ya pagi yang juga kadang datang kadang menghindar halangi sinar bertandang di pelataran lantas segala tak berdasar tak berujung menggasing pada pilar ketidakpastian adakah kau juga di sana menunggu pagi dalam kelam<...
ya ternyata ada yang tak terjawab pada selaksa tanya purba. Menggantung Lukisan di dinding mulai retak. Menunggu Jam dindingpun enggan berdetak. Bosan Sementara semua termantra pada satu barisan menelusuri labirin ambisi<...
He...betul PutDek, sy memang lbh intens di teater, maunya bikin skenario film referensi yg ada teater jdnya bgt deh, mksh, mksh, qta kembangin bareng yuk, msh dangkal bgt kan tuh skenario, dtunggu....
justru itu sy mengibaratkan wanita yg survive itu dg edelweis yg sptnya tak mengenal kata "layu", btw ini hanya sbh wacana atas fenomena dr visi sy, semuanya kan tdk bs dinilai dg hitam-putih krn ada warna abu-abu yg jg mesti diar...
yup! setuju, itu ada di bab berbakti kepada kedua ortu, makanya bagi yg msh punya ortu jgn disia-siakan setiap wkt yg ada utk selalu membuatnya tersenyum bahagia, kita tidak pernah tahu segala rasa yg berkecamuk ketia mereka tak lagi di sis...
ya itu kan berarti persoalan like and dislike, saya hanya ingin menggambarkan sikap & perilku wanita dg menggunakan idiom mawar & edelweis, hidup ini kan pilihan jd ya memang terserah kita mo milih yg mana, tinggal kemudian kita kon...
Saya adalah seorang yang suka bergaul dan mencari makna dari kedekatan dengan banyak orang, karena segala yang dialami oleh orang lain adalah sesuatu yang sangat berharga sebagai masukan diri dalam menapaki jalanan hari-hari.
Emang lagi males nih pak.....makanya hs nya juga ganti yang ekspresinya males..... *halah...padahal emang saya mah identik dengan males hehehhe....* Huaahhhemmm.....