela, tuk melanjutkan puisi yang belum sempat kuselesaikan tadi pagi.--------------------------------------------------Besok,Kenangan yang indah itu akan kutinggalkan perlahanKenangan itu akan memudar seiring dengan berjalannya waktuMungkin tak bisa dalam sehari, tapi cukup tuk bisa mencari yang lainDan lusa,Aku akan berjalan-jalan keluarMencari angin kesegaranTuk menyegarkan hatiku iniDan doakanAku bisa bertemu wanita lain yang bisa kucintai dan mencintaiku.Dan kuharap itu bisa berlangsung SELAMANYAFIN.

| Jangan Asal Copy Paste




Comments (1)
nyanalubis - 18:53 on 27/1/2008  [ message ]
Amin...bagus lhoo tulisannya.. :)


IndoBanner Exchanges

Copyright 2008, Penulis-Indonesia Inc. All Rights Reserved
FAQ | Terms of Service | Contact Us | Open Banner


Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis