Komunitas Penulis Indonesia
Search:   
Home    Search    Groups    Chat     Events    Games     Direktori     Invite    Help Signup    Login

Kisah Di Pojok Cafe
21:26 on 17/1/2008


Waktu itu terasa berlalu begitu cepatApabila kita mengenang kenangan terdahuluWaktu itu terasa sangat singkatApabila kenangan itu kenangan yang manisDan...Waktu itu terasa indahApabila kenangan manis itu adalah kenangan tentang cintaTapi,Waktu bisa menyakitkanApabila kenangan manis itu adalah kenangan yang berujung dengan patah hati...-----------------------------------Cafe 'Pojok", di situlah pertama kalinya aku mendapatkan arti dari sebuah cinta. Tak begitu menggairahkan pertamanya, tapi lama-kelamaan akupun merasa ketagihan.Minggu pagi yang cerah, hariku kulewati dengan tidur-tiduran di kasur. Tapi hanya sebentar aku bisa menikmatinya ibuku sudah teriak-teriak marah karena menganggap ini hari special buatku, hari pertamaku kerja sambilan. Ibuku sangat menginginkan aku untuk bekerja semuda yang aku bisa lakukan. Katanya semakin muda bekerja maka pengalaman untuk mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan uang akan semakin besar. Yah, karena sudah tidak tahan mendengar suara berisik, akupun segera masuk ke kamar mandi untuk persiapan diri kerja di hari pertama. Turun kebawah untuk sarapan lalu naik sepeda motor menuju ke sebuah mall tempatku bekerja sambilan.Karena masih pagi, mall masih sangat sepi, hampir di setiap sudut mall hanya terlihat para pegawai yang bersiap-siap memulai hari mereka, termasuk aku. Aku berjalan, naik eskalator menuju ke lantai 5. Dari sana jalan lurus sedikit lalu belok kanan dan bertemulah sebuah cafe tempat kerjaku, Cafe "Pojok'."Hei kau, ayo cepat siap-siap!" teriak bosskuAkupun hanya mengangguk tanda mengerti dan memakai celemek pegawai. Membersihkan cangkir-cangkir yang masih kotor, mengelap semua perabotan dan furniture yang ada serta meja dan kursi pengunjung. Setelah itu aku berisitirahat menunggu penunjung pertama datang.Pukul 13.00, pengunjung mall sudah banyak berdatangan, ada yang cuma jalan-jalan, ada yang melakukan hal bodoh, ada yang bawa belanjaan kebanyakan sampai tidak cukup tangannya, dan ada yang menarik perhatian hatiku. Seorang wanita, cantik pastinya, umurnya aku taksir hampir sebaya denganku, pakai jeans dengan baju tank-top warna hitam, kurang matching sih tapi tetap masih kelihatan cantik. Wajahnya yang ayu dengan dua lesung pipi apabila ia tersenyum. Wah, membuatku terpana melihatnya. Aku menatapnya terus-menerus sampai lupa akan pekerjaanku."Mas, 2 cangkir cappuccino." kata pengunjung yang sedang kulayaniAku yang berlum sadar sepenuhnya hanya melongo"Mas... 2 cangkir cappuccino." katanya lagi sambil menepuk lenganku"Oh ya, 2 cangkir cappuccino akan segera datang."Aku segera kembali ke counter untuk mengambil pesanan, sambil menunggu temanku membuat cappuccino, aku iseng-iseng mencari wanita yang kulihat tadi, kutemukan dia. Dia sedang menatapku, melambaikan tangannya padaku, dengan spontan aku membalasnya walau tidak kenal. Mungkin di sekolah aku cukup terkenal dan menyebar sampai sejauh ini. Wah, ternyata aku hebat!"Hei, ngapain kamu bengong di sini! Cepat! Wanita itu dari tadi manggil kamu!" bentak boskuSejenak aku tertegun memikirkan lagi kejadian tadi, dia tersenyum dan melambaikan tangannya padaku, dia memanggilku, sang pelayan cafe "Pojok'. Bukan karena dia mengenalku. Rasa kecewa merasuki hatiku. Tapi apa daya, akupun mengambil nampanku dan segera menuju ke arah wanita itu."Siang. Mau pesan apa?" tanyaku padanya sambil melihat wajahnya lekat-lekat"Kopi satu, pakai gula ya." balasnya"Baik, kopi dengan gula."Aku kembali ke counter dan menyuruh temanku untuk membuat kopi, lalu aku ambil 2 coppuccino yang tadi dipesan dan segera kuantarkan ke tujuan. Kembali ke counter menunggu temanku menyelesaikan pembuatan kopinya. Sambil menunggu aku menyempatkan diri untuk melihat wanita itu sebisa yang kubisa. Dia sedang membaca buku novel, karangan Sandra Brown. Gaya membacanya anggun membuatku tambah jatuh hati padanya."Nih, kopi dengan gula."Aku ambil dan taruh di nampan lalu segera menuju ke tempat wanita itu duduk. Dia duduk di pojok cafe, jadi dia tahu aku sedang menuju kearahnya. Dia turunkun buku untuk siap-siap mengambil kopi pesannya."Terima kasih." sambil senyum padakuDua lesung pipi mencuat keluar membuatnya tambah lucu dan cantik untuk dilihat terus-menerus. Tapi karena hanya seorang pelayanan, akupun tak bisa berlama karena tanpa terasa cafe sudah mulai penuh, jadi aku sibuk untuk melayani pengunjung lainya.Pukul 19.00. Waktunya aku untuk pulang. Karena terlalu sibuk tadi, aku jadi tak sempat melihat wanita itu pergi, tiba-tiba saja tempat duduk di pojok itu sudah diisi orang lain. Kubersihkan cangkir-cangkir yang ada dengan lesu. Melap meja dan kursi seadanya. Lalu mengembalikan celemek dan turun dari lantai 5 menuju ke tempat parkir. Tak heran di tempat parkir sepeda motor juga sudah sepi, aku mendapati motorku masih diam termenung disana berdampingan dengan motor lain yang berwarna kuning cerah. Pakai helm, siapkan STNK dan lain-lain untuk jaga-jaga. Kustarter sepeda motorku dan siap untuk tancap gas. Tapi tak jadi kulakukan, sepeda motor kuning cerah di sampingkupun pemiliknya juga baru datang. Tak kusangka wanita cantik yang tadi berada di pojok cafe tempatku bekerja adalah pemilik motor kuning ini. Akupun tertegun, melongo menatapnya, tak berkutik, hanya diam di tempat dengan suara mesin menderu halus. Lalu dia balas menatapku."Kamu yang tadi kerja di cafe itu ya?" tanyanya padaku"Iya.""Baru pulang?""Iya.""Kerja sambilan disana?""Iya.""Kok iya-iya terus.""Iya."Dia menatapku lama..."Oh...nggak mbak, aku cuma sedikit shock tiba-tiba kedatangan wanita cantik."Dia hanya tersenyum, lesung pipinya kembali mencuat, cantiknya. Memakai helm, menstarter motornya dan berkata lagi."Bisa saja kamu. Kamu juga ganteng kok.""Mbak bisa saja.""Ya sudah, aku pergi dulu, masih ada kerjaan nih."Melajulah motornya menjauhi motorku dan sebelum itu dia berkata bahwa kopi buatanku enak. Walau sebenarnya bukan buatanku tapi aku merasa akan lebih baik bila dibiarkan seperti itu.*********Pukul 20.30. Akhirnya aku sampai dirumah. Aku parkir motorku di garasi lalu naik menuju ke kamarku. Mandi dan siap-siap untuk tidur. Kupejamkan mataku sambil memikirkan puisi apa yang akan kutulis untuk esok hari di sekolah, di bangku favoritku, di pojok kelas paling belakang yang dekat dengan jendela. Pada akhirnya akupun terlelap ditemani oleh cahaya bulan dan bintang yang masuk melalui jendela kamarku.-------------------------------Kali ini aku tidak berkutik lagiMelihat pujaanku pergi begitu saja dengan motor kuningnyaTak pernah sesal ini rasanyaTak bertanya namanyaTak bertanya rumahnyaTak bertanya umurnyaDan yang paling bodoh adalah...Tak bertanya apakah kita bisa berjumpa kembali...Kembali kurenungan kejadian hari iniHmm... tak begitu jelek kurasaHanya kurang beruntung sajaTapi tak tahu mengapaAku merasakan bahwa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan akan dijawab oleh diaNanti...Minggu depanAku yakinAku akan betemu lagi dengan diaDan aku pastikanDia akan menjawab pertanyaanku sesuai dengan yahng kuinginkan...FIN

| Jangan Asal Copy Paste




Comments (0)


IndoBanner Exchanges

Copyright 2008, Penulis-Indonesia Inc. All Rights Reserved
FAQ | Terms of Service | Contact Us | Open Banner


Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis