 |
|
|
|
|
 |
Writers Comunity and Writing resources, news and discussion for authors / writers, editors, and publishers

 |
23:02 9/2/2008 -
3 comments
- [ post comment ]
Mawar Untukmu Sudah lama aku tak pernah melihatmu lagi Sekian tahun sudah berlalu tanpa dirimu... Sekian tahun berusaha untuk melupakanmu... Semenjak aku membuat kesalahan terlalu banyak padamu Semenjak kita berdua memutuskan untuk berpisah Aku sudah berjanji untuk tidak bertemu dirimu lagi Dan kini ketika cinta kita dipertemukan kembali oleh takdir Aku tak bisa berbuat apa-apa Tak tahu juga harus bagaimana memperlakukan dirimu Menyakitimu... Menjauhimu... Memarahimu... Atau kembali padamu... Dan maukah kau menerima diriku... Aku juga tak mengerti maksud Dia melakukan ini pada kita berdua Yang kutahu Dia bermaksud baik pada kita berdua...------------- Hujan lebat turun tanpa ampun mengguyur daerah perumahanku. Sudah 2 jam air dari atas sana tak kunjung berhenti. Terlihat reda pun tidak. Di teras depan , permukaan air sudah tinggi meinggalkan jalan aspal, naik terus dan tinggal sedikit lagi maka rumahku akan kemasukan air. Pasrah menghadapi semuanya, kuambil kursi duduk dari dalam rumah dan membawanya keluar. Kutaruh di teras dan duduk, menikmati suasana hujan deras dengan angin kencangnya. Sedikit aneh memang, tapi ini sudah menjadi kebiasaanku sejak aku ditinggalkan kekasihku di lapangan parkir 3 tahun lalu, saat hujan lebat mengguyur. Meski hujan begitu keras sampai memekakan telinga namun aku merasa bahwa inilah saat-saat tepat merenungkan kehidupan yang sudah kujalanani selamanya. Kehidupan cintaku, sekolahku dulu, kenakalanku waktu masih kecil, kebaikanku dan perbuatan burukku selama ini. Tak tahu mengapa, kenanganku baru akan muncul di saat-saat hujan lebat begini. Kuingat teman-temanku yang juga sudah lama tak jumpa sejak lulus sekolah dapat kuingat bila hujan tiba. Kadang aku juga bertanya-tanya bagaimana keadaan mereka semua, apakah baik-baik saja, sudah menikahkah mereka semua, sudah makmurkah mereka semua, sudah hebatkah mereka semua. Kulihat ke arah jalan, seseorang nekat menerobos hujan lebat. Sekilas dia pun melihat padaku dan mengernyitkan dahinya, mungkin dia berpikir bahwa aku ini orang sinting. Bajunya juga sudah basah kuyup, dingin pasti rasanya. Setelah orang itu lewat, tak ada lagi yang melintas di depan rumahku dan kupikir sungguh hebat, hujan telah membuat orang-orang tak berkutik menghadapinya. Angin yang menerpa wajahku membuatku tak biasa membuka mata lebar-lebar, jadi kupejamkan saja. Dan dalam kegelapan teringat lagi, kenangan-kenangan lama bersama mereka waktu di sekolah dulu dan tentu saja bersama kekasihku. Dan sekali lagi hati ini serasa ditikan pisau. Hujan sudah mulai reda, tapi masih rintik-rintik. Terasku sudah kemasukan air, namun hanya sedikit saja sehingga kubiarkan saja sampai kering. Kutatap rintik-rintik hujan yang jatuh sampai aspal ataupun genangan air dibawahnya. Tiap tetes yang kulihat mengenangkan diriku dengan wanita yang dulu pernah ada di hatiku. Waktu itu, di lapangan parkir sebuah taman hiburan, tempat kami seharusnya melakukan kencan kami. Aku terlambat datang karena masih ada urusan kerja yang harus kuselesaikan terlebih dahulu. Hanya 30 menit aku telat menemuinya tapi dia langsung marah-marah padaku dan meninggalkan diriku di sana. Berjalan cepat dia beberapa langkah di depanku dan berbalik."Kita putus! Aku sudah muak dengan kelakuanmu!" teriaknya padaku"Apa??!" terkejut aku mendengarnya.Dia tidak mengindahkan perkataanku dan meninggalkanku begitu saja. Di saat itu, hujan lebat mulai turun. 5 menit kulalui hanya dengan berdiam diri, basah kuyub dan dingin. Orang-orang yang melihatku berpikir bahwa aku sudah sinting. Seseorang tanpa sengaja menabrak diriku sampai jatuh. Dengan keadaan telungkup dan bajuku yang sudah berubah warna menjadi coklat aku dapat melihat genangan air yang segaris dengan mataku. Rintik-rintik hujan yang menghantam genangan air membuatku mengenang kenangan lama. Kenangan pahit bersamanya dan kupikir lagi, aku hanya telat beberapa menit, tapi kenapa dia langsung memutuskan diriku. Mungkin bukan karena keterlambatanku yang ini, mungkin karena keterlambatanku yang sebelumnya. Keterlambatanku untuk melakukan apa yang seharusnya kulakukan untuknya. Kuputar otakku lagi untuk mengenang lebih dalam kenang-kenangan pahit yang pernah kulalui bersamanya. Waktu itu, ketika hujan lebat juga, aku ditelepon dan dia mengatakan bahwa ibunya sedang sakit berat dan sekarang sedang dirawat di rumah sakit."Ibuku lagi sakit keras, ibu minta kamu untuk menemuinya." isaknya terdengar lemah dan kurasa bahwa dia sudah tahu bahwa penyakit ibunya sudah tak bisa disembuhkan lagi. Hanya menunggu waktu saja."Pasti. Pasti aku akan datang." jawabku cepat."Pastikan untuk tak terlambat, kau tahu maksudku kan.""Iya, aku pastikan. Besok aku akan menjenguknya" selaku langsung. Akupun merencanakan untuk menjenguk ibunya siang hari ketika jam makan siang. Kulalui pagi dengan menyibukkan diri dengan pekerjaan-pekerjaanku. Bertumpuk-tumpuk file harus kucek ulang dan yang lainnya harus kutandatangani, itupun sebelum ditandatangani juga harus mengetahui pasti apa isi dari file itu.Siangpun datang dan waktu jam makan siang sudah dikeluarkan. Segera kuambil kunci mobil dan menuju ke tempat parkir. Kutancapkan gas ke arah sebuah restoran favoritku yang dapat dijangkau dalam waktu 10 menit saja. Di sana kupesan Omelet yang disiram saus tomat dengan segelas anggur putih untuk minumnya. Kusantap makan siangku dengan lahap hingga habis. Kupanggil pelayan dan meminta bon pembayaran, kubayar dengan kartu kredit dan ketika menunggu pembayaran selesai, HPku berdering, kuangkat dan ternyata dari bosku. Dia mengatakan untuk segera kembali ke kantor karena ada masalah mendadak yang harus di selesaikan di sana. Kuiyakan. Tanda tangan struk pembayarannya, simpan kembali kartu kredit di dompet dan memberi tip uang kepada pelayanan lalu kembali ke mobil untuk kembali bekerja. Satu hal yang kulupakan waktu itu, aku melupakan janjiku pada kekasihku untuk menjenguk ibunya. Malam harinya, ketika aku mengeluarkan dompetku untuk mengambil recehan guna membeli sekaleng coka cola di mesin minuman. Secara tak sengaja kulihat foto kekasihku dan teringat akan janji yang kubuat dengannya. Segera akupun melesat ke ruang kerjaku untuk mengambil kuci mobil. Menekan tanda turun di lift sebanyak-banyak agar cepat naik keatas. Untung saja di lift sedang kosong sehingga dalam waktu 1 menit aku sudah berada di lantai tempat aku memarkirkan mobil. Menujulah aku ke rumah sakit tempat ibunya dirawat. Keterlambatanku yang kedua, aku terlambat untuk mengatakan kata perpisahan dengan ibunya. Dia sudah meninggalkan dunia ini dan aku belum bertemu dengannya. Terlambat untuk menjenguknya dan sekarang sudah tak bisa dijenguk lagi. Di depan kamar, aku bertemu dengan kekasihku dan dia menangis hingga maskara yang ia gunakan luntur. Kupeluk dia erat-erat namun dia memukul-mukul diriku. Tetap kurangkul erat sampai dia kehabisan tenaga dan menangis di bahuku."Kau terlambat, bodoh."tangisnya padaku.Akupun tak bisa menjawab dan hanya bisa menatap keluar jendela. Hujan lebat sedang mengguyur rumah sakit itu. Kulihat lagi rintik hujan yang kini menyentuh kulit wajahku. Dingin rasanya. Tak pernah terbayangkan sebelumnya aku bisa melakukan hal sebodoh ini. Di tempat parkir itu, aku hanya berbaring. Dan akhirnya aku menangis, namun tangisanku tak ada bedanya dengan air hujan yang mengalir turun dari wajahku. Bercampur jadi satu, antara dinginnya air hujan dengan hangatnya air mata yang keluar. Kupejamkan lagi mata ini, sebuah keterlambatan lain melintas di pikiranku. Sesudah pemakaman ibunya, dia mulai menjauhi diriku dan aku merasakan hal itu. Kutelepon dia setiap ada kesempatan namun tak pernah diangkat. Kudatangi rumahnya namun tak pernah dia berada di rumah dan walaupun dia ada, dia akan berpura-pura tak ada di rumah. Dan apabila aku dapat bertemu dengannya, maka dengan seribu satu alasan dia akan mencoba untuk mejauhiku. Dengan perbuatannya yang seperti itu aku merasa bersalah dan berusaha untuk membiarkannya sejenak. jadi selama beberapa aku tak berusaha menghubunginya. Kusibukkan hariku dengan pekerjaan-pekerjaan yang terus menumpuk tanpa ada jeda sekalipun. Kadang-kadang ingin sekali untuk menanyakan keadaannya, tapi selalu saja ketika ingin meneleponnya, pekerjaan lain sudah menunggu untuk diselesaikan sampai pada akhirnya aku lupa untuk meneleponnya. Sampai suatu pagi ketika aku baru saja selesai mandi, HPku berdering dan nama kekasihku keluar dalam layar. Segera kuangkat."Halo. Bagaimana kabarmu? Baik-baik aja kan?" tanyaku begitu dia menyapaku."Aku baik-baik aja kok. Kita bisa ketemuan nggak?" tanyanya tanpa basa-basi."Bisa-bisa. Kapan? Dimana?""Di tempat biasa."Dan yang kudengar setelah itu hanyalah suara nada bahwa hubungan telah diputus. Tempat biasa, restoran favoritku. Tempat pertama kali aku bertemu dengannya. Waktu itu aku sedang duduk di meja sendirian dan karena restoran itu cukup terkenal maka meja yang ada tak cukup untuk menampung semua penunjung dan saat itulah kekasihku dengan wajahnya yang cantik dan ramah menegurku dan memohon padaku untuk berbagi tempat duduk dengannya. Kupersilahkan dia untuk duduk di mejaku. kekasihku adalah orang yang cerewet, banyak sekali yang dia berbicara waktu itu, padahal belum saling kenal."Terima kasih ya sudah mau bagi tempat dudukmu." senyumnya padaku"Sama-sama." kujawab singkat dan kembali melanjutkan makanku"Oh ya kamu sudah baca berita di koran belum?""Ternyata membawa HP di kantong bisa menyebabakan kemandulan loh.""Terus juga ada berita kalau pelaku pemboman di Iraq sudah ditangkap. Harus dihukum mati tuh. Kamu setuju nggak hukuman mati diberlakukan di Indonesia?" ungkapnya lagi"Kamu kok nggak jawab sih, ayo jawab dong..." cemberut di padaku."Iya-iya, kamu sih bicaranya ngrocos terus, gimana jawabnya." tersenyum aku padanya.Dan makan siangku waktu itu menjadi makan siang terhebat yang pernah aku alami. Ditemani seorang wanita cantik yang selalu membuatku tertawa dan melupakan sejenak masalah pekerjaan ini yang telah hatiku luluh. Dan beberapa hari setelahnya aku menghubunginya untuk makan malam ataupun berbincang-bincang sekedar menanyakan keadaan. Dan 2 bulan berikutnya ketika aku menyatakan cintaku padanya. Itulah hari paling bahagia yang pernah kurasakan. Tak tahu ada sesuatu yang menghadang di depan sana. Jam 12 siang aku sudah berada di restoran itu. Kukatakan pada pelayan tentang pesananku di sana. Kusebutkan namaku dan dilihatnya dalam list bookingnya di komputer. Dengan sopan pelayanan itu menyuruhku untuk mengikutinya. Diantarnya aku ke meja yang dekat dengan jendela, tempat yang sama waktu aku menyatakan cintaku pad a kekasihku. Kutunggu disana dengan anggur putih di atas meja. Kutatap keluar jendela untuk melihat awan-awan disana. Awannya putih, menunjukkan hari ini adalah hari yang menyenangkan. Kutatap lagi awan-awan itu lagi dan terkenang masa indah bersama kekasihku. Mawar merah yang cantik kubeli dari toko bunga yang dekat dengan tempat ia bekerja. Kutuliskan sedikit rayuan gombal di kartu mawar itu. Kumasuki kantornya dan segera ke lantai 4. Di sana kulihat dia sedang sibuk. Merasa kasihan, kubelikan kopi hangat di mesin minuman dan baru masuk ke kantornya. Kuketok pintu dan dia hanya menyilakan aku masuk tanpa melihat siapa sebenarnya yang datang. Kudekati dia perlahan-lahan, kutaruh gelas kopi itu di atas mejanya dan ketika dia menaikan kepalanya segera aku serahkan bunga mawar merah tersebut."Ah.... mawar keseukaanku. Makasih ya. Kaget aku tiba-tiba kamu udah di depanku." diciumnya mawar itu dan diambilnya kartu gombal yang di atasnya."Ihh.... Gombal. Sudah nggak mempan buat wanita zaman sekarang." tawanya keras"Memang. tapi kalau gombal supaya kamu tertawa padaku masih bisa loh." balasku.Dia pun tertawa lagi dan pada akhirnya dia meninggalkan semua pekerjaan untuk dapat bersenang-senang denganku. Dan itu merupakan hari romantis yang masih kuingat sampai sekarang ini. Tersadar dari lamunanku, aku palingkan wajahku kearah pintu masi\uk restoran. kekasihku baru saja masuk dan segera berjalan menuju ke meja ini. Dia terlihat pucat, tubuhnya sudah turun beberapa kilo kurasa. Di sudah tak seperti kekasihku yang dulu."Hei, sudah lama kita tak bertemu." kataku mencairkan suasana."Udah, nggak usah basa-basi." jawabnya ketus."Begini, kini ibuku sudah tiada dan aku merasa sangat kecewa sekali melihatmu tidak menepati janji. Namun aku masih sangat mencintaimu, sayang." kalimat yang sudah ingin kudengar akhirnya dikatakan juga olehnya."Aku juga masih mencintimu, sayang dan...""Kalau begitu jangan pernah terlambat lagi, apalagi terlambat denganku." selanya tajam"Pasti. Tak akan pernah terlambat lagi." tegas kukatakan padanya.Dan seketika itu dia menangis di depanku, di restoran itu. Sebuah tangis bahagia mengalir turun dan jatuh di meja. Kuambil tissue di meje dan segera kuusapkan air mata itu. Hangat rasanya. Dan akhirnya hari itu dilewati dengan bahagia. Setelah hari bahagia di restoran itu, hatiku merasa lega karena ternyata dia tidak meninggalkan diriku. Kulalui hari-hari sesudahnya dengan pekerjaan-pekerjaanku yang semakin menumpuk banyak. Kuselesaikan pekerjaanku secepatnya. 2 jam setelahnya aku baru dapat menyelesaikan pekerjaannya. Dengan capai akupun pergi ke mesin minuman untuk melepas dahaga. Kubuka dometku dan kulihat wajah kekasihku denganku disana. Sanagat romantis. Kuambil beberapa koin lima ratusan dan kumasukan, lalu kutekan coka-cola.BLAAARRR....Petir menyambar keras sekali. Kurasakan akan ada hujan lebat malam ini. Sambil minum, partnerku memanggilku karena ada rapat yang harus segera diselesaikan. Kuhabiskan cepat-cepat dan menuju ke ruang rapat. Di sana, kuberikan segala solusi yang bisa kuberikan pada bossku dan ketika semua keputusan sudah diambil, bosspun mengizinkan anak buahnya untuk pulang. Di tempat parkir, petir menyambar lagi dan membuatku harus menutup telinga karena kerasnya. Masuk ke dalam mobil dan melihat ke arah jam. Jam 5.50. Sebuah petir menyambar lagi dan satu janji telah kulupakan."Nanti kita ketemuan jam 6.00 ya. Jangan lupa. Di tempat parkir taman hiburan yang baru buka. Ingat! Jangan sampai lupa ya!"Petir kembali menyambar dan tak dapat kusangkal lagi. Aku akan terlambat. Segera kunyalakan mesin mobil dan kutancapkan gas dalam-dalam menuju taman hiburan. 30 menit tepat aku telah terlambat. Dan 5 menit sudah dia meninggalkan diriku ini. Ditengah derasnya hujan lebat. Setelah semua kenangan itu, akupun bangkit dan melihat kesekililing. Dia telah pergi dan tak mungkin kembali lagi padaku. Dia sudah tak percaya lagi padaku. Dan hari-hari setelah itu kulalui dengan depresi. Kinerjaku di kantor menurun, namun untung saja tidak sampai dipecat. Aku menjadi suka mabuk-mabukan dan menjadi pemarah. Selain itu aku juga sudah mulai tidak mengurusi kesehatan badanku. Di saat-saat kehancuranku datanglah teman lamaku. Kuceritakan semuanya dan diapun memberiku dorongan semangat hingga akhirnya aku mulai dapat melupakan kekasihku itu. Setelah keadaanku pulih total aku baru sadar bahwa aku tak pernah bertemu dengannya semenjak di tempat parkir taman hiburan itu. Pernah sekali aku mengunjungi kantornya, dan kulihat di ruangannya masih ada mawar yang kuberikan waktu itu. Namun mawar itu sudah layu, Daunya yang merah sudah berjatuh dan tangkainya sudah membungkuk. Kutinggalkan saja kantornya tanpa pesan apapun untuknya dan kumantapkan diriku bahwa memang dia bukan untuk diriku yang sering terlambat ini. Kini hujan sudah berhenti. Air yang masuk ke dalam rumahku ternyata lebih banyak dari pada yang kuduga. Dengan malasnya kukembali kursi ke tempat semula. Kuambil kain pel, untuk mengeringkan lantai yang kebanjiran. Dan ketika waktunya mengepel nagian teras, kulihat matahari mulai menampakan dirinya lagi. Menyinari kompleks perumahan ini. Kukenang sejenak masa lampau dan kumantapkan diriku lagi. Walau kekasihku sudah tidak menemani diriku, namun bila hujan sudah berhenti maka matahari akan selalu menemani diriku tanpa adanya keterlambatan.------------- Hujan sudah tak ada lagi Matahari sudah mulai tampak Tak pernah terlambat muncul Selalu tepat waktu Bila dibandingkan denganku Aku sering terlambat Aku sering menyakiti kekasihku Aku terlalu bodoh untuknya Tapi aku ingin tetap punya seorang kekasih Jadi yang akan kucari dan kutemukan Adalah wanita yang dapat menerimaku apa adanya Tanpa ada kejadian yang menyedihkan ini lagi Karena aku sudah tak ingin merasakan hal-hal seperti itu lagiFIN created: Cire
|
 |
19:12 5/2/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
ESOK PASTI LEBIH MENYENANGKAN-------------- Ini pertama kalinya, Aku merasakan jantung ini berdebar kencang Ini kedua kalinya, Aku merasakan sensasi aneh memasuki hatiku Ini ketiga kalinya, Aku berpapasan dengannya di gang sekolah Ini yang aku rasakan untuk kesekian kalinya, Aku jatuh cinta padanya...--------------30 Januari, 7:00 Kelas Hari ini terik matahari sedang panas-panasnya menyinari bumi. Walaupun sekarang aku sedang berada di dalam kelas, tapi teriknya matahari serasa dapat menembus tembok-tembok sekolah dan menggosongkan kulit tubuhku. Kukibas-kibaskan buku yang sedari tadi kupegang untuk sedikit mendinginkan diri. Meski sudah kukibas keras-keras tapi tetap saja keringat bercucuran membasahi seragam sekolahku. Burung-burung terbang berusaha melintasi langit yang bila di pikir-pikir lagi tak akan pernah bisa untuk dilintasi. Serasa di panggang di dalam oven akupun membuka jendela lebih besar lagi namun angin sedang tak bersahabat rupanya. Hanya desiran-desiran kecil saja dan tak mungkin untuk menyejukkan badan. Dan pada akhirnya cuaca panas yang tak bersahabat dan tak berkompromi telah membuat pikiranku melayang jauh pergi meninggalkan penjelasan guruku di depan sana."Besok kalau tak salah dia berulang-tahun." sebuah pertanyaan yang kutujukan pada diriku sendiri.Awan yang kutatap tak memberikan jawabannya, hanya diam dan melaju lambat menunggu waktunya untuk menurunkan hujan. Langit biru dibalik awan tersebut, walau sangat menenangkan tapi tetap saja tak memberikan satu jawabanpun. Kupalingkan wajahku kembali ke kelas untuk sekadar berjaga-jaga bahwa guru tidak sedang melihat ke arahku dan memergokku sedang tidak mendengarkan pelajarannya. Ternyata guruku masih sibuk menyelesaikan soal yang dibuatnya sendiri. Akupun tertawa kecil karena merasa aneh dia tidak bisa menyelesaikan soalnya sendiri. Dibantu oleh teman-temanku yang juga tak mengerti benar pelajaran itu membuat soalnya menjadi lebih rumit dari sebelum dan biasanya akan berakhir dengan sebuah tanda bel yang menandakan bahwa soal itu sebaiknya tidak perlu untuk dikerjakan. Sia-sia juga kurasakan bila aku ikut membantu memecahkan soal itu, karena dari dulu aku tak pernah menyimak apa yang diajarkan dan hanya belajar pelajarannya waktu les privat, itupun akan terlupakan saat aku bangun tidur di pagi harinya. Kutinggalkan soal itu bersama semua kerumitannya, lalu kutatap kembali bait puisi yang belum selesai kutulis, kuambil pena dari kotak pensil dan siap untuk melanjutkan. Tak ada satu kata terlintas keluar untuk dituliskan. Kupikir lebih keras lagi, namun tetap tidak ada. Hanya butuh satu kata maka lanjutannya akan mudah, tapi tetap saja tidak keluar sama sekali. Kutaruh penaku di atas meja, dan melamun sejenak menenangkan diri. Apakah dia mengharapkan sebuah selamat ulang-tahun dariku, atau malah dia tidak ingin menerima ucapan selamat dariku atau mungkin dia tidak mengurus sama sekali akan hal itu, berdebar hati ini tak karuan, terasa kegugupan yang mendalam dan tiba-tiba saja tanganku sudah berkeringat dingin. Sebuah kado untuknya telah kusiapkan beberapa hari yang lalu. Kubeli hadiah itu di sebuah toko kecil di dekat rumahku. Aku mengenal baik pemiliknya sehingga iapun memberikan diskon pada barang yang kubeli. Memang hadiah yang kuberikan tak seberapa, tapi kuharap dengan ini dia bisa tahu bahwa aku jatuh hati padanya. Hadiah yang akan kuberikan adalah sebuah gelang dan anting-anting berwarna pink kesukaannya. Dan sebuah mawar untuk menambahkan keromantisan didalamnya. Aku juga sudah merencakan bahwa aku akan menyatakan cinta padanya. Tak peduli dia akan menolaknya tapi bila mencoba maka yang didapat akan selalu yang diinginkan. Itulah prinsipku saat ini. Jawaban-jawaban aneh dan tidak masuk akal yang dilontarkan teman-teman kelasku kini mulai berganti menjadi sebuah keramaian layaknya bila tidak ada guru di kelas. Semua berbicara dengan teman sebangkunya, padahal masih ada guru di depan. Kucari-cari dimana guruku, apakah masih di dalam kelas atau tidak. Rupanya guruku kedatangan siswi yang ingin menanyakan sesuatu, tak terlihat jelas dari sini karena siswi tersebut berada di luar kelas. Karena tak ada yang menarik dari perbincangan mereka berdua, kembali lamunan datang menghampiriku, dan kali ini ketika pertama kali aku bertemu dengannya. SMA kelas X, pijakan pertama yang harus kutempuh bila ingin mendapat ijazah tamatan SMA. Dan seperti biasa, MOS adalah kegiatan wajib yang harus dilakukan siswa-siswa baru disana, termasuk diriku. Tak pernah terpikirkan waktu itu aku yang akan menjadi ketua untuk mewakili kelasku. Akupun dipanggil keluar untuk mendengarkan pengaturan tentang apa saja yang nanti akan dilakukan. Saat itulah, pertama kalinya aku melihat wajah cantiknya. Ternyata dia juga terpilih menjadi ketua mendadak ini. Dalam mendengar penjelasan itu konsentrasiku terpecah belah. Antara mendengar penjelasan dari OSIS dan melihat kecantikan yang dipancarkan olenya. Dia yang berada di samping dan walaupun saat itu aku tak mengenalnya, tapi jantungku berdebar keras sampai-sampai aku takut dia dapat mendengarnya."Sudah jelas!" teriak anggota OSIS pada kami.Aku mengangguk tanda mengerti, lalu sekali lagi kuyakinkan diriku ini bahwa dia memang cantik dan memang dia telah menjerat hatiku ini. Akupun pergi kembali ke kelas untuk dijelaskan kembali. Walau tak seberapa mengerti tentang apa yang dikatakan oleh ketua OSIS, akupun menjelaskan sebisaku dan untunglah teman-teman sekelasku mengerti apa maksudku. Dan pada akhirnya aku mengetahui nama dan nomer HPnya dari temanku yang sekelas dengannya. Dan mulai saat itu, aku telah menetapkan bahwa dia harus menjadi milikku. Tak terasa sudah memasuki jam kedua. Guruku masih berada di luar. Kulihat lagi buku tempatku menulis semua curahan hatiku selama ini. Tinggal beberapa lembar lagi buku ini akan habis, dan kuharap di akhir-akhir lembaran-lembaran ini akan terisi puisi-puisi yang menyenangkan dan menyentuh hati bila dibaca. Kulihat lagi langit dan awan di atasku dan seakan-akan mereka memberikan sebuah kata untuk ditulis. Sebuah kata cinta untuk digores di buku. Dengan segera kuambil penaku dan melanjutkan yang belum terselesaikan.------------ Kupastikan esok hari aku akan menjelaskan semua isi hatiku Kupastikan esok hari aku akan menjelaskan seberapa besar aku mencintaimu Dengan ucapan selamat ulang-tahun dan kado lalu sebuah kalimat 'I love You' Kupastikan kau akan mendengar isi hatiku esok hari Tak masalah dimana aku menembakmu Tak masalah bila aku menembakmu dengan gugup ataupun sampai tergagap-gagap Tak masalah jika dirimu bisa mendengar suara degup jantungku berdetak keras Hanya satu yang ingin kau lakukan untukku... Kumohon... Tuk pastikan dirimu... Pastikan bahwa nanti kau pasti akan menerima pernyataan cintaku ini----------- Kutaruh penaku dan melihat kembali kelanjutan bait yang kutuliskan di sana."AMIN, semoga hal ini terwujud." ucapku tegas.Semoga hal ini terjadi padaku dan semoga segala sesuatunya akan berjalan dengan lancar. Setelah yakin bahwa bait yang kutulis sudah sesuai dengan isi hatiku, kututup dan kumasukkan ke dalam tas. Kuarahkan pandanganku arah pintu kelas. Guruku sudah tidak disana lagi. Ternyata guruku dan siswi tersebut sudah berpindah tempat ke meja guru yang berada tepat pada barisanku. Tak kusangka dia berada disini, yang tercantik dan yang kucinta, sedang berbincang-bincang dengan guruku di depan sana. Wajahnya yang serius mendengar penjelasan guru sungguh sangat membuatku semakin jatuh cinta padanya. Bila dilihat-lihat lagi maka aku merasa bahwa aku bisa menjadi pacarnya yang sepadan, yang bila dimasukan dalam kategori pasangan terfavorit maka aku dan dia akan menjadi pasangan terbaik. Tak sengaja mata kami saling berpapasan. Kuharap bahwa itu bukanlah hanya sekedar papasan belaka. Kuharap dia juga menaruh hati padaku. Pandanganku tak bisa beralih kemanapun, hanya menatapnya terus. Meski dia tak menatapku, tapi aku merasa bahwa dia sebenarnya ingin menatapku namun tidak bisa karena guruku masih menjelaskan sesuatu padanya. Kuharap guruku menjelaskan dengan benar. Beberapa menit menjelang bel tanda istirahat, diapun selesai. Dan segera meninggalkan kelasku, tapi sebelum beranjak pergi dia menatapku lagi lalu melambaikan tangannya padaku dan berlari kecil keluar dari kelas."Apakah dia melambaikan tangannya padaku." ujarku penasaran.Terlintas di pikiranku bahaw peluang untuk menyatakan cintaku dan mendapatkan cintanya semakin besar. Meski hanya sebuah lambaian kecil, tapi menurutku itu sudah menyakinkan diriku bahwa nanti ketika hari ulang-tahunnya dia akan mau menerimaku menjadi pacarnya. Bel berbunyi tanda istirahat, tak tahu mengapa, hatiku serasa menyuruhku untuk segera berlari ke kelasnya. Tak tahu pula tiba-tiba kakiku sudah bergerak tanpa perintahku. Kelasnya berada di lorong yang sama denganku. Kulewati dua kelas untuk dapat sampai ke kelasnya. Kuintip lewat sela-sela pintu. Adakah dia disana, atau dia sedang di kantin, atau sedang di perpus. Kugerakan mataku dari baris depan sampai belakang. Dia tak ada di sana, kuulangi lagi dari baris depan, tetap saja tak ada. Kecewa akan hal itu, akupun beranjak untuk kembali ke kelas. Kubalikan badanku untuk kembali, namun tak sengaja aku menabrak seseorang."Maaf ya, nggak sengaja." kukatakan sambil mencari siapakah siswa yang kutabrak."Nggak apa-apa, aku juga tadi nggak hati-hati." katanyaDia yang sedari tadi kucari sekarang sudah ada di depan mata, tanpa peringatan sedikitpun. Tiba-tiba muncul di depan dan dengan wajah polosnya membuatku tak berkutik di depannya. Padahal biasanya aku bisa membuat seorang cewek terpesona dengan ketampan dan gurauanku. Tapi kali ini aku kalah dan dalam hati aku berpikir bahwa yang seperti inilah yang disebut dengan jatuh cinta. Saat cinta itu sedang pergi maka aku akan merindukannya, tapi saat cinta itu datang berkunjung maka aku akan berdiam saja dan tak berani untuk menyambutnya."Eh.... kamu di kelasku mau ngapain?" tanyanya langsung padaku"Aku..... Aku lagi cari temanku, tapi kelihatan dia lagi ke kantin." jawabku asal"Oh.... gitu ya." balasnya"Hmm... Tadi di kelasku kamu ngapain?""Itu aku cuma mau tanya soal aja kok. Tadi aku melambaikan tanganku, kamu kok nggak balas sih?""Wah... Itu karena tadi aku kaget banget, ternyata ada cewek secantikmu yang mau melambaikan tangannya untukku yang buruk rupa ini." gurauku untuk mencairkan suasana."Bisa aja kamu." senyumnya membuatku semakin berani untuk menyatakan cintaku saat itu, tapi aku urungkan niatku karena itu bukan waktu yang tepat untuk menyatakan cinta. Kurang romantis."Kamu besok mau ulang-tahun ya?""Ih... kok tahu sih, kamu dapat bocoran darimana...?" tanyanya penasaran."Yah.. cewek cantik dan terkenal sepertimu semua orang pasti tahu dong ulang-tahunmu kapan." gurauku lagi membuat pipinya merona merah."Iya, besok aku ulang-tahun, kamu udah nyiapin kado buatku nggak?" senyum dengan dua lesung di pipinya membuatku terpesona dan tidak bisa mengalihkan pandangan."Udah dong. Nanti jam 12 malam kamu jangan tidur dulu ya. Aku ada kejutan untukmu. Jangan sampai ketiduran ya. Ya udah aku kembali ke kelas dulu."Dia hanya tersenyum dan melambaikan tangannya lagi padaku dan sekarang akupun membalasnya. Dia masuk ke kelasnya dan ternyata di duduk baris dua dari belakang dan pada baris kedua dilihat dari pintu masuk. Kulihat dia mengambil sesuatu dari tasnya, sekotak bekal yang dibawanya dari rumah. Sebuah nilai plus untuknya dan sebuah kesamaan untukku, karena akupun juaga membawa bekal dari rumah. Tersenyum sendiri akupun beranjak pergi kembali ke kelas untuk memakan bekal makananku. Sambil makan aku memasang I-Pod di telingaku dan mendengar lagu yang cocok untukku sekarang ini. Lagu dari Westlife-Close. lalu kukeluarkan lagi buku puisiku dan menulis lagi sebuah bait.------------- Tak pernah aku sedekat ini dengannya Berbicara dengannya, walaupun hanya tiga menit Tapi dapat meluluhkan hati ini sampai tak berkutik didepannya Sudah lama aku tak merasakan cinta yang seperti ini Bisakah kali aku mendapatkan cintanya Tolong berikan aku kekuatan Tolong berikan aku harapan Untuk kau ketahui... Dan... Untuk aku ketahui... Bahwa kita saling mencintai satu sama lainSebuah lirik dari yang melantun indah dan meresap lekat dijiwaku saat ini. I Never been... Never been... This Close...------------30 Januari, 11:50 Kamar 10 menit lagi aku akan meneleponnya untuk mengucapkan selamat ulang-tahun dan kalau suasana memadai aku akan menyatakan cintaku."Aku sangat mencintaimu, maukah kau menerimaku...""Sudah sejak dulu aku memendam perasaan ini. Aku jatuh cinta padamu...""Ada yang ingin kutanyakan, aku cinta padamu, apakah kau juga mencintaiku...""Suasana sunyi dan romantis di malam ini. Ada yang ingin kusampaikan, Aku cinta padamu..."Berbagai kalimat sudah kucatat untuk nanti dipilih mana yang paling cocok. Tinggal lima menit lagi aku akan menelepon dia. Diatas meja belajarku juga sudah ada sebuah kotak lucu berbentuk kubus dengan pita pink di atasnya. Gelang dan anting-anting pink sudah ada didalamnya siap untuk diberikan tapi belum siap untuk dinyatakan. Besok hadiah itu akan kuserahkan untuknya bila aku cukup berani menyerahkannya. Kuambil telepon disamping meja belajar. Kutatap lekat-lekat tombol-tombol yang ada. Cukup menekan 7 tombol yang tepat maka suara yang ingin kudengar akan terdengar di ujung sana. Akhirnya kutekan satu demi satu tombol tersebut perlahan-lahan, dan ketika selesai menekan kudekatkan ke arah telinga. Terdengar nada yang panjang. Teleponku tidak tersambung. Kuulangi lagi dan lagi, namun tetap saja tidak bisa. Dan pada akhirnya jam sudah melewati angka 12. Tak ada yang bisa kulakukan. Detik demi detik berlalu dan dalam kejengkelan akupun membuang catatan pernyataan cintaku ke tempat sampah dan memejamkan mata untuk menenangkan diri."Cobalah sekali lagi...."Suara entah dari mana datangnya membuatku terkejut. Segera kuraih telepon dan kucoba lagi. Tersambung. Dan terangkat."Halo, ini kamu ya, kok telat sih teleponnya.""Loh kok tahu ini aku. Yah tadi aku telepon nggak nyambung-nyambung.""Terus sekarang udah nyambung, kamu nggak mau bilang apa-apa ta?" tanyanya cepat"Oh ya.. Selamat ulang-tahun ya. Happy birthday. Semoga tambah cantik dan terkenal. Cepat dapat pacar. Dapat nilai bagus. Dan bisa naik kelas." kataku sambil tersenyum."Makasih, kamu jangan bilang aku cantik terus dong. Aku jadi malu nih." diapun tertawa "Mau gimana lagi, kamu memang cantik dan aku kan nggak suka bohong." gurauku lagi"Ada satu lagi yang mau kukatakan..." Kudatangi tempat sampah tempat kubuang catatanku tadi, kuambil dan kupilih mana yang cocok."Aku...Aku...."Gugup merasuki diriku dan keheningan menghampiri. Tak ada yang berbicara sama sekali, aku juga tak tahu apakah dia sudah tahu bahwa aku akan menyatakan cintaku. Hening berlangsung lama sekali. Akupun masih bimbang apakah aku akan menyatakan cintaku sekarang atau besok saja. Karena terlalu lama mungkin, akhirnya dia mengisi keheningan ini."Aku baru ingat, besok kamu ke kantin ya. Aku akan merayakan ulang-tahunku disana. Aku traktir loh. Nanti setelah pulang sekolah ya. Kutunggu.""Oh pasti aku akan datang. Pasti." jawabku percaya diri."Ya udah kalau gitu, udah malam, nanti kita nggak bisa bangun lagi. Makasih ucapan selamatnya. Dah."Dan teleponpun terputus. Aku hanya bisa termenung dan mengembalikan telepon pada tempatnya. Duduk dan mengambil buku puisi. Sudah mau habis, tinggal 2 lembar. Kuambil penaku dan mulai menulis.--------------- Malam yang aneh Tak ada keberanian untuk mengatakan 'I love You' Malam yang sunyi Tak ada kata-kata yang sesuai untuk dikatakan Malam yang dingin Tak ada rasa ngantuk di mata ini Malam sudah jadi pagi Mungkin sudah waktunya untuk menulis kata-kata yang ingin dikatakan Malam sudah jadi siang Mungkin sudah waktunya aku mengatakan "I Love You" Malam sudah jadi malam lagi Sudah pasti aku menjadi pacarnya.-------------31 Januari, 13:35 Kantin Hiruk-pikuk selalu saja menjadi suasana yang biasa didengar di area kantin sekolah. Siswa yang sedang mencari makan, siswa yang menjomblo ataupun siswa yang berpacaran akan menghabiskan waktu mereka di tempat ini, terutama pada jam pelajaran usai. Mereka yang sedang kasmaran akan duduk menyudut untuk memperoleh kesendirian dan kemesraan mereka. Para jomblo akan mengisi area tengah kantin dan berbincang dengan jomblo lainnya. Sedangkan yang hanya ingin makan akan mengambil tempat di tengah kedua kubu tersebut. Menyantap makanan mereka lalu setelah selesai akan segera beranjak pergi. Itulah kegiatan sehari-hari dari kantin, namun kali ini kantin akan menjadi tempatku untuk menyatakan cinta. Memang aku sangat jarang pergi ke kantin karena aku membawa bekal sendiri, tapi kuharapkan kantin mau membantu untuk satu ini. Dan kuharap juga dia mau menerimaku menjadi pacarnya yang setia. Jam sekolahpun telah usai dan kini aku sedang duduk termenung menunggu dia datang untuk merayakan ulang-tahunnya. Sebotol coca-cola menemaniku dengan gelembung-gelembung sodanya yang naik terus. Kuhirup sekali-kali untuk mengurangi ketegangan dalam hati ini. Kuperiksa lagi kado yang nanti akan kuberikan padanya. Masih kotak dengan pita pink di atas. Kuambil dan kugerakan pelan. Masih gelang dan anting-anting pink kesukaannya. Tak ada yang berubah. Tapi aku merasa ada yang kurang, sesuatu yang belum kubawa. Kulihat lagi penampilan diriku. Masih tampan seperti biasanya. Kulihat seragamku. Masih rapi dan keren. Tapi masih ada yang kurang. Kulihat catatanku, masih ada tersimpan dalam saku seragamku. Segera kuperiksa ulang semua persiapan pernyataan cintaku. Kado pita pink dengan gelang dan anting pink kesukaannya. Catatan pernyataan cinta. Wajah yang tampan .Seragam rapi dan keren. Dan setangkai mawar...."Oh ya aku lupa!!! Setangkai mawar untuk menambah keromantisan." kutepuk dahiku jengkelSegera kukembalikan kado dan catatanku dan segera melesat pergi ke toko bunga untuk membeli setangkai bunga mawar. Kulewati area kantin sambil mencari-cari dimana dia akan merayakan ulang-tahunnya. Namun sejauh mata memandang tak ada tanda-tanda ada orang yang sedang merayakan ulang-tahun. Kutinggalkan sejenak pencarian itu dan segera melesat ke tempat parkir. Ku-starter sepeda motorku dan segera tancap gas menuju toko bunga.31 Januari, 14:20 Toko Bunga Kutatap jam itu terus-menerus. Detik demi detik terlewati dengan mudah tanpa ada halangan. Jarumnya seakan-akan terus menghantuiku untuk segera cepat-cepat kembali ke kantin. Kulihat sekeliling untuk mencari bunga mawar. Kutemukan dan segera kuambil satu untuk dibawa ke kasir. Ketika berjalan ke arah kasir kulihat sebuah pesan tertempel di dinding belakang kasir tersebut."UNTUK PEMBELIAN 14 MAWAR SEKALIGUS AKAN MENDAPATKAN DISKON"Kubaca dan kupikir-pikir bila saja aku membawa 14 mawar kepadanya apakah dia mau menerimanya, ataukah akan terlihat norak di depannya. Keringat terus bercucuran membasahi seragamku. Kenapa harus 14 mawar, kenapa tidak 5 mawar saja, apakah karena sebentar lagi akan Valentine Day, umpatku dalam hati. Kepalang tanggung memikirkan hal itu, kurahkan kakiku ke tempat tadi aku mengambil setangkai mawar. Kuambil langsung segenggam tanpa menghitung berapa mawar yang telah kuambil. Kembali ke kasir untuk membayar."Wow, banyak sekali mawarnya, buat siapa nih?" tanya pejual penasaranAku tak menjawab dan hanya tersenyum padanya."Hmm... Semuanya 28 tangkai buah dan mendapat diskon 20%." senyumnya padakuAkupun kaget mendengar berapa tangkai mawar telah kuambi. Tapi karena waktu terus mengingatkanku untuk segera secepatnya kembali ke sekolah akupun menyerahkan padanya sejumlah uang yang tercantum pada layar kasir."Terima kasih banyak. 14 mawar pertama anda mendapat diskon, sedangkan 14 mawar kedua anda mendapat sebuah kartu dan pena untuk dituliskan dan diletakkan pada mawar tersebut." diserahkannya pena dan kartu itu sambil tersenyum.Segera setelah mengucapkan terima kasih, aku keluar dari toko bunga dan segera tancap gas lagi untuk kembali kesekolah. Terbesit di dalam pikiranku apakah dia masih ada di sekolah. Dan apakah dia masih menanti kedatanganku ini. Kuterobos lampu merah yang ada agar cepat sampai di sekolah dan berharap dia masih ada disana.31 Januari, 16:00 Kantin Matahari sudah mulai membenamkan dirinya. Kuparkir sepeda motorku dengan susah payah karena aku masih harus memegang 28 tangkai bunga mawar. Berlari menuju ke arah kantin tak ada satu orangpun yang kutemui. Sunyi senyap. Tak ada seorangpun. Dan kusadari bahwa dia juga sudah tak ada di sana. Lemas rasanya. Semua persiapan pernyataan cintaku hancur. Tak ada gunanya. Seharusnya tadi aku tak perlu untuk membeli bunga-bugna ini, dan kalaupun aku beli seharusnya aku tak usah membeli sampai sebanyak ini. Ingin rasanya kubuang dan kuinjak-injak mawar-mawar ini. Air mataku sudah mau keluar dan sebuah suara menyentakku kaget."Kamu cari siapa? Yang ulang-tahun sudah selesai."Kubalikkan badanku dan lega rasanya. Dia masih disini, masih cantik, masih lucu, masih imut dan dia masih menungguku datang."Kukira kamu sudah pulang. Maaf ya aku telat." kuusahakan seulas senyum padanya dan berusaha untuk menahan air mataku agar tidak keluar."Nggak apa-apa kok. Kamu udah janji akan datang. Jadi aku juga janji pada diriku sendiri akan menunggu tamu ulang-tahunku sampai datang." diapun membalas senyumku.Teringat akan kado untuknya. Segera kubuka tasku dan dengan cepat kukeluarkan kado pita pink untuk keserahkan padanya."Wah... Makasih ya... Warna kesukaanku lagi. Boleh dibuka sekarang nggak?" tanyanya manja."Boleh. tapi habis dibuka harus langsung dipake ya. Nggak boleh nggak."Dibukanya kado itu pelan-pelan dan dikeluarkannya gelang dan anting-anting pink itu. Diapun berteriak kegirangan, dan dipakainya segera. Berposelah dia depanku. Cantik dan imut. Senyumnya padaku membuatku tak bisa memalingkan wajahku. Gelang di tangannya menambah kelentikan jari-jarinya dan anting-anting serta lesung pipinya akan membuat ia semakin cantik."Kamu cantik sekali setelah memakai hadiahku loh. Selamat ulang-tahun ya." ucapku spontan"Sudah dibilangin jangan bilang aku cantik terus dong, aku kan jadi malu." mukanya memerah.Terjadi keheningan sejenak, tak ada yang tahu harus bicara apa. Dan kurasakan bahwa ini saat yang tepat untuk menyatakan cintaku. Baru saja aku ingin memulai tapi dia bicara dulu."Mawar sebanyak itu buat apa?""Oh... Ini...ini... buat kamu." kuserahkan mawar itu malu-malu"Buat aku, makasih ya. Kamu ternyata romantis banget."Diambilnya mawar itu dari tanganku dan dilihatnya bahwa di sana ada kartu. Diambilnya dan dibukanya kartunya."Loh kok kosong isinya?" tanyanya bingung"Oh itu tadi aku buru-buru beli mawar jadi belum sempat diisi. Sini aku isi dulu."Kuambil pena dari saku seragamku. Kubuka kartu itu dan kutuliskan perasaanku.------------- Sudah lama kupendam perasaan ini padamu Aku juga sudah mencoba memberimu sinyal cintaku padamu Tak tahu apakah kamu bisa merasakannya Kini aku sudah malas untuk memberikan sinyal-sinyal itu Sehingga langsung saja kukatakan padamu. AKU SANGAT MENCINTAI DIRIMU AKU CINTA PADAMU Maukah kau menjadi pacarku? Kutunggu jawabannya setelah kau membaca tulisan ini Dan bila kau mau menerima cintaku, Maka sebagai tambahannya akan kuantar kau pulang nanti ^_^----------- Kuserahkan kartu itu dan dibacanya lama-lama. Setelah itu diapun menangis dan memelukku erat."Setelah acara ulang-tahunku selesai jangan lupa antar aku pulang ya.""Tentu saja, sayang." jawabku sambil membalas pelukannya.FIN CreateD_CirE
|
 |
16:55 27/1/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
Pernah aku membaca di sebuah situs di internet..."Setiap tempat itu adalah unik"Cinta dapat ditemukan dimana sajaCinta akan datang kapan sajaSewaktu-waktu ketika kita tidak sedang memikirkan cintaDan ketika itu terjadi maka pastikan bahwa itu adalah cinta itu sejati...Saranku padamu,Pastikan juga bahwa cinta itu bukan hanya cinta lalu-lalang saja...Karena bila tidak, maka semuanya akan hilang diterpa angin----------- Minggu pagi yang cerah, burung berkicau riang di luar sana. Kudengar lagu-lagu yang didendangkan burung-burung itu lekat-lekat. Walau tak bernada dan tak kukenal lagu apa itu, tapi yang terpenting adalah sebuah lagu yang menyejukan hati. Sekarang ini aku sendiri di rumah, orang tuaku sedang ada urusan diluar, biasalah masalah pekerjaan. Sendiri di rumah kadang-kadang menyenangkan juga. Kita bisa melakukan semua hal yang kita sukai, mulai dari hal positif sampai hal yang paling negatif. Kita bisa menjadi diri kita sendiri tanpa harus takut-takut dilihat orang. Dalam kesendirianku ini aku mengenang lagi kisah-kisah cinta yang sudah kualami selama hidupku. Cinta tak tergapai, itu adalah kalimat yang tepat untuk diriku ini. Semua cinta yang pernah kutemui tak pernah bisa dan tak pernah mau untuk tinggal dalam diriku. Aku tak tahu mengapa, apakah aku terlalu jelek, ataukah aku saja yang tak mau menerima cinta yang sudah ditawarkan padaku. Sudah berkali-kali pertanyaan itu aku tujukan pada diriku, dan sampai sekarang ini masih belum menemukan jawabannya. Pernah sekali waktu aku menceritakan keluh kesahku ini pada seorang sahabat terbaikku, dan iapun mengatakan bahwa sebenarnya aku yang memang tak mau menerima cinta itu sendiri. Dan pada akhirnya dia menyarankanku untuk tak memalingkan hatiku bila bertemu dengan cinta. Tapi tetap saja ketika kutanya bagaimana caranya, maka jawabannya adalah jawaban yang standar, yang tidak bisa mengubahku pendirianku ini. Dan diakhiri percakapan akan terlihat kebimbangan dan kebingungan menanti di ujung sana. Kudengar lagi kicauan burung itu sambil melihat ke arah langit favoritku, birunya langit dan putihnya awan membuat diriku terbang melayang merasakan setiap kata-kata yang akan kutuliskan nantinya. Dan ketika semua kata-kata sudah terkumpulkan, kembali tinta bolpen tergores di buku puisi...---------Sudah waktunya untuk mendapatkan cinta sejatiTapi aku tak tahu dimana aku dapat menemukannyaDi mall,Di cafe,Di jalan,Di tempat les,Tak ada yang bisa memberitahu dirikuAku pernah berpikirSetiap pijakan yang kita buatDi situlah ada tempat di mana satu orang dari seluruh penghuni bumi ini akan menemukan cintanyaDan bila kita bisa menemukan pijakan yang tepat untuk kita, maka kita pun akan menemukan cinta kitaTapi ada bermilyar-milyar pijakan di dunia ini, dan tiap pijakan untuk satu orangBisakah aku menumukan milikku...Dan pikiranku pun memudar...Ditelan kebingungan yang tak pernah akan terjawab.--------- Tettttt..............Tettttt......... Bel rumahku berbunyi, orang tuaku akan pulang nanti malam, lalu siapa yang membunyi bel rumah. Kutaruh segera buku yang sedari tadi kupegang dan berlari turun tangga. Kulihat samar-samar dari jendela ada seseorang yang sedang berdiri di depan pagar rumah. Kuambil kunci rumah, kumasukan kunci pintu depan dan kuputar pelan-pelan sampai terdengar bunyi klik. Kubuka pintu dan melangkahkan satu pijakan ke arah depan. Pijakan tak terduga, seperti yang tadi kutuliskan, ketika tidak sedang memikirkan cinta maka itulah waktu dimana cinta akan datang. Wanita yang sedari tadi menunggu di depan pagar sedang memegang sebuah amplop persegi berwarna coklat. Wajahnya sungguh cantik dan walau aku tak kenal siapa dia tapi aku merasa bahwa dia baik. Kudekati dia pelan-pelan sambil mengeluarkan mimik bingung menanyakan ada gerangan apa dia sampai di rumah ini. Serta merta akupun juga melihat kecantikan yang dipancarkan olehnya. Sungguh sangat menyenangkan."Mas, boleh numpang tanya, rumah Bapak Sugono di sebelah mana ya?" suaranya merdu"Oh.... Rumah Pak Sugono ya, rumahnya nomornya sama dengan saya, cuma di ada digang sebelah." hatiku dingin mendengar pertanyannya."Terima kasih ya mas, makanya dari tadi saya cari-cari tapi kok rumahnya nggak seperti yang dideskripsikan boss saya."Karena tak mau kehilangkan cinta lagi, sebelum dia beranjak pergi menjauh aku segera menajaknya berbicara lagi."Kamu udah kerja ya, tapi kelihatan masih muda ya, cantik lagi.""Mas bisa aja, saya baru lulus kok, jadi memang kelihatan masih muda." jawabnya tersipu"Oh gitu. Tapi boss kamu jahat ya, masa wanita cantik sepertimu di suruh antar-antar, emangnya bossmu nggak ada karyawan lain ya?"Bukan gitu, amplop ini sangat penting dan nanti di rumahnya Pak Sugondo saya juga masih harus menjelaskan isi amplop ini. Udah dulu ya mas, saya buru-buru." beranjak pergi meninggalkanku"Sebelum kamu pergi boleh minta nomer teleponmu nggak?" sebelum terlambat pikirku"Mas, baru aja ketemuan, kok udah minta nomer telepon, nggak baik loh mas." diapun tertawa padaku"Yah... daripada hilang kesempatan. Boleh ya?" jawabku balik."Maaf ya mas, tapi saya tidak bisa. Lagian saya sudah punya pacar."Ditinggalkannya diriku sendiri di sana. Angin semilir menerpa wajahku dan satu hal telah kuketahui, ternyata pijakan tadi bukan merupakan pijakan milikku Kuambil lagi buku puisiku dan kembali menatap langit. Burung-burung sudah tak berkicau lagi, jadi yang tersisa hanyalah sebuah keheningan. Kuingat-ingat lagi kejadian tadi dan terasa sedikit sakit di hati ini. Tapi sudah tak ada lagi yang bisa diperbuat, dia sudah pergi dibawa angin. Dan sebuah puisi tercipta lagi.----------Sebuah pijakan yang salahTapi itu sudah lumrahSetiap orang pasti akan merasakan pijakan salah ituKini aku sendiri lagi dan sebuah cinta menyedihkan lagi untuk ditulisBisakah nanti aku menemukan pijakan yang tepatDan bisakah aku menemukan cinta yang tepatYang bukan hanya sekedar angin belaka...Yang bukan hanya sekadar angin lalu...Yang bukan hanya sekadar angin bohongan...Tapi bila kau bertanya apakah aku akan berhenti berpijak...Maka kan kujawab mantab, aku akan terus berpijakBila kau salah berpijak...Maka kan kujawab, aku akan mencari pijakan lain lagiBila kau tak pernah menemukan pijakanmu...Maka kan kujawab lagi, setiap orang punya satu pijakan untuk dipijakBila kau sudah menemukan pijakan yang tepat...Maka sudah pasti aku akan memijak cinta itu sedalam mungkin agar nanti tidak terlepas dari genggaman tangan.FIN
|
 |
21:38 21/1/2008 -
1 comments
- [ post comment ]
Hari ini aku bahagia sekaliKarena bisa berbicara dengan diaTak mudah memang...Karena dia bukan wanita sembaranganHatinya tak luluh hanya dengan ketampananHatinya tak luluh dengan uangHatinya tak luluh dengan apapunHatinya hanya luluh dengan cinta dan ketulusan hati...-----------Musim kemarau sudah datang. Daun-daun di depan rumahku mulai berguguran dan mengubah jalanan menjadi warna coklat. Kini aku sedang duduk termenung menatap keluar jendela. Kulihat ke arah awan putih bersih di atas sana, walau tak sama dengan yang ada di sekolah tapi tetap memberikan inspirasi bagiku. Kutatap telepon di depanku, haruskah aku menelepon dia, tanya diriku sendiri. Tak urung waktu terus berlalu tanpa menungguku mengambil keputusan menelepon atau tidak. Kutelepon saja pikirku, tapi belum sempat mengambil gagang telepon aku kembali termenung, terlintas sebuah kalimat yang cocok untuk puisi yang baru kutulis.-----------Tak bisa lebih dekat dari iniTak bisa lebih lucu dari iniTak bisa terlalu dekatKarena aku takut, takut kamu mendengar degup jantungkuDan mengetahui bahwa sebenarnya aku sangat mencintai dirimu...-----------Tersenyum simpul membaca kalimat-kalimat yang baru kubuat ini tak sadar ibuku sudah memanggilku turun untuk makan pagi. kututup buku rahasia cintaku dan kutaruh di tas tuk dilanjutkan di kelas nanti. Turun melangkahi dua anak tangga sekaligus membuat ibuku marah-marah tapi aku biarkan saja namanya juga anak muda. Setelah sarapan pagi dan pamit dengan ibu akupun berangkat sekolah. Ketika di luar rumah aku teringat bahwa aku baru saja dibelikan sepeda motor oleh ayahku, jadi aku kembali ke rumah mengambil kunci sepeda motor dan langsung tancap gas.-----------Tak terasa aku akan bertemu dengannya lagiApakah aku bisa bicara dengannya sekali lagiSemoga Tuhan mendengar permintaanku yang satu ini-----------Aku duduk di tempatku, di pojok kelas dekat jendela dan dengan awan yang indah di atasnya. Warnanya membawaku ke dalam suasana yang nyaman yang membuatku dapat menulis puisi-puisi di buku ini. Dan jam-jam seperti inilah yang paling tepat, karena waktu lainnnya akan sangat ramai oleh ulah teman-temanku dan pada saat pelajaran aku pasti dimarahi. Jadi selagi kelas masih sepi, (dia belum datang, dia datang selalu tepat masuk bel masuk sekolah) aku mengeluarkan buku dan menulis lagi.----------Cepatlah datang...Aku sudah tak sabar menunggumuMelihatmu senyumMelihatmu bercandaMelihatmu tertawaDan tentu saja melihatmu tersenyum pada diriku iniSudah lama aku menaruh hati padamuDan hal ini baru terwujud sekarangTak akan kulewatkan kesempatan iniTuk mendapatkan dirimu----------Bel berbunyi tanda masuk. Kumasukkan semuanya dan melihat sekililing. Dia baru saja masuk ke kelas dan melihatku sekilas. Tak tahu mengapa aku merasa bahwa dia memang mencariku tapi setelah itu dia memalingkan wajahnya dan langsung menuju ke bangku tempat dia duduk. Dia duduk pada baris ketiga dari kiri dan bangku kedua dari belakang. Dari tempat dudukku aku bisa melihatnya dengan jelas. Wajahnya yang cantik, lebih tepatnya karakter wajahnya yang unik membuatku bisa sampai seperti ini. Kutatap dia selagi ada waktu. Tak sadar dia sudah menatapku balik. Karena sudah terlanjur ketangkap basah kuteruskan tatapku padanya."Kenapa?" tanya dengan dengan nada bingung"Nggak apa-apa." kujawab sambil menggelengkan kepalaLalu diapun kembali menatap ke arah papan tulis. Terbayang kalimat baru lagi untuk di tulis di buku puisi.-------------Sebuah pembicaraan dengannyaHanya sedikit memangTapi, paling tidak membuatnya ingat padaku sekian detikApa yang akan terjadi setelah ini...Aku tidak tahuTapi yang kutahu bahwa aku memang sangat mencintai dia...-------------Pelajaran Fisika merupakan pelajaran yang membosankan. Semua anak-anak sangat membenci pelajaran ini karena dirasa sangat sulit untuk diterjemahkan. Tapi untuk hari ini, pelajaran Fisika merupakan pelajaran yang paling disukai karena guru Fisika kami tidak masuk dan tak ada latihan yang diberikan. Semua anak-anak berpindah tempat ke kelompoknya masing-masing untuk ngerumpi bareng-bareng. Aku yang kurang suka bergaul hanya duduk di kursiku dan kembali menulis puisi.-----------Awan putih di atas sampai sekarang juga akan tetap berwarna putihKursi pojok ini sampai sekarang juga akan menjadi tempat favoritkuDan cinta di hatiku ini sampai kapanpun juga akan tetap di hatimu...----------Kutuliskan sebuah nama pada puisi yang satu ini, tapi belum sempat kuselesaikan, dia datang menghampiriku. Menatapku dan buku yang kupegang..."Apa itu, boleh lihat nggak?""Nggak boleh karena ini rahasia." jawabku"Memang ada apa di sana?""Tidak ada apa-apa kok." mulai gugup aku dibuatnya"Kalau tidak ada apa-apa berarti boleh lihat dong." tersenyum dia padaku"Kalau gitu buku ini ada apa-apanya dan kamu nggak boleh lihat."Lama kami saling bertatapan. Tak ada yang bicara setelah itu, hanya saling menatap."Kenapa?""Nggak apa-apa." kujawab sama seperti tadi waktu renungan"Kenapa sih nggak mau kasih tahu.." cemberut dia padaku tapi masih terlihat cantik"Karena ini belum waktunya kamu tahu.""Tahu apa." tanyanya cepat"Tahu sesuatu yang akan membuatmu kaget nantinya."Karena jengkel diapun meninggalkanku dan sampai pulang sekolahpun aku sama sekali tak bicara dengannya.Hari ini aku tidak langsung pulang ke rumah, aku masih harus tinggal di sekolah untuk melaksanakan extrakurikuler. Dan extrakurikuler yang kuambil adalah Band. Karena jam extrakurikuler masih lama, sekitar 30 menit lagi, akupun pergi ke kantin untuk mencari makan. Kubeli 1 porsi nasi campur kesukaanku dan sebotol aqua. Karena ini jam pulang sekolah maka mudah untuk mencari tempat duduk kosong. Aku sendiri di sana, tak ada siapa-siapa, hanya dua orang yang lagi bermesaraan di pojok kantin. Seorang siswa sedang mendengarkan musik sambil makan camilan dan seorang siswi yang baru saja pergi dari kursi tempat ia makan. Karena tak ada hal yang menarik, ku lanjutkan makan nasi campurku dengan lahap tanpa mempedulikan keadaan sekitar.Jam extrakurikuler sudah datang, aku segera naik ke lantai 3 menuju ke ruang musik. Band yang aku gandrungi ini lumayan asik dan aku memegang pada Bass. Musik demi musik kumainkan bersama teman-teman bandku dan berakhir pada pukul 4.00 sore. Selesai merapikan semua alat-alat musik akupun segera menuju ke arah tempat parkir karena masih banyak tugas yang menungguku di rumah.Kustarter sepeda motorku dan melesat melewati pintu gerbang. Baru saja aku ingin mempercepat laju kendaraanku, tapi terpaksa harus kuhentikan. Di depan jalan ada dia yang sedang membelakangiku."Apa yang harus kulakukan bila melewati dia?" tanyaku pada diriku sendiri"Menyapanya?""Senyum padanya?""Dibiarkan saja?""Pura-pura nggak lihat?""Atau apa!"Kesal pada diriku ini, akupun terpaksa melajukan sepeda motorku pelan-pelan mendekati dia. Semakin dekat dan saat suara mesin motorku sudah mencapai telinganya, diapun berbalik dan menatapku lagi. Lama sekali..."Kenapa?" tanyanya kembali"Nggak apa-apa." kujawab lagi dengan jawaban yang sama"Kok gitu sih, yang lain dong jawabannya." bentaknya padaku"Yah gimana lagi, memang nggak ada apa-apa kok.""Terus kenapa berhenti di sini.""Karena ada sesuatu...""Itu berarti ada apa-apa ya to.." selanya"Ya..ya.. aku cuma mau nawarin kamu.""Nawarin apa?""Kamu mau nggak aku antar ke rumahmu?""Hmm.... rumahku jauh loh, nggak apa-apa nih?""Tenang aja, bensin masih banyak. Mau nggak?" penasaran aku menunggu jawabannya"Boleh lah.." dia tersenyum padaku dan sangat cantikAkhirnya dia naik dan kutancap gasku pelan-pelan agar kami bisa mengobrol lama. Aku tak ingat obrolan kami waktu di sepeda motor itu, tapi yang kuingat adalahketika dia tersenyum aku yakin bahwa di tersenyum hanya untukku.7.00 malam. Aku tiba di rumah. Kutaruh sepeda motor di teras depan. Masuk ke rumah dan mendengar ibuku mengomel kenapa aku pulang larut malam. Namun kuiya-iyakan saja dan naik ke kamarku di atas. Kututup erat pintu kamarku dan segera kembali duduk termenung di depan jendela. Kali ini awan berwarna hitam kelam. Kuhembuskan napas panjang dan melihat ke arah telepon."Apakah ini saat yang tepat untuk menelepon dia?"Kuambil gagang telepon dan mulai menekan tujuh tombol yang selama ini kuharap dapat kutekan."Halo." terdengar suara di ujung sana"Halo juga." kujawab malu-malu"Oh kamu... Kenapa?""Nggak apa-apa...""Kalau nggak apa-apa kenapa telepon ya to.." nada jengkel mulai keluar dari mulutnya"Aku juga nggak tahu, tiba-tiba aku sudah menelepon dan tiba-tiba aku sangat ingin melihatmu senyum padaku. Hanya untukku."Tak terdengar suara sama sekali waktu itu, kukira dia marah besar dan menutup telepon. Namun terdengar suara lagi..."Oh... kalau gitu lain kali antarin aku lagi ya."Sebuah jawaban yang tak terduga, yang artinya memberikan jalan untukku menjadi pacarnya. Tak begitu ingat tentang percakapan tersebut, namun aku masih ingat dengan puisi yang kutulis ketika aku selesai bertelepon ria dengannya.------------------Ternyata,Cinta tak selalu sakitCinta tak selalu sendiriCinta tak selalu sepiDan...Cinta tak selalu menyedihkanYang kualami sekarang iniMungkin hanya seperti cerita-cerita kebanyakan orangYaitu cerita berakhir Happy-EndingTapi bila dikenang lagi, maka ini bukanlah cerita yang Happy-Ending sajaKarena ini merupakan cerita yang akan kurindukan setiap saat bertemu dengannyaWaktu kukatakan apa yang kupendam selama ini padanyaDan ketika dia mengatakan iya padakuHatiku berbunga-bungaKarena mulai dari sekarangBukan hanya satu orang saja yang tahu bahwa aku sangat mencintai diaTapi sekarang sudah menjadi dua orang yang tahu bahwa...Kami saling mencintai satu sama lainDan pada akhirnya...Nama yang belum sempat kutuliskanKutulis dengan tegas dan jelasDan...Walau dihapus akan tetap berbekasSebuah nama yang tak akan pernah kulupakan selamanya...Cinta.FIN
|
 |
21:28 17/1/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
Sunyi senyap meresap kedalam hatiTerasa hampa dan kosongTak pernah terasa pula bahwa diriku ini ternyata hanya orang tak bergunaKarena aku sama sekali tak bisa menjaga seorang wanita......Aku adalah orang pintar, semua pekerjaan dapat kukerjakan dengan mudahAku adalah orang tampan, semua wanita tertarik padakuAku adalah orang baik, tak pernah melakukan dosa terlalu besarAku adalah orang sabar, menunggu selama yang diperlukanAku adalah orang sempurna, karena semua terkendali dalam tanganku iniTapi, mengapa di saat cinta datang kepadakuMencobai aku,Aku tak bisa berbuat apa-apaHanya termenung, sampai cinta bosan dan pergi meninggalkan dakuHanya itu kelemahan satu-satunya yang kumilikiDan aku merasakan juga bahwa itu adalah kelemahan yang paling fatal!Aku ingin berubah tapi tak ada yang bisa merubahku termasuk aku sendiri!Kini aku sedang duduk di sebuah bangku dibawah pohon beringinTaman itu masih sepi tapi sudah ada seseorang yang menemaniku di bangku ituTak tahu mengapa aku menceritakan keluh kesahkuLalu dia mengatakan, "kau tahu apa yang dibutuhkan bila ingin mendapat seorang pacar?"Aku sebutkan semua keahlian dan pengetahuan yang kumiliki...Tapi jawabannya hanya "Tidak", "Bukan", "Tidak", "Salah", "Masih belum"Aku pun kehabisan akal dan bertanya apa tujuan sebenarnya...Dia menjawab begini:"Kau tak memerlukan itu semua, itu semua hanya sekilas saja dibutuhkan, yang kau butuhkan adalah sebuah cinta untuknya dan bila beruntung maka dia juga mempunyai cinta untukmu.""Tapi aku tak punya cinta untuk diberikan..." balasku"Dengan cinta yang ada maka segala sesuatunya, kelebihan-kelebihanmu serta kelemahan-kelemahanmu akan hilang dari ingatan dia.""Lalu..." penasaran aku menunggu kelanjutannya"Kau punya segalanya bukan? Berarti yang harus kau lakukan adalah simpan dulu sejenak kelebihanmu yang ada lalu semua kelebihanmu itu kamu campur jadi satu, maka ramuan yang akan muncul adalah sebuah cinta dan kau juga akan mengetahui bahwa kau juga memiliki cinta yang besar dalam hatimu yang nantinya akan kau berikan pada wanita yang kau sayangi."Aku terdiam sejenak, kebingungan meliputi otakku, tak mengerti perkataan orang disebelahku. Aku pun bertanya lagi padanya namun sayang dia sudah tak ada lagi di sekitar situ. Dan pada akhirnya aku meninggalkan bangku tersebut kembali ke kehidupanku yang dulu.Esoknya pun aku juga melakukan hal yang sama seperti biasanya.Tiap detik kuingat lagi kejadian di bangku itu...Lama-kelamaan aku mulai mengerti sedikit demi sedikit...Pengetahuan dan kelebihan bukanlah segala-galanyaHanyalah kemampuan sekejapCinta dan rasa kasih sayang adalah segala-galanyaKarena itulah yang membuatku memiliki kemampuan sekejap ituLalu apa kesimpulannya....Sampai kini pun aku masih memikirkannyaDan sampai sekarang masih belum mendapatkan jawabannyaWalau sudah berkali-kali berpikir tetap tak bisa...Yah... Mungkin belum saatnya aku menemukan jawabannyaSekarang aku sudah punya seorang pacarPacar yang kukagumi dan tak pernah kulepaskan...Dan walau belum menemukan jawabannyaAku merasakan bahwa cintaku padanya dan cintanya padaku bukanlah sekedar kelebihan ataupun kemampaun sekejap belaka.FIN
|
 |
21:27 17/1/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
Besok adalah suatu hal yang tak pernah terpikirkan oleh kitaHari ini adalah suatu hal yang sedang kita hadapiKemarin adalah suatu hal yang sudah kita menangkanLusa adalah suatu hal bisa mengecoh ramalan kitaKini adalah suatu hal tepat sedang terjadiLalu adalah suatu hal yang tepat sudah terjadiDan...Itu semua bukanlah hak yang gampang untuk dilaluiSemuanya penuh dengan pengorbanan dan kerja kerasDan bila ditinggal satu saja, maka hidup akan jadi berantakanSama seperti cintaApabila hilang satu saja...Apakah itu yang menyenangkanApakah itu yang menyedihkanApakah itu yang mengharukanApakah itu yang menggemparkanApakah itu romantisApakah itu gombalApabila hilang satu saja,Maka cinta tak akan pernah bisa dinikmati dalam kehidupan...
|
 |
21:27 17/1/2008 -
1 comments
- [ post comment ]
Hari ini,Musim telah berganti untuk kesekian kalinyaTak ada yang aneh dengan itu semuaHanya saja...Di dalam diriku...Aku merasa ada yang lain dengan itu semuaKemarin,Aku masih di hati seseorang yang kusayangiTapi dia menyuruhku untuk segera keluarAku pun tak bisa berbuat apa-apaHanya termenung menanti dia mengatakan bahwa itu hanya bohong belakaTapi,Semakin aku melangkah jauh meninggalkannya...Aku pun merasa semakin kecil dia akan mengatakan hal itu...Dan ketika aku menoleh, ternyata dia sudah tak ada, hilang sama sekali...--------------------------------------------------Hari ini aku bangun untuk melanjutkan hari-hariku seperti biasa, aku bangun dari tempatku tidur, sikat gigi, ganti baju, dan turun ke bawah untuk sarapan. Aku hidup seorang diri di rumah ini. Rumah yang kecil dan sederhana. Tak ada sanak saudara yang pernah berkunjung. Orang tuaku dua-duanya bekerja di luar negeri jadi mereka hanya mengirimkan uang saku kepadaku setiap bulannya, dan tentu saja akupun kurang dekat dengan mereka.Yang pernah berkunjung ke tempatku mungkin hanya teman-teman sekolahku dan wanita yang kusayangi. Wanita ini adalah cinta pertamaku, tak pernah terlintas di otakku untuk mencari wanita lain. Dia begitu anggun di mataku, kepribadiannya sungguh membuatku terpanah, dan tentu saja wajahnya yang cantik membuatku tak pernah lepas untuk memandangnya.Pertama kali bertemu dia, aku berpikir dia adalah wanita yang sama sekali tidak menarik untuk dijadikan pacar. Wanita bawel yang suka marah-marah, sensitif sekali dan tak pernah mau untuk melakukan hal-hal yang berat-berat. Layaknya tuan putri yang sombong.Pertama kali aku mengenalnya di sebuah kereta yang menuju Surabaya, waktu itu penumpang sangat ramai dan sesak. Dan tak tahu dari mana, aku bertabrakan dengan dia, tasnya jatuh dan diapun marah-marah dan memaki-maki padaku. Aku yang bukan tipe pria yang suka marah-marah, apalagi pada seorang wanita hanya bisa diam dan memungut tasnya yang terjatuh. Kukembalikan dan meminta maaf padanya. Dia mengambil tas dari tanganku dengan kasar dan mengucapkan 'Terima Kasih'. Saat itulah aku menyadari bahwa dia bukanlah wanita yang jahat seperti yang pikirkan. Dan seperti kata pepatah yang pernah kudengar, Even You Are In BattleField, Love Can Bloom. Walau kau berada di medan perang, cinta dapat bertumbuh. Dan walau pertemuan pertamanya kurang menyenangkan, cinta masih tetap dapat bertumbuh.***************Kini itu semua hanya kenangan belaka. Jam sekolah sudah berbunyi, aku duduk dibangku paling belakang yang dekat dengan jendela. Kubuka tas sekolahku, mengambil buku dan pulpen. Menatap keluar jendela, tuk melanjutkan puisi yang belum sempat kuselesaikan tadi pagi.--------------------------------------------------Besok,Kenangan yang indah itu akan kutinggalkan perlahanKenangan itu akan memudar seiring dengan berjalannya waktuMungkin tak bisa dalam sehari, tapi cukup tuk bisa mencari yang lainDan lusa,Aku akan berjalan-jalan keluarMencari angin kesegaranTuk menyegarkan hatiku iniDan doakanAku bisa bertemu wanita lain yang bisa kucintai dan mencintaiku.Dan kuharap itu bisa berlangsung SELAMANYAFIN.
|
 |
21:27 17/1/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
Winter has come,But love never come in my heartI don't know why...I am handsomeI have carI have moneyI have everything that woman wanted.But, still no woman in my heart...Then, someone come to meI tell him about my feeling...He just smileAnd said "Too much protection isn't good too..."Then he left...Question come through my mindWhat is that means?I am looking around...Searching the answer...Green green grass blown by windChildren play in sand boxCloud fly slowly in the skyAnd...A woman in front of me...A beautiful womanAnd...Suddenly, I know the answer...Too much walls around my heartThat walls make love can reach to my heart...Spring come on time,Love always come to my heart nowI know why...Because now, I have collapsed all walls around my heart...And the most important for me is...Now,I have a woman right by my side.FIN.
|
 |
21:27 17/1/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
Tak pernah terpikirkan,Bahwa kau membuangku begitu sajaTak pernah terlintas di pikiranku,Bahwa kau memutuskan begitu sajaDan...Tak pernah terungkap,Mengapa kau lakukan ini padaku...------------------------------------------------1 tahun telah berlalu semenjak aku ditinggal kekasihku. 2 tahun yang penuh dengan sakit hati. Sampai sekarang pun aku masih belum tahu alasan dia memutuskanku. Kini aku sudah SMA kelas 3, masuk kelas baru. Aku merupakan orang yang pendiam, tak banyak bergaul, hanya duduk di bangku menerima pelajaran lalu pulang ke rumah. Hari-hariku pun biasa saja. Jarang keluar rumah. Kerjaanku hanya bermain komputer dan PS1. Tak ada yang menarik. Dan 2 tahun lalulah pertama kali dalam hidupku aku menemukan hal yang lebih menyenangkan dari bermain game, yaitu cinta.MOS selalu dilakukan untuk siswa-siswa kelas 1. Aku masuk kelas X-1. Hal-hal gila harus aku lakukan hanya untuk bisa masuk sekolah itu, sungguh sangat menjengkelkan. Minta tandatangan pada OSIS, melakukan hal bodoh, dan segala macam kegilaan lainnya. Tapi itu memang hal biasa yang dilakukan di saat MOS. Yang luar biasa adalah ketika waktu akhir MOS, siswa-siswa diwajibkan untuk melakukan upacara. Aku pun berbaris dengan teman-temanku. Disana ada 3 baris yang terisi 10 orang masing-masing baris dan aku berada di baris yang paling kiri."Lencang kanan, Gerak!" teriak ketua kelasAkupun menaikkan tanganku ke arah kanan sambil memalingkan wajah untuk melihat apakah sudah lurus atau belum. Hatiku terpaku, aku terdiam dalam gerakku, seorang cewek cantik berada disebelahku. Hatiku berdegup kencang, pertama kalinya aku merasakan hal seperti ini terjadi padaku. Dan ingin sekali rasanya bisa seperti ini terus."Tegap, Gerak!"Jengkel pada ketua kelas yang cepat-cepat untuk tegap gerak akupun mengumpat."Kenapa?" bisik cewek disebelahku"Oh...nggak kok, nggak apa-apa."Begitu cantiknya wajah didepanku ini, tak pernah aku sesenang ini. Namun kesenangan ini hanya sesaat karena setelah itu diapun memalingkan wajahnya kembali ke depan. Kecewa rasanya.Upacarapun telah dimulai, aku tak bisa berkonsentrasi, kadang-kadang aku curi-curi pandang padanya berharap dia juga memandangku, tapi ternyata dia tidak memandangku sama sekali. Sedih rasanya. Setelah selesai, siswa-siswapun disuruh untuk masuk ke kelas masing-masing. Kelas X-1, kelas yang akan menjadi tempat favoritku sepanjang 2 semester ini. Semua muridpun akhirnya duduk di bangku yang tersedia. Aku duduk di bangku paling belakang yang dekat dengan jendela. Aku melihat sekeliling untuk mencari dimana cewek itu duduk. Ternyata dia duduk di kursi paling depan berlawanan denganku, dan akupun juga menyadari bahwa dari baris tengah ke kiri semua kursi berisi anak cowok semua dan yang berlawanan berisi anak cewek. Bayanganku untuk bisa berbicara dengan diapun pupus.Wali kelasku masuk dan sebagaimana mestinya, perkenalan diri, peraturan sekolah, dan segala macamnya dibicarakan dalam pertemuan ini. Setelah selesai wali kelasku menyadari suatu hal."Anak-anak, kenapa cowok dan ceweknya misah, ayo semuanya harus campur!""Terima kasih, Pak. Kau membaca pikiranku" bisikkuHarapan baru telah muncul dalam hatiku, aku berharap aku bisa duduk bersebelahan dengan dia. Karena aku senang duduk di tempatku sekarang, aku pun menolak pindah dan hanya menatap ke langit. Menunggu dengan hati berdebar kencang."Tuhan, kabulkanlah permintaanku yang satu ini, Tolonglah Tuhan. Sekali ini saja" doakuBeberapa menit berlalu, semakin lama semakin kencang hati ini berdegup, akupun tak sanggup lagi menahan gejolak yang ada dan kupalingkan wajahku ke kursi di sebelahku."Hai, salam kenal, siapa namamu?" tanya orang disebelah padakuDan saat itu pula, pertama kalinya permohonanku dikabulkan oleh Tuhan.******Kini dia tak lagi bersamaku lagiWalau masih satu sekolah, aku tak tahu keberadaannyaTak tahu juga harus apa bila bertemuAku hanya berdoa, dan meminta permintaanku yang kedua pada Tuhan"Berikan yang terbaik untukku"******Aku sudah sampai pada kelasku yang baru, aku masuk dan bertemu beberapa teman lamaku, saling sapa dan berbincang sejenak. Setelah itu aku pun mencari tempat duduk, dan tentu saja tempat duduk favoritku, bangku paling belakang dekat dengan jendela. Bel sekolah berbunyi tanda masuk kelas. Aku yang kurang perhatian pada semua hal yang ada di kelas hanya melihat keluar jendela , melihat langit yang biru dan awan yang putih bersih. Indah sekali.Setelah beberapa menit melihat awan, kupalingkan wajahku ke kursi di sebelahku."Hai, salam kenal, siapa namamu?" tanya orang disebelah padakuTernyata bukan dia, kusebutkan namaku dan berbincang sedikit lalu aku termenung lagi."Hei, apakah ada bedanya kalau aku sekarang duduk didepanmu?"Suara yang telah kukenal itu melesat masuk ke dalam gendang telingaku, kupalingkan wajahku kedepan. Ternyata memang dia, cewek yang kucintai sampai sekarang. Dia hanya tersenyum padaku lalu kembali lagi ke posisinya semula yaitu, membelakangiku. Aku tak bisa berkata apa-apa, aku keluarkan sebuah buku dan pulpen dari tasku. Kutatap lagi langit indah itu dan mulai menulis puisi lagi. Ternyata yang kucintai ada didepanku sekarang iniTapi, tak tahu apa masih bisa diraih atau tidakWalau berdekatanTapi,Terasa jarak memisahkanWalau dia sudah senyum padakuTapi,Terasa hanya kewajibanDan akhir kata...Inilah yang terbaik yang dapat diberikan kepadaku untuk saat ini.Aku juga berharap...Semoga buku ini tidak hanya berisi kesedihan saja.FIN.NB: Ternyata di kelas itu wali kelasnya sama dengan waktu aku masih kelas X.
|
 |
21:26 17/1/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
Waktu itu terasa berlalu begitu cepatApabila kita mengenang kenangan terdahuluWaktu itu terasa sangat singkatApabila kenangan itu kenangan yang manisDan...Waktu itu terasa indahApabila kenangan manis itu adalah kenangan tentang cintaTapi,Waktu bisa menyakitkanApabila kenangan manis itu adalah kenangan yang berujung dengan patah hati...-----------------------------------Cafe 'Pojok", di situlah pertama kalinya aku mendapatkan arti dari sebuah cinta. Tak begitu menggairahkan pertamanya, tapi lama-kelamaan akupun merasa ketagihan.Minggu pagi yang cerah, hariku kulewati dengan tidur-tiduran di kasur. Tapi hanya sebentar aku bisa menikmatinya ibuku sudah teriak-teriak marah karena menganggap ini hari special buatku, hari pertamaku kerja sambilan. Ibuku sangat menginginkan aku untuk bekerja semuda yang aku bisa lakukan. Katanya semakin muda bekerja maka pengalaman untuk mendapatkan pekerjaan yang menghasilkan uang akan semakin besar. Yah, karena sudah tidak tahan mendengar suara berisik, akupun segera masuk ke kamar mandi untuk persiapan diri kerja di hari pertama. Turun kebawah untuk sarapan lalu naik sepeda motor menuju ke sebuah mall tempatku bekerja sambilan.Karena masih pagi, mall masih sangat sepi, hampir di setiap sudut mall hanya terlihat para pegawai yang bersiap-siap memulai hari mereka, termasuk aku. Aku berjalan, naik eskalator menuju ke lantai 5. Dari sana jalan lurus sedikit lalu belok kanan dan bertemulah sebuah cafe tempat kerjaku, Cafe "Pojok'."Hei kau, ayo cepat siap-siap!" teriak bosskuAkupun hanya mengangguk tanda mengerti dan memakai celemek pegawai. Membersihkan cangkir-cangkir yang masih kotor, mengelap semua perabotan dan furniture yang ada serta meja dan kursi pengunjung. Setelah itu aku berisitirahat menunggu penunjung pertama datang.Pukul 13.00, pengunjung mall sudah banyak berdatangan, ada yang cuma jalan-jalan, ada yang melakukan hal bodoh, ada yang bawa belanjaan kebanyakan sampai tidak cukup tangannya, dan ada yang menarik perhatian hatiku. Seorang wanita, cantik pastinya, umurnya aku taksir hampir sebaya denganku, pakai jeans dengan baju tank-top warna hitam, kurang matching sih tapi tetap masih kelihatan cantik. Wajahnya yang ayu dengan dua lesung pipi apabila ia tersenyum. Wah, membuatku terpana melihatnya. Aku menatapnya terus-menerus sampai lupa akan pekerjaanku."Mas, 2 cangkir cappuccino." kata pengunjung yang sedang kulayaniAku yang berlum sadar sepenuhnya hanya melongo"Mas... 2 cangkir cappuccino." katanya lagi sambil menepuk lenganku"Oh ya, 2 cangkir cappuccino akan segera datang."Aku segera kembali ke counter untuk mengambil pesanan, sambil menunggu temanku membuat cappuccino, aku iseng-iseng mencari wanita yang kulihat tadi, kutemukan dia. Dia sedang menatapku, melambaikan tangannya padaku, dengan spontan aku membalasnya walau tidak kenal. Mungkin di sekolah aku cukup terkenal dan menyebar sampai sejauh ini. Wah, ternyata aku hebat!"Hei, ngapain kamu bengong di sini! Cepat! Wanita itu dari tadi manggil kamu!" bentak boskuSejenak aku tertegun memikirkan lagi kejadian tadi, dia tersenyum dan melambaikan tangannya padaku, dia memanggilku, sang pelayan cafe "Pojok'. Bukan karena dia mengenalku. Rasa kecewa merasuki hatiku. Tapi apa daya, akupun mengambil nampanku dan segera menuju ke arah wanita itu."Siang. Mau pesan apa?" tanyaku padanya sambil melihat wajahnya lekat-lekat"Kopi satu, pakai gula ya." balasnya"Baik, kopi dengan gula."Aku kembali ke counter dan menyuruh temanku untuk membuat kopi, lalu aku ambil 2 coppuccino yang tadi dipesan dan segera kuantarkan ke tujuan. Kembali ke counter menunggu temanku menyelesaikan pembuatan kopinya. Sambil menunggu aku menyempatkan diri untuk melihat wanita itu sebisa yang kubisa. Dia sedang membaca buku novel, karangan Sandra Brown. Gaya membacanya anggun membuatku tambah jatuh hati padanya."Nih, kopi dengan gula."Aku ambil dan taruh di nampan lalu segera menuju ke tempat wanita itu duduk. Dia duduk di pojok cafe, jadi dia tahu aku sedang menuju kearahnya. Dia turunkun buku untuk siap-siap mengambil kopi pesannya."Terima kasih." sambil senyum padakuDua lesung pipi mencuat keluar membuatnya tambah lucu dan cantik untuk dilihat terus-menerus. Tapi karena hanya seorang pelayanan, akupun tak bisa berlama karena tanpa terasa cafe sudah mulai penuh, jadi aku sibuk untuk melayani pengunjung lainya.Pukul 19.00. Waktunya aku untuk pulang. Karena terlalu sibuk tadi, aku jadi tak sempat melihat wanita itu pergi, tiba-tiba saja tempat duduk di pojok itu sudah diisi orang lain. Kubersihkan cangkir-cangkir yang ada dengan lesu. Melap meja dan kursi seadanya. Lalu mengembalikan celemek dan turun dari lantai 5 menuju ke tempat parkir. Tak heran di tempat parkir sepeda motor juga sudah sepi, aku mendapati motorku masih diam termenung disana berdampingan dengan motor lain yang berwarna kuning cerah. Pakai helm, siapkan STNK dan lain-lain untuk jaga-jaga. Kustarter sepeda motorku dan siap untuk tancap gas. Tapi tak jadi kulakukan, sepeda motor kuning cerah di sampingkupun pemiliknya juga baru datang. Tak kusangka wanita cantik yang tadi berada di pojok cafe tempatku bekerja adalah pemilik motor kuning ini. Akupun tertegun, melongo menatapnya, tak berkutik, hanya diam di tempat dengan suara mesin menderu halus. Lalu dia balas menatapku."Kamu yang tadi kerja di cafe itu ya?" tanyanya padaku"Iya.""Baru pulang?""Iya.""Kerja sambilan disana?""Iya.""Kok iya-iya terus.""Iya."Dia menatapku lama..."Oh...nggak mbak, aku cuma sedikit shock tiba-tiba kedatangan wanita cantik."Dia hanya tersenyum, lesung pipinya kembali mencuat, cantiknya. Memakai helm, menstarter motornya dan berkata lagi."Bisa saja kamu. Kamu juga ganteng kok.""Mbak bisa saja.""Ya sudah, aku pergi dulu, masih ada kerjaan nih."Melajulah motornya menjauhi motorku dan sebelum itu dia berkata bahwa kopi buatanku enak. Walau sebenarnya bukan buatanku tapi aku merasa akan lebih baik bila dibiarkan seperti itu.*********Pukul 20.30. Akhirnya aku sampai dirumah. Aku parkir motorku di garasi lalu naik menuju ke kamarku. Mandi dan siap-siap untuk tidur. Kupejamkan mataku sambil memikirkan puisi apa yang akan kutulis untuk esok hari di sekolah, di bangku favoritku, di pojok kelas paling belakang yang dekat dengan jendela. Pada akhirnya akupun terlelap ditemani oleh cahaya bulan dan bintang yang masuk melalui jendela kamarku.-------------------------------Kali ini aku tidak berkutik lagiMelihat pujaanku pergi begitu saja dengan motor kuningnyaTak pernah sesal ini rasanyaTak bertanya namanyaTak bertanya rumahnyaTak bertanya umurnyaDan yang paling bodoh adalah...Tak bertanya apakah kita bisa berjumpa kembali...Kembali kurenungan kejadian hari iniHmm... tak begitu jelek kurasaHanya kurang beruntung sajaTapi tak tahu mengapaAku merasakan bahwa jawaban atas pertanyaan-pertanyaan akan dijawab oleh diaNanti...Minggu depanAku yakinAku akan betemu lagi dengan diaDan aku pastikanDia akan menjawab pertanyaanku sesuai dengan yahng kuinginkan...FIN
|
 |
21:26 17/1/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
First time we metI was felt in love with youNever let you in dangerAlways protect youFrom everythingAlways makes you happy and smileAlways admire youAlways beside youBut, never accept me.Tears drop, so much pain in heartDie is the only choiceBut, never doneBecause I'm still love you.Tears drop again, so much bad things I must faceBut, I never ggive up to reach youEven you ignore meIt's alrightI'll be just behind youLooking after youAnd of course...Till you accept me.
|
 |
21:26 17/1/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
Inilah perjalanan hidupku selama 16 tahun ini...Tak pernah terbayangkan ketika aku masih kecil, aku sudah mengenal kata jatuh cintaTak pernah juga sebelumnya aku merasakan bahwa itu sesuatu yang menyenangkanTapi semakin lama semakin terasa bahwa cintaku padanya ternyata bukan sekedar cinta sesaat...Hari itu, waktu hujan turun dengan derasTak biasanya antar jemputku datang telatAku yang seorang pendiam hanya bisa duduk termenung menunggu jemputan.2 jam kulalui tanpa berbuat apa-apa, dan pada akhirnya kuhabiskan dengan melamun... Pertama kali melihatnya, hanya biasa saja Kedua kali melihatnya, tetap biasa saja Ketiga kali melihatnya, aku pun terpanah Dan sekarang, aku sudah jatuh cinta padanyaDan dalam kesendiriankuTiba-tiba dia sudah duduk di sebelahku..."Hei, kenapa melamun sendiri?"Akupun tertegun mendengar suaranya"Tidak apa-apa, hanya menunggu jemputan saja."Ingin sekali kudengar suaranya lagi, dan lagiKamipun berbincang bincang seruInilah pertama kali aku bisa berdekatan dengan dia,Lebih cantik...Dan kisah inipun berlanjut layaknya sepasang kekasih Pertama kali berbincang, hanya sekedar basa basi Kedua kali berbincang, hanya sekedar basa basi dan lelucon Ketiga kali berbincang, aku pun mulai cerita kehidupanku Dan sekarang, aku merasa bahwa dia juga jatuh cinta padakuKian hari hatikupun semakin gembiraNamun,Kian hari hatikupun semakin anehApakah ini benar-benar yang kuinginkanDan diapun juga merasakan hal ituTak berbincang bincang lagiTak bercanda lagiDan pada akhirnya...Tak jatuh cinta seperti dulu...Pada akhirnya aku tahu bahwa aku kurang cocok dengan dia,Dengan berat hati akupun merelakan kepergiannya,Dan tak pernah bertemu lagi sampai sekarang...
|
 |
17:31 17/1/2008 -
0 comments
- [ post comment ]
Tak mudah untuk menerima sebuah pernyataan yang tak diinginkanKarena hanya mendengar perkataan itu maka kehidupan akan segera berubahYang dulu menyenangkan kini sudah tidak lagiYang dulu menggairahkan kini sudah tidak lagiYang dulu menyedihkan kini akan bertambah lagi...--------------------Kita pacaran udah lama? Bosan tidak? Bagaimana kalau kita tidak bertemu dulu 3 minggu ini...-------------------------Ada sesuatu yang aneh menusuk hatiku iniTak mengerti ada angin apa, sampai dia berani berkata begitu padaku...Sesal selalu dibelakang, kusetujui permintaannya tanpa pikir dua kaliKini hatiku kosong, hampa terasa...Tak mungkin waktu tuk kembaliHari-hari ku lalui tanpa bertemu dengan sayangku sama sekaliSekali lagi hampa merasuki hatiTeman-temanku sudah mengajakku ngobrol serta menghiburkuMemang sangat menyenangkan berada dekat dengan temanTapi tetap,Tapi bisa mengobati luka di hati iniPulang sekolah hanya sendiri, tak ada yang menemani, tak ada yang mengantarMudah-mudahan aku bisa menunggu...-------------------------Hari ini aku bangun dengan malas, tak ada lagi artinya sekolah tanpa bertemu dengannya. Kutatap wajahku ke cermin, tidak jelek menurutku, tapi mengapa dia mengatakan itu padaku. Apakah sudah bosan dengan diriku ini. Sudah kupikirkan hal itu sejak pertama kali dia mengatakannya dan pada akhirnya akan berujung jalan buntu. Tak ada jawaban yang keluar. Kulupakan sejenak pikiran itu, menenangkan pikiran.------------------------Adakah yang kurang dariku, sayang?Katakanlah, maka aku akan berubah untukmuMeski itu tak mungkin untukkuTapi aku tak rela kau meninggalkanku seperti ini...-----------------------Teriakan ibu membuyarkan semua lamunanku, tak bisa mengelak akupun bersiap siap untuk ke sekolah. Mandi, ganti baju, menyiapkan buku-buku dan tugas lalu turun ke bawah untuk sarapan pagi. Sarapan yang biasa, tak ada yang special untuk diceritakan. Setelah selesai aku berangkat sekolah, jalan kaki. Dan kembali melamun.-----------------------Apakah dia ingin menjauhiku?Tak mungkin!Aku tahu dia sangat mencintaikuSama seperti aku mencintai diaTapi...Kenapa berbuat begitu?Apa yang harus kuperbuat?Aku pikir dan aku putuskanAku akan menunggunyaMenunggunya selama 3 minggu--------------------Sekolah, tempat yang kusukai sejak berpacaran dengan dia, tapi untuk sekarang hanya sebagai tempat belajar yang menbosankan.Bel berbunyi tapi aku masih menyempatkan untuk mengintip apa yang dilakukan dia. Kuintip melalui celah pintu. Dia tak ada, akupun menanyakan pada temannya dan mereka mengatakan bahwa dia tak masuk sekolah. Kutanya kenapa tapi tak ada yang tahu. Dengan kecewa akupun kembali ke kelas. Duduk dan bersedih. Teman-temanku yang melihatku begini dengan sigap menghiburku, tapi aku tak menjawab dan walaupun begitu mereka tetap menghibur, memang teman adalah tempat terbaik setelah pacar. Kulalui pelajaran dengan hati kosong. Tak ada yang masuk ke dalam otakku, yang ada hanya bayangan dia dan dia. Apakah sudah berakhir?Bel berbunyi tiga kali, tanda pulang sekolah. Aku bangkit dan berjalan lesu ke arah gerbang sekolah. 3 hari telah lewat, masih kurang 18 hari lagi untuk bertemu dengan dia lagi. Sesampainya di rumah akupun segera naik ke kamarku, ganti baju dan tidur-tiduran. Kunyalakan sebuah lagu berjudul "Loving You" dari D'Cinnamon. Sudah waktunya memikirkan kembali jawaban atas pertanyaan yang belum bisa kutemukan jawabannya itu. Tapi sampai larut malampun aku belum menemukan jawabannya. Tapi sudah kuyakinkan diriku untuk tetap menunggu dia. Selama aku masih mampu menunggu.Lantunan lagu masih terus berdendang..."Don't wanna hurt with that way""It doesn't mean I givin up""I wanna give you more and more..."--------------------2 minggu sudah kulaluiHampa semakin terasa dan sekarang sudah menghitamkan hatiku ini1 minggu lagi aku baru dapat bertemu diaTemanku masih tetap menghiburku, tapi sudah semakin sedikit, tahu itu sia-sia sajaPulang sekolah juga masih sendiri, walau ada yang mau mengantarku pulang, aku lebih senang pulang sendiri sambil mengingat kenangan indah bersamanyaKenangan waktu berjalan sama-sama di tamanKenangan waktu dimarahi orang tua karena pulang larut malamKenangan waktu berbincangan romantisKenangan waktu dia membaca sebuah puisiKenangan waktu dia menyanyi untukkuKuingat terus sebagai dorongan semangat untuk menunggunya terus...Hampa...Senyap...Dingin...Kosong...Sakit...Tak kuat lagi...Kutahan...Masih cinta...Atai tidak...Dan...Bisakah menunggu...3 minggu sudah datang padakuKesenangan juga sudah berpihak padakuTapi aku juga tak tahu apakah nanti ini dia akan datang padakuKutunggu di depan kelasnyaGugup rasanyaMungkin karena sudah lama tak bertemuKulihat ke kelasnya, dia belum datang rupanyaKetika ingin berbalik, segenggam mawar dengan coklat disamping diberikan olehku"Ini untukmu, Cintaku."Dia yang sudah kutunggu selama 3 minggu ini muncul-muncul tiba-tibaTak ada persiapan untuk menyambut yang seperti iniKejutan yang tak terduga"Nih untukmu, mawar dan coklat. Bukti cintaku padamu."Aku menangis, sebuah tangis bahagia, ternyata dia sungguh-sungguh denganku"Maaf ya telah membuatmu menunggu lama...""Tak apa...""Kalau lebih lama lagi pasti kamu jadi gelisah kan?""Tidak kok, kalau jadinya begini, maka akupun akan menunggumu.""Sampai kapan?""Sampai kau memberikan kejutan lain lagi."Hariku kulalui dengan gembira, temanku bersorak-sorak tiap kali mereka melihatku bersamanya.Dan yang paling terpenting, dia memang orang kucinta, yang akan kutunggu, selamanya...------------------------Setelah kejadian itu kami berdua menjadi terkenal di sekolah, dan kami pun berharap bisa menjadi artis terkenal nantinya. ^_^Jam istirahat menjadi waktu terfavoritku, berduaan di sebuah bangku di taman di sekolah dengan pohon rindang di atasnya. Sunyi dan hanya ada suara degup jantung kami berdua. Kami pun berbincang tentang apa saja yang terjadi selama 3 minggu. Dia tertawa ketika kukatakan apa yang kurasa selama 3 minggu ini. Tapi tak mengapalah, karena kini dia sudah ada disamping hatiku...Bel berbunyi, tanda masuk. Sedikit susah untuk menyuruhnya kembali ke kelas. Tapi dengan sedikit rayuan diapun akhirnya mau juga kembali. Di kelas aku kembali ke bangku. Bangku di pojok kelas yang dekat dengan jendela. Tempat favoritku.Seperti biasanya aku keluarkan buku dan sebuah pulpen untuk menulis puisi ini. Dan kali ini adalah puisi bahagia.------------------------Akhirnya semua terungkapSangat menyenangkanDan yang terutama,Sangat membuat diriku yakin dialah pilihankuSetelah ini tak ada yang tahu apa yang akan terjadiTapi,Walau nanti yang akan datang adalah kejadian buruk,Kan kuingat kejadian iniTuk' yakinkan diriku bahwa dia memang mencintaikuSelamanya... 14 Februari 2008FIN
|
|
|
|
Our Partner
Penulis-Indonesia.com - Komunitas Penulis Indonesia
WriterFun.com - Fun - Writers, Writing, Poetry, Novel, Creative Writing, Fiction Writing, Have Fun !!
www.InfoPromosi.com - Komunitas Promosi Online Interaktif & Info Bisnis
|