Bisakah Menunggu...

Tak mudah untuk menerima sebuah pernyataan yang tak diinginkanKarena hanya mendengar perkataan itu maka kehidupan akan segera berubahYang dulu menyenangkan kini sudah tidak lagiYang dulu menggairahkan kini sudah tidak lagiYang dulu menyedihkan kini akan bertambah lagi...--------------------Kita pacaran udah lama? Bosan tidak? Bagaimana kalau kita tidak bertemu dulu 3 minggu ini...-------------------------Ada sesuatu yang aneh menusuk hatiku iniTak mengerti ada angin apa, sampai dia berani berkata begitu padaku...Sesal selalu dibelakang, kusetujui permintaannya tanpa pikir dua kaliKini hatiku kosong, hampa terasa...Tak mungkin waktu tuk kembaliHari-hari ku lalui tanpa bertemu dengan sayangku sama sekaliSekali lagi hampa merasuki hatiTeman-temanku sudah mengajakku ngobrol serta menghiburkuMemang sangat menyenangkan berada dekat dengan temanTapi tetap,Tapi bisa mengobati luka di hati iniPulang sekolah hanya sendiri, tak ada yang menemani, tak ada yang mengantarMudah-mudahan aku bisa menunggu...-------------------------Hari ini aku bangun dengan malas, tak ada lagi artinya sekolah tanpa bertemu dengannya. Kutatap wajahku ke cermin, tidak jelek menurutku, tapi mengapa dia mengatakan itu padaku. Apakah sudah bosan dengan diriku ini. Sudah kupikirkan hal itu sejak pertama kali dia mengatakannya dan pada akhirnya akan berujung jalan buntu. Tak ada jawaban yang keluar. Kulupakan sejenak pikiran itu, menenangkan pikiran.------------------------Adakah yang kurang dariku, sayang?Katakanlah, maka aku akan berubah untukmuMeski itu tak mungkin untukkuTapi aku tak rela kau meninggalkanku seperti ini...-----------------------Teriakan ibu membuyarkan semua lamunanku, tak bisa mengelak akupun bersiap siap untuk ke sekolah. Mandi, ganti baju, menyiapkan buku-buku dan tugas lalu turun ke bawah untuk sarapan pagi. Sarapan yang biasa, tak ada yang special untuk diceritakan. Setelah selesai aku berangkat sekolah, jalan kaki. Dan kembali melamun.-----------------------Apakah dia ingin menjauhiku?Tak mungkin!Aku tahu dia sangat mencintaikuSama seperti aku mencintai diaTapi...Kenapa berbuat begitu?Apa yang harus kuperbuat?Aku pikir dan aku putuskanAku akan menunggunyaMenunggunya selama 3 minggu--------------------Sekolah, tempat yang kusukai sejak berpacaran dengan dia, tapi untuk sekarang hanya sebagai tempat belajar yang menbosankan.Bel berbunyi tapi aku masih menyempatkan untuk mengintip apa yang dilakukan dia. Kuintip melalui celah pintu. Dia tak ada, akupun menanyakan pada temannya dan mereka mengatakan bahwa dia tak masuk sekolah. Kutanya kenapa tapi tak ada yang tahu. Dengan kecewa akupun kembali ke kelas. Duduk dan bersedih. Teman-temanku yang melihatku begini dengan sigap menghiburku, tapi aku tak menjawab dan walaupun begitu mereka tetap menghibur, memang teman adalah tempat terbaik setelah pacar. Kulalui pelajaran dengan hati kosong. Tak ada yang masuk ke dalam otakku, yang ada hanya bayangan dia dan dia. Apakah sudah berakhir?Bel berbunyi tiga kali, tanda pulang sekolah. Aku bangkit dan berjalan lesu ke arah gerbang sekolah. 3 hari telah lewat, masih kurang 18 hari lagi untuk bertemu dengan dia lagi. Sesampainya di rumah akupun segera naik ke kamarku, ganti baju dan tidur-tiduran. Kunyalakan sebuah lagu berjudul "Loving You" dari D'Cinnamon. Sudah waktunya memikirkan kembali jawaban atas pertanyaan yang belum bisa kutemukan jawabannya itu. Tapi sampai larut malampun aku belum menemukan jawabannya. Tapi sudah kuyakinkan diriku untuk tetap menunggu dia. Selama aku masih mampu menunggu.Lantunan lagu masih terus berdendang..."Don't wanna hurt with that way""It doesn't mean I givin up""I wanna give you more and more..."--------------------2 minggu sudah kulaluiHampa semakin terasa dan sekarang sudah menghitamkan hatiku ini1 minggu lagi aku baru dapat bertemu diaTemanku masih tetap menghiburku, tapi sudah semakin sedikit, tahu itu sia-sia sajaPulang sekolah juga masih sendiri, walau ada yang mau mengantarku pulang, aku lebih senang pulang sendiri sambil mengingat kenangan indah bersamanyaKenangan waktu berjalan sama-sama di tamanKenangan waktu dimarahi orang tua karena pulang larut malamKenangan waktu berbincangan romantisKenangan waktu dia membaca sebuah puisiKenangan waktu dia menyanyi untukkuKuingat terus sebagai dorongan semangat untuk menunggunya terus...Hampa...Senyap...Dingin...Kosong...Sakit...Tak kuat lagi...Kutahan...Masih cinta...Atai tidak...Dan...Bisakah menunggu...3 minggu sudah datang padakuKesenangan juga sudah berpihak padakuTapi aku juga tak tahu apakah nanti ini dia akan datang padakuKutunggu di depan kelasnyaGugup rasanyaMungkin karena sudah lama tak bertemuKulihat ke kelasnya, dia belum datang rupanyaKetika ingin berbalik, segenggam mawar dengan coklat disamping diberikan olehku"Ini untukmu, Cintaku."Dia yang sudah kutunggu selama 3 minggu ini muncul-muncul tiba-tibaTak ada persiapan untuk menyambut yang seperti iniKejutan yang tak terduga"Nih untukmu, mawar dan coklat. Bukti cintaku padamu."Aku menangis, sebuah tangis bahagia, ternyata dia sungguh-sungguh denganku"Maaf ya telah membuatmu menunggu lama...""Tak apa...""Kalau lebih lama lagi pasti kamu jadi gelisah kan?""Tidak kok, kalau jadinya begini, maka akupun akan menunggumu.""Sampai kapan?""Sampai kau memberikan kejutan lain lagi."Hariku kulalui dengan gembira, temanku bersorak-sorak tiap kali mereka melihatku bersamanya.Dan yang paling terpenting, dia memang orang kucinta, yang akan kutunggu, selamanya...------------------------Setelah kejadian itu kami berdua menjadi terkenal di sekolah, dan kami pun berharap bisa menjadi artis terkenal nantinya. ^_^Jam istirahat menjadi waktu terfavoritku, berduaan di sebuah bangku di taman di sekolah dengan pohon rindang di atasnya. Sunyi dan hanya ada suara degup jantung kami berdua. Kami pun berbincang tentang apa saja yang terjadi selama 3 minggu. Dia tertawa ketika kukatakan apa yang kurasa selama 3 minggu ini. Tapi tak mengapalah, karena kini dia sudah ada disamping hatiku...Bel berbunyi, tanda masuk. Sedikit susah untuk menyuruhnya kembali ke kelas. Tapi dengan sedikit rayuan diapun akhirnya mau juga kembali. Di kelas aku kembali ke bangku. Bangku di pojok kelas yang dekat dengan jendela. Tempat favoritku.Seperti biasanya aku keluarkan buku dan sebuah pulpen untuk menulis puisi ini. Dan kali ini adalah puisi bahagia.------------------------Akhirnya semua terungkapSangat menyenangkanDan yang terutama,Sangat membuat diriku yakin dialah pilihankuSetelah ini tak ada yang tahu apa yang akan terjadiTapi,Walau nanti yang akan datang adalah kejadian buruk,Kan kuingat kejadian iniTuk' yakinkan diriku bahwa dia memang mencintaikuSelamanya... 14 Februari 2008FIN
|
