
Tak pernah terpikirkan,Bahwa kau membuangku begitu sajaTak pernah terlintas di pikiranku,Bahwa kau memutuskan begitu sajaDan...Tak pernah terungkap,Mengapa kau lakukan ini padaku...------------------------------------------------1 tahun telah berlalu semenjak aku ditinggal kekasihku. 2 tahun yang penuh dengan sakit hati. Sampai sekarang pun aku masih belum tahu alasan dia memutuskanku. Kini aku sudah SMA kelas 3, masuk kelas baru. Aku merupakan orang yang pendiam, tak banyak bergaul, hanya duduk di bangku menerima pelajaran lalu pulang ke rumah. Hari-hariku pun biasa saja. Jarang keluar rumah. Kerjaanku hanya bermain komputer dan PS1. Tak ada yang menarik. Dan 2 tahun lalulah pertama kali dalam hidupku aku menemukan hal yang lebih menyenangkan dari bermain game, yaitu cinta.MOS selalu dilakukan untuk siswa-siswa kelas 1. Aku masuk kelas X-1. Hal-hal gila harus aku lakukan hanya untuk bisa masuk sekolah itu, sungguh sangat menjengkelkan. Minta tandatangan pada OSIS, melakukan hal bodoh, dan segala macam kegilaan lainnya. Tapi itu memang hal biasa yang dilakukan di saat MOS. Yang luar biasa adalah ketika waktu akhir MOS, siswa-siswa diwajibkan untuk melakukan upacara. Aku pun berbaris dengan teman-temanku. Disana ada 3 baris yang terisi 10 orang masing-masing baris dan aku berada di baris yang paling kiri."Lencang kanan, Gerak!" teriak ketua kelasAkupun menaikkan tanganku ke arah kanan sambil memalingkan wajah untuk melihat apakah sudah lurus atau belum. Hatiku terpaku, aku terdiam dalam gerakku, seorang cewek cantik berada disebelahku. Hatiku berdegup kencang, pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini terjadi padaku. Dan ingin sekali rasanya bisa seperti ini terus."Tegap, Gerak!"Jengkel pada ketua kelas yang cepat-cepat untuk tegap gerak akupun mengumpat."Kenapa?" bisik cewek disebelahku"Oh...nggak kok, nggak apa-apa."Begitu cantiknya wajah didepanku ini, tak pernah aku sesenang ini. Namun kesenangan ini hanya sesaat karena setelah itu diapun memalingkan wajahnya kembali ke depan. Kecewa rasanya.Upacarapun telah dimulai, aku tak bisa berkonsentrasi, kadang-kadang aku curi-curi pandang padanya berharap dia juga memandangku, tapi ternyata dia tidak memandangku sama sekali. Sedih rasanya. Setelah selesai, siswa-siswapun disuruh untuk masuk ke kelas masing-masing. Kelas X-1, kelas yang akan menjadi tempat favoritku sepanjang 2 semester ini. Semua muridpun akhirnya duduk di bangku yang tersedia. Aku duduk di bangku paling belakang yang dekat dengan jendela. Aku melihat sekeliling untuk mencari dimana cewek itu duduk. Ternyata dia duduk di kursi paling depan berlawanan denganku, dan akupun juga menyadari bahwa dari baris tengah ke kiri semua kursi berisi anak cowok semua dan yang berlawanan berisi anak cewek. Bayanganku untuk bisa berbicara dengan diapun pupus.Wali kelasku masuk dan sebagaimana mestinya, perkenalan diri, peraturan sekolah, dan segala macamnya dibicarakan dalam pertemuan ini. Setelah selesai wali kelasku menyadari suatu hal."Anak-anak, kenapa cowok dan ceweknya misah, ayo semuanya harus campur!""Terima kasih, Pak. Kau membaca pikiranku" bisikkuHarapan baru telah muncul dalam hatiku, aku berharap aku bisa duduk bersebelahan dengan dia. Karena aku senang duduk di tempatku sekarang, aku pun menolak pindah dan hanya menatap ke langit. Menunggu dengan hati berdebar kencang."Tuhan, kabulkanlah permintaanku yang satu ini, Tolonglah Tuhan. Sekali ini saja" doakuBeberapa menit berlalu, semakin lama semakin kencang hati ini berdegup, akupun tak sanggup lagi menahan gejolak yang ada dan kupalingkan wajahku ke kursi di sebelahku."Hai, salam kenal, siapa namamu?" tanya orang disebelah padakuDan saat itu pula, pertama kalinya permohonanku dikabulkan oleh Tuhan.******Kini dia tak lagi bersamaku lagiWalau masih satu sekolah, aku tak tahu keberadaannyaTak tahu juga harus apa bila bertemuAku hanya berdoa, dan meminta permintaanku yang kedua pada Tuhan"Berikan yang terbaik untukku"******Aku sudah sampai pada kelasku yang baru, aku masuk dan bertemu beberapa teman lamaku, saling sapa dan berbincang sejenak. Setelah itu aku pun mencari tempat duduk, dan tentu saja tempat duduk favoritku, bangku paling belakang dekat dengan jendela. Bel sekolah berbunyi tanda masuk kelas. Aku yang kurang perhatian pada semua hal yang ada di kelas hanya melihat keluar jendela , melihat langit yang biru dan awan yang putih bersih. Indah sekali.Setelah beberapa menit melihat awan, kupalingkan wajahku ke kursi di sebelahku."Hai, salam kenal, siapa namamu?" tanya orang disebelah padakuTernyata bukan dia, kusebutkan namaku dan berbincang sedikit lalu aku termenung lagi."Hei, apakah ada bedanya kalau aku sekarang duduk didepanmu?"Suara yang telah kukenal itu melesat masuk ke dalam gendang telingaku, kupalingkan wajahku kedepan. Ternyata memang dia, cewek yang kucintai sampai sekarang. Dia hanya tersenyum padaku lalu kembali lagi ke posisinya semula yaitu, membelakangiku. Aku tak bisa berkata apa-apa, aku keluarkan sebuah buku dan pulpen dari tasku. Kutatap lagi langit indah itu dan mulai menulis puisi lagi. Ternyata yang kucintai ada didepanku sekarang iniTapi, tak tahu apa masih bisa diraih atau tidakWalau berdekatanTapi,Terasa jarak memisahkanWalau dia sudah senyum padakuTapi,Terasa hanya kewajibanDan akhir kata...Inilah yang terbaik yang dapat diberikan kepadaku untuk saat ini.Aku juga berharap...Semoga buku ini tidak hanya berisi kesedihan saja.FIN.NB: Ternyata di kelas itu wali kelasnya sama dengan waktu aku masih kelas X.
|
